Wednesday, June 17, 2015

How well do you know your children's teeth?

Kapan anak harus dibawa ke dokter gigi untuk pertama kali? Mengapa gigi susu harus dirawat? Apa saja tips-tips perawatan gigi anak yang baik? Pernah tidak sih para mommies disini punya pertanyaan-pertanyaan seperti ini? Saya sendiri sering mempertanyakan hal ini, namun selalu berakhir browsing untuk mencari tahu dan kurang puas atau kurang yakin dengan jawaban yang saya dapat. Alhamdulilah kamis lalu, 11 Juni 2015, setelah acara launching dari permainan edukasi anak, Gummy Box yang saya post sebelumnya, saya diundang untuk makan malam bersama para dokter gigi dan staff dari Rumah Sakit Pondok Indah dengan tujuan untuk memperkenalkan para dokter dari RS. Pondok Indah serta berbicara lebih lanjut mengenai gigi si Kecil, which is very important to me.

Sebelum berbicara lebih lanjut, kita sempat makan malam dulu dengan berbagai jenis hidangan yang telah disiapkan oleh Luna Negra untuk acara ini. Inaaya juga sedang asik bermain dengan para dokter dan staff dari Rumah Sakit Pondok Indah sebeum akhirnya tertidur pulas ditengah acara :p

 "Mommy, we need to take a selfie!"



Setelah menyantap jamuan makan malam bersama, akhirnya perbincangan hangat dimulai dengan para dokter yang ternyata ramah-ramah sekali. Dua diantaranya adalah drg. Suzanty Ariany, Sp. KGA, dan drg. Andi Gatot W, Sp. Ort. Nah, disini saya mau share semua hal yang saya dapat dari kedua dokter ini untuk para mommies sekalian. Semoga bermanfaat, ya!

Pembicaraan dibuka oleh drg. Suzanty Ariany, Sp. KGA. Beliau menjelaskan bahwa dari awal pembentukan janin, sekitar usia 4 bulan kehamilan, ternyata pertumbuhan gigi susu si Kecil itu sudah dimulai, lho! Setelah si Kecil lahir, rata-rata gigi mereka akan tumbuh pertama kali saat anak berusia +/- 6 bulan. Diawali dengan gigi seri bawah yang rata-rata tumbuh sekitar usia 6-10 bulan, sedangkan gigi seri atas tumbuh sekitar usia 8-12 bulan. Meski demikian, kecepatan pertumbuhan gigi antara anak yang satu dengan anak lainnya belum tentu sama. Ada yang tumbuh lebih cepat tapi ada juga yang lebih lama. Tidak sedikit anak yang baru tumbuh gigi pertama saat usianya mencapai 1 tahun, seperti Inaaya, giginya baru mulai muncul ketika dia menginjak usia 1 tahun. Berikut ini adalah gambar/susunan dari fase pertumbuhan gigi anak yang saya ambil dari Google sebagai gambaran lebih jelasnya.


Source:  Google
Nah, nantinya pada saat si Kecil berusia kurang lebih 2,5 -3 tahun, gigi susu akan berjumlah sebanyak 20 buah, masing-masing 10 gigi pada setiap rahangnya (rahang atas dan rahang bawah). Pada saat gigi sedang tumbuh akan ada beberapa ciri-ciri seperti benjolan pada gusi, tonjolan berwarna putih di ujung gusi yang menandakan gigi akan segera keluar.

Gigi anak sendiri, mengalami beberapa fase pertumbuhan, diantaranya;
1) Fase Gigi Susu, dimana gigi anak seluruhnya berisi oleh gigi-gigi susu. Fase ini terjadi saat anak  berusia +/- 6 bulan - 6 tahun.

2) Fase Gigi Bercampur,  gigi-gigi susu sudah mulai tanggal. Tanggalnya gigi susu ini dibarengi dengan tumbuhnya gigi permanen. Sehingga mulai pada usia ini, gigi – gigi anak mulai bercampur  dengan gigi permanen. Terjadi saat anak berusia +/- 6 tahun - 12 tahun.

3) Fase Gigi Permanen, gigi si Kecil sudah dipenuhi dengan gigi permanen, pada fase ini dibutuhkan perhatian extra untuk mulai merawat gigi si Kecil. Fase ini terjadi saat anak berusia +/- 12 tahun.

Oh iya Mommies, Jangan anggap remeh kesehatan gigi dan mulut anak ya. Banyak orang tidak pernah membayangkan bahwa masalah gigi dan mulut anak dapat berpengaruh pada perkembangan anak. Mulai dari masalah kesehatan, tumbuh kembang, hingga kecerdasan anak. Gigi susu sendiri memiliki banyak fungsi ternyata, diantaranya:
  • Gigi susu memberikan ruang kepada gigi permanen yang akan tumbuh di bawahnya
  • Membantu perkembangan fungsi bicara. Kemampuan menggunakan gigi-geligi untuk pengucapan didapatkan seluruhnya dengan bantuan gigi susu.
  • Gigi susu yang dirawat dengan baik akan membantu merangsang perkembangan rahang anak dimana rahang anak akan berkembang menjadi lebih besar, jika pertumbuhan rahang tidak sempurna maka akan mengganggu serta pertumbuhan wajah si Kecil.
  • Membantu proses pengunyahan makanan pada anak. Saat mengunyah makanan, secara tidak langsung anak juga ikut merangsang pertumbuhan otot pengunyahan dan juga kekompakan rahangnya sehingga otot pengunyahan dan rahang anak menjadi lebih kuat dan kompak.
  • Sebagai bagian dari estetika dan pembangkit kepercayaan diri si Kecil. Anak yang merasa tidak percaya diri karena giginya telah banyak yang rusak tentu menjadi susah untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman-temannya.
Nah, ini salah satu bagian yang penting untuk diketahui para mommies. Saya diperkenalkan dengan apa itu Baby Bottle Caries/ Early Childhood Caries, penyakit yang ditandai dengan kerusakan parah pada gigi bayi atau anak-anak muda. Karies anak usia dini (ECC) adalah infeksi bakteri yang sangat umum terjadi. Alasan umum untuk ECC berkembang adalah ketika bayi susu botol atau balita yang terbiasa minum minuman manis sebelum tidur dan tertidur dengan dot ke mulut. Ini mungkin termasuk jus, susu atau minuman manis anak-anak lain, yang semuanya dapat mengakibatkan karies pada anak. Tanda-tandanya bisa dilihat dari bercak putih yang ada di gigi anak seperti panu dan biasanya ada di gigi bagian depan. Jika ada hal seperti ini meskipun sedikit, menurut drg. Suzanty hal tersebut bisa disebut dengan 'warning' untuk mulai membersihkan gigi si Kecil. Biasa terjadi pada anak yang meminum susu saat tidur/tertidur sehingga dibiarkan ada makanan/minuman manis didalam mulutnya, dan sebaiknya diganti dengan air putih. Berikut ada beberapa contoh gambar dari kasus Baby Bottle Caries/ Early Childhood Caries yang saya ambil dari Google.

Untuk menghindari hal diatas, drg. Suzanty menyarankan untuk membiasakan anak minum susu dengan botol terakhir dan langsung disikat giginya/ dibersihkan dengan kain basah sehingga si anak tertidur dalam keadaan mulut bersih, which is very important.

Seiring dengan pertumbuhan si Kecil, akan ada banyak masalah tentunya yang kita hadapi yang berhubungan dengan kebersihan gigi dan mulut. Beberapa kebiasaan yang perlu dihindari dan diperhatikan oleh orangtua agar tidak berkelanjutan diantaranya adalah:
  1. Penggunaan Pacifier/Empeng
  2. Mengisap jari
  3. Tongue Thrusting
  4. Mengisap bibir
  5. Bernapas melalui mulut
Selain drg. Suzanty, disini juga ada drg. Andi Gatot sebagai spesialis orthodontic yang bekerjasama dengan drg. Suzanty untuk melakukan perbaikan terhadap beberapa anak yang giginya perlu diperbaiki juga memberikan penjelasan mengenai apa itu spesialis khusus ortho dan apa saja hal-hal yang dilakukan oleh para spesialis ortho. Beliau sudah mengerjakan beberapa kasus anak-anak yang giginya dideteksi memiliki kelainan, dari mulai gigi bertumpuk, gigi maju, dsb. Beliau rata-rata menyarankan beberapa alat yang removable agar tidak terlalu menyiksa si Kecil, seperti space retainer, dan removable braces. Ternyata beberapa contoh kasus yang ditunjukkan oleh drg. Andi sangat mengagumkan dan sangat membantu si Kecil meraih kepercayaan dirinya.

Sesi tanya jawab dari para Ibu

Last but not least, semoga post ini bisa membantu para mommies yang punya banyak pertanyaan mengenai perawatan gigi si Kecil, dan untuk penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi gigi anak, saya menyarankan untuk memeriksakan kondisi gigi nya langsung ke dokter spesialis khusus anak yang tersedia di beberapa rumah sakit di Jakarta, salah satunya juga ada di Rumah Sakit Pondok Indah. Saya sendiri sudah sangat excited untuk segera membawa Inaaya pada pertemuan pertamanya dengan  dokter gigi anak di RSPI, dan setelah itu pasti akan segera saya post disini perkembangannya. Thanks for reading, happy sunday!


No comments:

Post a Comment