Saturday, March 21, 2015

Potty Train = Succes



Semenjak post terakhir di Instagram mengenai jenis/merk popok yang digunakan Inaaya, sepertinya para mommies diluar sana penasaran soal bagaimana saya berhasil membuat Inaaya tidak memakai popok lagi. Waktu ketemu temen-temen sesama mommies, bahkan sampai ada beberapa e-mail yang masuk khusus untuk menanyakan tentang Potty Train. Well, it wasn't really easy at first. Potty train is a lot more exhausting than i thought, but it doesn't have to be hard. Potty train Inaaya hanya memakan waktu sekitar 1 minggu, saat itu saya memang benar-benar terfokus kepada kebutuhan dia saat potty training. I spend a LOT of time with her, fokus kepada keinginan Inaaya, dan membantu Inaaya ke toilet setiap 1 jam sekali, YES. Melelahkan.


Pada awalnya, Inaaya aku lepas popoknya setiap bangun tidur sampai sore hari. Dia beberapa kali mengompol dan dia terlihat 'kaget' setiap kali celana nya basah. Fase ini menurut aku penting banget, kita harus rela bersihin bagian rumah yang terkena ompolannya dia. Why? Because they need to learn the feeling of being wet. Disini aku terus mengingatkan dia satu hal, "Wah basah. Kalau tidak mau basah pipisnya duduk aja di toilet ya nak..."

Next step, aku mulai bawa dia pipis ke toilet sebelum waktu tidur tapi aku masih tetap memakaikan popok. Setelah 2-3 hari dia terbiasa pipis di toilet sebelum tidur, barulah aku mulai lepas popoknya. For me, this one is the most frustating part of potty training. Aku harus rela beberapa kali melihat kasurnya Inaaya penuh ompolan. Jadi siap-siap deh beli alas ompol untuk anak atau mungkin dibawah sprei bisa ditaruh perlak supaya tidak merembes ke kasur.
Setelah beberapa kali terbangun karena badannya basah, akhirnya beberapa malam setelah lepas popok itu Inaaya mulai tidak mengompol. Dia juga mulai mengajak pipis sebelum tidur dan pada pagi hari dia langsung mengajak ke toilet.

For me, early potty training has a lot of benefits for parents and the children.
  1. Saves money: Dalam sebulan kalau aku hitung-hitung aku bisa spending money around Rp 500.000 untuk urusan popok (toddler version, not a newborn), belum lagi the cleaning-wipes, and diaper creams.
  2. Better for childrens health, sehingga anak terhindar dari bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan penyakit di sekitar area kemaluannya. Selain itu early potty train merupakan kesempatan yang bagus untuk mengajarkan anak tentang personal hygiene.
  3. Helping the Earth. Lebih cepat kita melepas popok si Kecil, berarti kita membantu mengurangi peningkatan jumlah sampah popok yang dibuang ke lingkungan. Yes, you’d be doing a huge favor to the earth by potty training early.
Nah, berikut aku mau kasih tips untuk para mommies. I hope you've found this tips helpful, and given you some encouragement to go for an early potty training, in case you were considering it;

1) Ready-set-go!
Pastikan dulu kalau si Kecil sudah benar-benar siap untuk potty training. Beberapa ciri-ciri nya bisa dilihat ketika mereka sudah mulai bisa merasakan bowel movement mereka, seperti diam dan bengong saat pipis di popok di jam jam tertentu, biasanya pagi hari setelah bangun tidur. Bisa juga diliat dari apakah mereka sudah bisa menaikkan dan menurunkan celana mereka sendiri, atau mereka sudah memiliki "dry" periods (popoknya bisa tidak basah) setidaknya selama 2-3 jam yang menandakan bahwa otot kandung kemih si Kecil sudah cukup kuat untuk menahan pipis.

2) Get 'em excited!
Salah satu jurus yang aku pakai adalah membuat Inaaya penasaran terlebih dahulu. Beberapa minggu sebelum mulai potty train aku sering bilang, "Anak besar mau lepas popok sebentar lagi, biar pipis nya sama kaya mama papa di toilet!". The purpose of this is so Inaaya can get a concept of what was going on with the change in her life and got her excited of being a big kid.

3) Put them in underwear.
Ini perlu diperhatikan ya, mulai deh untuk membeli celana dalam berbahan katun yang super nyaman dipakai si Kecil. Jangan ragu untuk melepas popoknya dan mengganti nya dengan underwear. As i said before, "They need to learn the feeling of being wet". Ada beberapa orangtua yang mungkin colongan untuk memakaikan popok disaat sedang repot, lalu kembali lagi ke celana dalam. Remember, you don't want to confuse him/her.

Semoga tips-tips diatas bisa membantu para mommies yang sedang berusaha untuk potty train ya!
Goodluck, and thanks for reading :)

No comments:

Post a Comment