Sunday, August 16, 2015

Raising Bilingual Kids


Bicara soal Bilingual, kebanyakan orangtua di era modern ini memang menerapkan sistem bilingual kepada anak-anaknya. Tidak bisa dipungkiri, dampak globalisasi memicu peningkatan penggunaan bahasa asing di lingkungan keluarga saat ini. Di lingkungan sekitar saya pun, beberapa kerabat dan teman dekat menerapkan sistem yang sama terhadap anak-anak mereka dengan harapan anak mereka dapat tumbuh dengan kemampuan berbahasa dan intelegensi yang tinggi.
Inaaya sendiri saat ini sedang saya ajarkan 2 bahasa yaitu, Bahasa Indonesia dan English. Saya sendiri bahkan ingin sekali Inaaya menjadi multilingual, dimana dia belajar 3 bahasa ditambah dengan Mandarin, namun nanti saya menunggu dia masuk sekolah saja karena saya sendiri tidak punya basic di Bahasa Mandarin. Menurut saya tidak ada salahnya mengajarkan dua bahasa sejak dini. Meskipun banyak mitos seperti kita sebagai orangtua akan membingungkan si anak jika diajarkan dua bahasa terlalu dini, atau si Kecil menjadi susah dalam mengolah kata-kata. So far, Inaaya tidak mengalami masalah seperti yang diisukan tadi, bahkan sejauh ini Inaaya sudah mampu membedakan saat-saat dimana saya berbicara dalam Bahasa dan saat dimana saya berbicara dalam English.

For example, a short convo with my 2,5 years old daughter:
Mom: "Inaaya tolong bantu Mama ambilkan handuk dikamar mandi ya!"
Inaaya: "Oh iya, oke. Tunggu ya"

Mom: "Can you please help me get the books?"
Inaaya: "Yes. good job" (Asal maksimal)

Meskipun terkadang jawabnya asal, sejauh ini saya melihat Inaaya sudah bisa mengetahui perbedaan diantara kedua bahasa tersebut. Rencananya setelah mencari sekolah yang tepat untuk Inaaya masuk tahun ini, saya juga akan mendaftarkan ke salah satu kelas bermain berbahasa di dekat rumah (i'll update the story asap!)
So here are some practical tips for supporting your child’s bilingual development from me:
  • Atur playtime dengan anak lain yang belajar bahasa yang sama dengan anak anda. 
  • Making Family Agreement. Saya sendiri menjelaskan bahwa saya akan berbicara dalam bahasa English kepada Inaaya dan si Papa akan berbicara dalam Bahasa. Discuss and compromise karena biasanya salah satu pihak tidak mengerti bahasa yang akan diajarkan ke si Kecil dan merasa tidak diajak untuk bergabung. 
  • Bacakan cerita didalam bahasa yang ingin diajarkan, and encourage your child to join in. Use dress-ups and be creative! 
  • Play games in your native language – for example, ‘I spy’, Bingo or Flash Cards. 
  • Menyanyikan lagu, menari, dan bermain music dalam bahasa yang in gin diajarkan. Children love music, and melody is a great way to help them remember things. 
  • Don’t give up! Some days it might seem like your child doesn’t want to speak in your native language. But just hearing you speak your native language will help your child learn it.
Bilingualism or raising bilingual children tidak hanya baik untuk si Kecil, but also for your family and your community. Nah selain itu pastinya juga ada tantangan dan butuh kerja keras dari kedua orangtua dan lingkungan sekitar karena hal tersebut akan menjadi komitmen jangka panjang untuk si Kecil. When you’re raising bilingual children, you need to:
  • Make sure they get lots of chances to hear and use their second and other languages 
  • Give your children plenty of encouragement and support. Keep yourself and your children motivated to speak your native language 
  • Talk to your family/others (grandma, grandpa, teacher or anyone else who help you raise your children) to get their support for your efforts. 
  • Look for ways to make your children ‘need’ to speak your native language 
And, hey, remember, you're not alone. Madonna, Andre Agassi, and Antonio Banderas are among those raising bilingual children. I'm pretty sure some of your friends, too! And if they can do it, why shouldn't you? Goodluck!

No comments:

Post a Comment