Tuesday, March 24, 2015

DIY - Homemade Almond Milk

So, earlier this week, saya lagi sering-seringnya main ke salah satu toko organik di pasar dekat rumah dan mulai berbelanja untuk stock bahan baku makanan dan bumbu dirumah. Pokoknya, resolusi tahun ini sih wajib untuk memulai hidup sehat. Semua dimulai dari makanan, makanan keluarga mulai aku pilah-pilah bahan bakunya dan isi kulkas mulai dibersihkan. Reading the ingredients, is a must in this phase.

Di toko organik ini, kebetulan saya tertarik banget untuk beli Almond Milk karena mereka memiliki cukup banyak merk Almond Milk dalam berbagai rasa dan packagingnya menarik-menarik banget. (PS: I’m not against dairy or dairy-free, tapi saya mencoba untuk membatasinya berdasarkan personal health preferences) BUT. I happened to glance at the ingredients label as I was tossing it to my shopping bag......

INGREDIENTS:
almondmilk (filtered water, almonds), calcium carbonate, tapioca starch, sea salt, potassium citrate, carrageenan, sunflower lecithin, natural flavor, vitamin a palmitate, vitamin d2 and d-alpha-tocopherol
WAIT, WHAT?

"If you can't pronounce it, don't eat it"
It is one of the quotes that i always keep in mind since i got married. Mari pikirkan sejenak, orangtua kita tidak pernah memasak potassium or palmitate or alpa tocopherol kinda thing. I don't even know what is that. Jadi saya tidak akan pernah memberikan bahan-bahan tersebut kepada keluarga saya.

Saya pun ingat beberapa waktu lalu saya sempat memesan Almond Milk melalui Instagram, dan beberapa kali membeli di event-event F&B di Jakarta dan mereka menggunakan natural ingredients. Tidak ada tambahan gula, pengawet, maupun pewarna. Setelah mencoba browsing di Internet, saya akhirnya berniat untuk membuat sendiri Almond Milk ini dirumah. Nah, ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan tutorial nya step-by-step.

Equipment:
  • Nut Milk Bag or Cheesecloth (Alat ini saya beli online di Kaskus)
  • High Speed Blender (Actually, beberapa source menyarankan untuk menggunakan Food Processor tapi berhubung saya hanya punya Blender, i think it works well too.)
Ingredients
  • 1/2 cup raw almonds (Don't forget to soak it overnight, at least for 12 hours. Also you could do this to any nut. I'm a fan of cashew milk too)
  • 3-4 cups of water
  • 1/2 tsp. Sea Salt
  • 1/4 tsp of Pure Vanilla Extract
  • 1/4 tsp of Ground Cinnamon
  • 2 tsp of Honey
Woohoo, let's get started!




VOILA!
Your healthy almond milk is ready. Nah kalau misalkan sudah mulai bosan atau mau memberikan cemilan almond milk ini untuk si Kecil, kamu bisa tambahkan beberapa ingredients seperti Raw Cocoa Powder (Chocolate Almond Milk) atau Raw Matcha Powder (Green Tea Almond Milk). Kamu bisa berkreasi sendiri dengan resep Original Almond Milk ini dan ingat, Almond Milk ini bertahan 5-7 hari didalam kulkas ya. Enjoy and i would love to hear what you guys think :)

Saturday, March 21, 2015

POTTY TRAIN = SUCCESS!

Source: Pinterest

Semenjak post terakhir di Instagram mengenai jenis/merk popok yang digunakan Inaaya, sepertinya para mommies diluar sana penasaran soal bagaimana saya berhasil membuat Inaaya tidak memakai popok lagi. Waktu ketemu temen-temen sesama mommies, bahkan sampai ada beberapa e-mail yang masuk khusus untuk menanyakan tentang Potty Train. Well, it wasn't really easy at first. Potty train is a lot more exhausting than i thought, but it doesn't have to be hard. Potty train Inaaya hanya memakan waktu sekitar 1 minggu, saat itu saya memang benar-benar terfokus kepada kebutuhan dia saat potty training. I spend a LOT of time with her, fokus kepada keinginan Inaaya, dan membantu Inaaya ke toilet setiap 1 jam sekali, YES. Melelahkan.

Pada awalnya, Inaaya aku lepas popoknya setiap bangun tidur sampai sore hari. Dia beberapa kali mengompol dan dia terlihat 'kaget' setiap kali celana nya basah. Fase ini menurut aku penting banget, kita harus rela bersihin bagian rumah yang terkena ompolannya dia. Why? Because they need to learn the feeling of being wet. Disini aku terus mengingatkan dia satu hal, "Wah basah. Kalau tidak mau basah pipisnya duduk aja di toilet ya nak..."

Next step, aku mulai bawa dia pipis ke toilet sebelum waktu tidur tapi aku masih tetap memakaikan popok. Setelah 2-3 hari dia terbiasa pipis di toilet sebelum tidur, barulah aku mulai lepas popoknya. For me, this one is the most frustating part of potty training. Aku harus rela beberapa kali melihat kasurnya Inaaya penuh ompolan. Jadi siap-siap deh beli alas ompol untuk anak atau mungkin dibawah sprei bisa ditaruh perlak supaya tidak merembes ke kasur.
Setelah beberapa kali terbangun karena badannya basah, akhirnya beberapa malam setelah lepas popok itu Inaaya mulai tidak mengompol. Dia juga mulai mengajak pipis sebelum tidur dan pada pagi hari dia langsung mengajak ke toilet.



For me, early potty training has a lot of benefits for parents and the children.
  1. Saves money: Dalam sebulan kalau aku hitung-hitung aku bisa spending money around Rp 500.000 untuk urusan popok (toddler version, not a newborn), belum lagi the cleaning-wipes, and diaper creams.
  2. Better for childrens health, sehingga anak terhindar dari bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan penyakit di sekitar area kemaluannya. Selain itu early potty train merupakan kesempatan yang bagus untuk mengajarkan anak tentang personal hygiene.
  3. Helping the Earth. Lebih cepat kita melepas popok si Kecil, berarti kita membantu mengurangi peningkatan jumlah sampah popok yang dibuang ke lingkungan. Yes, you’d be doing a huge favor to the earth by potty training early.
Nah, berikut aku mau kasih tips untuk para mommies. I hope you've found this tips helpful, and given you some encouragement to go for an early potty training, in case you were considering it;

1) Ready-set-go!
Pastikan dulu kalau si Kecil sudah benar-benar siap untuk potty training. Beberapa ciri-ciri nya bisa dilihat ketika mereka sudah mulai bisa merasakan bowel movement mereka, seperti diam dan bengong saat pipis di popok di jam jam tertentu, biasanya pagi hari setelah bangun tidur. Bisa juga diliat dari apakah mereka sudah bisa menaikkan dan menurunkan celana mereka sendiri, atau mereka sudah memiliki "dry" periods (popoknya bisa tidak basah) setidaknya selama 2-3 jam yang menandakan bahwa otot kandung kemih si Kecil sudah cukup kuat untuk menahan pipis.

2) Get 'em excited!
Salah satu jurus yang aku pakai adalah membuat Inaaya penasaran terlebih dahulu. Beberapa minggu sebelum mulai potty train aku sering bilang, "Anak besar mau lepas popok sebentar lagi, biar pipis nya sama kaya mama papa di toilet!". The purpose of this is so Inaaya can get a concept of what was going on with the change in her life and got her excited of being a big kid.

3) Put them in underwear.
Ini perlu diperhatikan ya, mulai deh untuk membeli celana dalam berbahan katun yang super nyaman dipakai si Kecil. Jangan ragu untuk melepas popoknya dan mengganti nya dengan underwear. As i said before, "They need to learn the feeling of being wet". Ada beberapa orangtua yang mungkin colongan untuk memakaikan popok disaat sedang repot, lalu kembali lagi ke celana dalam. Remember, you don't want to confuse him/her.

Semoga tips-tips diatas bisa membantu para mommies yang sedang berusaha untuk potty train ya!
Goodluck, and thanks for reading :)

Monday, March 9, 2015

Finding the Right Diapers

Diapers atau yang lebih sering dikenal dengan Popok, merupakan salah satu kebutuhan baby yang menurut saya super-duper boros. Am i right?
Dari Inaaya umur 7 hari, kebetulan saya sudah langsung memakaikan Popok Sekali Pakai. Selain praktis, juga hemat tenaga karena tidak perlu dicuci dan dijemur. Popok Kain sendiri hanya bertahan beberapa hari semenjak Inaaya lahir dikarenakan saya bener-bener kewalahan mengganti dan mencuci popok kainnya. Belum lagi kalau Pipis Inaaya sudah cukup massive dan harus pipis diatas kasur. Bisa-bisa memicu baby blues dan saya jadi semakin stress pasca melahirkan huaaaaa.

So far, Inaaya memiliki kulit yang tipenya Normal. Jadi Inaaya sama sekali belum pernah bermasalah dengan yang namanya Ruam Popok, or any kind of irritation. Well, choosing the right diapers for me is not that easy, saya sudah mencoba berbagai jenis Popok yang ada di pasaran saat ini. Hal ini saya lakukan khusus untuk membandingkan tipe popok satu dengan popok yang lainnya demi mendapatkan jenis popok yang tepat untuk Inaaya. Di zaman modern saat ini, kita para Ibu disuguhkan dengan banyak sekali pilihan, especially for baby stuff. Secara tidak langsung kita dituntut untuk lebih pintar dalam soal memilih produk yang tepat untuk si Kecil. Sebagai contoh, di supermarket saat ini, Popok disajikan di satu lorong besar, dimana terdapat berbagai macam merk, belum lagi berbagai macam jenis, tipe, dan ukuran dengan keunggulannya masing-masing. Confusing, right?

At first, am not really impress with a few diapers that i bought. For example, saya pernah mencoba salah satu popok yang outernya sepertinya terbuat dari plastik, jadi waktu saya pakaikan ke Inaaya, popoknya mengeluarkan bunyi kresek-kresek yang menurut saya agak mengganggu dan kurang lembut. Pernah juga saya mencoba popok yang bentuknya entah kenapa agak besar dibagian bawah. I can see Inaaya walking in such a weird movement, mungkin karena popoknya sedikit menggembung di selangkangan Inaaya, sehingga bagian kaki Inaaya agak "ngengkang" which is not cool. Ada juga popok yang ban pinggangnya terlalu ketat sehingga menimbulkan bekas kemerahan di kulit Inaaya, dan membuat aku khawatir sehingga tidak melanjutkan pemakaian popok tersebut.

Well, after a few times buying a different diapers, saya memang menemukan beberapa jenis popok yang cocok untuk Inaaya. Beberapa produk itu kadang saya pilah lagi supaya saya bisa stick to only one type of diapers. And lately, my heart has been fallin' to a brand that trully stole my heart. Kebetulan popok ini memenuhi semua kualifikasi yang aku butuhin. Mamy Poko Pants Extra Dry, menurut aku ini suitable banget dengan kebutuhan Inaaya saat ini. Ada yang sudah memakai popok jenis ini? Setelah pemakain rutin selama beberapa hari, here's my review:


1) Tidak kembung. Saya paling cinta sama popok yang pas saat dipakai Inaaya dan ga bikin celananya kelihatan sesek. Yes, in love! No more teletubbies walking *tuing* *tuing*

2) Kering sampai pagi! These few days i've been working hard on a special project dan saking hecticnya kadang aku bisa tidur pulas banget dan aku suka lupa kebangun untuk ganti popok. But then i find out that the diapers is still dry in the morning! Tidak ada tanda-tanda kebocoran sama sekali, Inaaya juga tetep tidur nyenyak semalaman dan bokong nya tetap kering. Wohoo, no more worries and i'm so happy.

3) Best Price! This one so far is the most exciting point of all. Untuk ibu-ibu seperti aku, yang strict banget dalam hal mengatur Family's Monthly Budget, pastinya ini penting banget. Harga Mamy Poko Pants Extra Dry ini yaitu Rp, 52.500 untuk ukuran L berisi 20. Harganya terjangkau, it won't ruin your monthly budget :D


4) Fits Perfectly. Ketika dipasang, popoknya right under Inaaya's belly, not too high. So i can make sure that it won't hurt her crotch. Ban pinggangnya juga elastis, fit dengan tubuh mungil Inaaya, terpasang erat tapi tidak terlalu ketat. Now i'm sure that i don't have to deal with any kind of irritation and redness on Inaaya's skin.


5) Hi, Mickey!
Since Inaaya loves Mickey Mouse Playhouse, i think this diapers is truly a life-safer. Karena ada gambar Mickey super cute di popoknya, she's getting pretty excited when it comes to changing the diapers. Cukup bilang "Naaya, here's your Mickey Pants! Langsung deh disamperin, no more main kejar-kejaran sampai mommy nya give up, hehehe.


After i found my perfect diapers, now i'm one happy, happy mother. Seriously. So, what kind of diapers did you use for your baby? Is anyone in here using Mamy Poko Pants Extra Dry? If yes, please let me know what do you think about it 💖 See you on the next post!