Monday, June 13, 2016

Anak Sehat, Tinggi, dan Cerdas



Senang sekali hari Sabtu lalu, tepatnya 4 Juni 2016, saya berkesempatan untuk menjadi salah satu Guest Speaker di RS Pondok Indah - Puri Indah bersama dr. Jeanne Roos Tikoalu, Sp. A, IBCLC, CIMI. Pagi itu kami membahas seputar Anak yang Sehat, Tinggi, dan Cerdas dan alhamdulilah seminar di hari itu Full House dari hari Kamis, sehari setelah dipasarkan.


Nah, karena ilmu yang kemarin saya dapat cukup berguna maka saya ingin share seluruh isi seminar yang saya dapatkan bersama dr Jeanne disini dan diharapkan dapat bermanfaat bagi para moms yang membaca tulisan ini.

Kita akan membahas penjelasan pertama mengenai bagaimana cara membuat anak sehat?
Anak itu memiliki ciri khas, mereka itu tumbuh dan berkembang. Mereka bertumbuh dari mulai bentuk badan, panjang, lingkar kepala, tinggi, dan berat badan. Selain itu, otak mereka juga berkembang, dari mulai mereka belajar membuka mata, dari telungkup sampai mereka bisa duduk, berdiri, berjalan hingga berlari.

Dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, anak dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
  • Genetics: Yang berperan menentukan XX/perempuan atau XY/laki-laki
  • Environment: Lingkungan terutama saat janin tumbuh dalam rahim ibu seperti hormon ibu, emosi dan stres ibu saat hamil sangat berpengaruh terhadap otak janin
  • Nutrisi: Sejak pembuahan dalam kandungan ibu sampai anak usia 2 tahun/1000 hari pertama otak sangat rentan terhadap kualitas dan kuantitas nutrisi yang diterimanya dan berdampak pada kognitif/kecerdasan dikemudian hari. ASI, diberikan minimal sampai usia 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun, umur 6 bulan sampai 1 tahun anak diberikan ASI dan MP-ASI, diatas 1 tahun anak sudah mulai diberikan makanan keluargaa
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membantu perkembangan otak si kecil dan memaksimalkan kerja dari 3 faktor diatas:

NUTRISI YANG BAIK. Nutrisi berperan penting dalan pertumbuhan dan perkembangan otak anak terutama dalam 2 tahun/1000 hari pertama karena:
  1. Merupakan energi untuk kehidupan sehari-hari 
  2. Menjaga seluruh fungsi tubuh 
  3. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak 
  4. Bertindak sebagai terapi baik untuk penyembuhan ataupun pencegahan penyakit
  5. Fondasi/dasar untuk pertumbuhan, perkembangan, inteligensia, kesejahteraan emosional dan imunitas
Oh iya, yang disebut 1000 hari pertama adalah 270 hari (9 bulan dalam kandungan ibu) sampai anak usia 2 tahun (730 hari atau 24 bulan), dimana pada saat ini otak janin/anak sedang bertumbuh dan berkembang dengan pesatnya. Masa ini harus digunakan sebaik mungkin untuk pemberian gizi dan stimulasi yang optimal agar diperoleh anak yang tinggi, sehat dan cerdas. Pemberian gizi dan stimulasi yang baik itu sangat tergantung pada kemampuan dan pengetahuan ibu dan bukan pilihan anak sehingga para ibu diharapkan sadar akan kepentingan nutrisi si anak. WHO mempunyai rekomendasi dalam pemberian nutrisi yang baik untuk si anak, meliputi:

1.Inisiasi menyusui dini. 
Segera susukan si bayi sesaat dia lahir, untuk itu si ibu perlu pengetahuan yang luas mengenai ASI, diharapkan para ibu bisa mengikuti kelas lakstasi pada saat hamil. RSPI juga menyediakan kelas laktasi jika ada yang berminat.

2.ASI Exclusive
Berikan ASI Exclusive selama minimal 6 bulan. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang memapu membantu kekebalan tubuh serta sebagai proteksi terhadap penyakit.

3.MPASI.
Minimal diberikan saat anak berusia 6 bulan. Berikan MPASI yang kandungan nutrisi nya cukup dan seimbang, selain itu pastikan  MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih, diberikan dengan cara yang benar (properly fed), artinya MPASI diberikan dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak. Frekuensi makan dan metode pemberian makan harus dapat mendorong anak untuk mengonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok, atau makan sendiri (disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan seorang anak). Mungkin ada sebagian orangtua yang sudah melakukan pemberian makanan pendamping ASI bisa dimulai di usia 4-6 bulan, hal itu memang boleh saja dilakukan TAPI apabila saat itu terlihat pertumbuhan bayi mulai tidak baik, sementara faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI sudah diperbaiki 


Selain nutrisi anak harus diberikan imunisasi. Perhatikan kebutuhan tidurnya, lakukan stimulasi sesuai usia anak, dan jangan lupa berikan waktu untuk BERMAIN. Bermain adalah ciri khas seorang anak dan didalam bermain anak akan mempelajari begitu banyak hal. Bila nutrisi sebagai fondasi disertai dengan semua hal ini terpenuhi, maka anak akan SEHAT.

Pembahasan selanjutnya, yang merupakan favorit ibu-ibu disana adalah, bagaimana agar anak tinggi? Well, ada 3 hormon yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi anak:

Hormon Tiroid
Hormon tiroid ini penting (mutlak diperlukan) untuk perkembangan otak dan pertumbuhan (pertambahan tinggi badan). Kekurangan hormon tiroid akan menyebabkan gangguan perkembangan otak yang irreversible, jika terlambat dikenali akan menyebabkan retardasi mental.

Hormon Pertumbuhan: 
Hormon pertumbuhan atau lebih seringnya dikenal sebagai growth hormon. Ini berperan terhadap pertumbuhan tinggi badan. Namun supaya growth hormone bisa bekerja maka perlu hormon tiroid yang normal. 

Hormon metabolisme tulang:
Selanjutnya adalah Hormon yang berperan dalam metabolisme tulang. Tulang akan bertambah tinggi jika lempeng pertumbuhan masih terbuka. Dan supaya dapat bertambah tinggi maka di lempeng ini akan terus didesposisi tulang-tulang baru. Berbagai hormon yang berperan antara lain adalah hormon paratiroid, hormon tiroid dan GH, serta hormon pubertas. Kecukupan kalsium dan vitamin D juga berperan penting dalam pertambahan tinggi badan. 

Hormon Pubertas:
Hormon pubertas ini bertanggung jawab untuk timbulnya tanda seks sekunder dan adanya pacu tumbuh.  Hormon pubertas ini berperan terhadap terjadinya pacu tumbuh (pertambahan tinggi badan yang cepat selama pubertas) sebelum akhirnya pertambahan tinggi badan berhenti 

Sekarang, kita masuk ke pemebahasan terakhir yaitu, bagaimana membuat anak cerdas?
Manusia memiliki berbagai tipe kecerdasan pada anak yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri yang patut diketahui orangtua. Beberapa ranah kecerdasan yang dimaksud adalah:
  • Verbal-linguistic (menguraikan pikiran ├ábahasa)
  • Logical-mathematical (menggunakan logika ) 
  • Naturalist (memahami/memanfaatkan lingkungan) 
  • Visual-spatial (berpikir 3 dimensi) 
  • Bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak tubuh) 
  • Musical (berekspresi dengan bunyi,nada,irama) 
  • Intrapersonal (pengendalian diri) 
  • Interpersonal (menyesuaikan diri) IMUNISASI
Begitu melihat kategori ini dijelaskan oleh dr. Jeanne saya jadi tahu kalau ternyata Inaaya memiliki kecerdasan Musical dan Visual Spatial seperti gambar yang saya taruh dipaling atasMoms/Dads apakah sudah dapat menilai anaknya memiliki kecerdasan yang mana?

Setelah mengetahui kecerdasan yang dimiliki si anak, ada baiknya kita sebagai orangtua selalu melakukan beberapa hal dibawah ini:
Memantau pertumbuhan anak. Penting bagi orangtua untuk memeriksakan secara rutin pertumbuhan seorang anak dari mulai penimbangan berat badan, pengukuran panjang badan, dan pengukuran lingkar kepala.

Menilai perkembangan anak. Selain mengukur pertumbuhan, orangtua dapat melakukan penilaian perkembangan anak. perhatikan apakah perkembangan atau kepintaran anaknya sama dengan anak lain yang seumur mulai dari kognitif, bahasa, sosial, motor halus, motor kasar, mandiri adaptif. Gunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melakukan stimulasi. Stimulasi dilakukan pada seluruh aspek perkembangan, yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa, kecerdasan, dan kemandirian. Stimulasi dapat dilakukan dalam kegiatan bermain bersama anak. Lakukan stimulasi yang sesuai dengan umur si anak.

Jadi, kira-kira seperti itu pembahasan yang kami sharing di #RSPITalk bersama dr. Jeanne Roos Tikoalu, Sp. A, IBCLC, CIMI dari RSPI Puri Indah. Aku akan tarik sedikit kesimpulan dari seminar ini mengenai bagaimana untuk mendapatkan anak sehat, tinggi, dan cerdas?
Selalu ingat untuk berikan Nutrisi yang baik, Imunisasi, Tidur yang Cukup, Stimulasi, Pantau terus pertumbuhan dan perkembangan anak.

Thank you for having us, RSPI!

Terimakasih sudah membaca dan mampir di blog ini, semoga informasi diatas bermanfaat ya dan selamat berpuasa bagi yang menjalankan!

No comments:

Post a Comment