Sunday, June 28, 2015

First Visit to the Dentist


Apakah para mommies disini tahu mengenai pentingnya gigi susu? Seperti yang saya ceritakan sebelumnya disini, Gigi susu itu sangat penting lho dikarenakan gigi tersebut yang nantinya akan membuat tempat untuk gigi permanen baru. That's why penting banget sebenernya untuk mulai memeriksakan gigi si Kecil dari mulai gigi pertama nya tumbuh. Pemeriksaan gigi sendiri akan dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk mencegah terjadinya kerusakan sejak dini. But, toddler is a toddler. First dental visit can be a scary moment for them, but with the right preparation, i'm pretty sure your little pumpkin will enjoy their very first dental visit.
Now i'll tell you the story about how did i manage to bring my daughter to her very first dental visit. Awalnya sempat ragu, karena Inaaya sedikit trauma dengan suster dirumah sakit semenjak dia dirawat sewaktu kecil karena terkena DBD, you can read the full story here. Dari jauh-jauh hari saya sendiri sudah mempersiapkan Inaaya dengan beberapa cerita mengenai kebersihan gigi, you can get lot of books about dentist and children teeth in every bookstore near your place. Seminggu sebelum kunjungan, Inaaya juga sudah saya berikan penjelasan tentang betapa gigi kecilnya itu sangat penting untuk kesehatan mulutnya, dan memang saya rajin membersihkan gigi Inaaya 3x sehari setiap berselang waktu makan. (More story about brushing teeth for toddler, click here)

Rabu pagi, 24 Juni 2015, saya membuat membuat appointment dengan drg. Suzanty Ariany, Sp. KGA, di Rumah Sakit Pondok Indah untuk konsultasi gigi pertama Inaaya. drg. Suzanty ini merupakan donter gigi spesialis anak yang merupakan salah satu dokter lama di rumah sakit ini dan memiliki jumlah pasien yang terbilang lumayan banyak sehingga pada saat saya datang sudah terlihat kumpulan antrian pasien si drg. Suzanty ini. Inaaya langsung ditinjau oleh suster dari mulai berat badan, tinggi badan, dan suhu badannya. Setelah itu kita langsung menunggu sambil bermain diruang tunggu pasien. Ruang tunggu nya fun banget menurut saya, meskipun menunggu cukup lama, tapi Inaaya cukup enjoy disini karena banyak sekali boneka-bonela dan ada film anak-anak yang diputar sehingga anak tidak akan merasa bosan.


Setelah nomor antrian Inaaya dipanggil, kita langsung menuju ke ruang drg. Suzanty dan didalamnya sudah ada beliau dengan 2 orang perawat yang sangat ramah menyambut kedatangan Inaaya. Well, i couldn't lie to you.... The place was totally tidy, clean, and perfect for me. Apalagi ada banyak miniatur minion yang bikin Inaaya (sekaligus ibunya) betah di dalam.


Pemeriksaan dimulai dengan perhitungan gigi susu Inaaya, apakah sudah lengkap? Seperti yang saya post sebelumnya disini, bahwa gigi susu anak terdiri dari 20 gigi susu dimana masing-masing gigi atas dan bawah terdiri dari 10 gigi. Setelah itu, drg. Suzanty akan menawarkan 2 pilihan rasa pasta gigi dan Inaaya memilih rasa strawberry. Disini drg. Suzanty akan membantu para orangtua untuk membersihkan gigi si Kecil dan memberitahukan langkah-langkah yang tepat dalam proses pembersihan gigi. Selain itu, drg. Suzanty akan mengambil gambar gigi si anak untuk rekam medis pada saat si anak check up gigi. So far, gigi Inaaya tergolong cukup bagus, bersih dan tidak ada tanda-tanda lubang, so i was relief. Karena kemarin sempat melihat bercak putih di giginya yang saya kira adalah Early Childhood Caries, namun ternyata bukan.






Ketika pemeriksaan selesai, Drg Suzanty langsung memberikan balon dan sticker bergambar kepada Inaaya sehingga Inaaya tetap senang sehabis gigi nya diintip-intip, hihi! Next visit berarti masih 6 bulan lagi, but i just can't wait to bring her again! Nah, buat para mommies yang penasaran tentang kapan si anak harus mulai diperiksakan giginya dan kemana kita harus membawa si Kecil, saya sarankan untuk segera memeriksakan gigi anak dari mulai gigi pertama nya tumbuh. Saya sendiri mempunyai maksud untuk memperkenalkan donter gigi ke Inaaya sejak dini agar dia tahu bahwa kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting. Selain itu, saya tidak ingin menunjukkan bahwa ke dokter gigi itu hanya kalau giginya sakit saja, sehingga nantinya si Kecil akan mengalami trauma setiap kali dia mengunjungi dokter gigi. Oh iya, jangan lupa konsultasikan dengan dokter gigi yang memang mengambil spesialis di bidang gigi anak ya! :)


Semoga post kali ini dapat menginspirasi para ibu dan membantu menjawab pertanyaan para ibu seputar pemeriksaan kesehatan gigi anak. Thank you for your time, drg. Suzanty, and thank you Nisa and Hestia for your help and kindness. See you guys soon!

with drg. Suzanty

No comments:

Post a Comment