Thursday, July 28, 2016

Memilih Sekolah untuk Anak


Alhamdulilah, finally! Inaaya akhirnya masuk preschool. Setelah disibukkan dengan urusan melengkapi perabotan rumah, ditambah lagi dengan proses pencarian sekolah untuk Inaaya, rasanya saya seolah tidak bisa bergerak dan menyelesaikan beberapa tulisan. Belum lagi aplikasi Blogger masih belum jelas bagaimana kelanjutannya. Padahal biasa saya menyicil tulisan selalu melalui handphone, sedih rasanya jadi sulit untuk update blog....


Tahun ajaran baru sudah dimulai tanggal 18 Juli kemarin. Saya sendiri sama sekali tidak santai santai dalam mencari sekolah untuk Inaaya loh karena dari awal tahun kemarin sudah ada beberapa sekolah inceran saya yang mempunyai daftar waiting list! Bayangin, sekolah waiting list.....

Dikarenakan saya sudah merasakan yang namanya kebingungan dalam mencari sekolah, kali ini saya mau share beberapa kriteria yang perlu diperhatikan saat memilih sekolah anak. Kriteria saya sendiri dalam memilih Playgroup untuk Inaaya akan saya jabarkan dibagian paling bawah. Tulisan ini hanya untuk dijadikan gambaran secara garis besar saja, karena pastinya setiap orangtua memiliki kriteria dan pertimbangannya masing-masing. Berikut ini beberapa kriteria yang menurut aku perlu diperhatikan dalam pemilihan sekolah baru anak;

Harga
Jujur saja, saya merupakan orang yang percaya dengan pepatah 'Ada harga, ada rupa'. Begitu juga dengan sekolah, namun kalau untuk urusan pendidikan saya rasa beberapa sekolah yang bisa dibilang totally expensive belum tentu sesuai dengan apa yang saya harapkan. Hal ini sih kembali lagi kepada goals masing-masing orangtua, ingin anaknya diarahkan seperti apa atau output yang dibutuhkan dari masing-masing keluarga. Jadi pada saat anda hendak survey untuk sekolah, selalu tanyakan harga mendetail dari sekolah tersebut sampai

  • Berapa biaya masuk?
  • Berapa SPP bulanan?
  • Berapa total uang yang harus dikeluarkan?
  • Adakah diskon khusus atau promo tersendiri yang ditawarkan? (Kerjasama Bank, Instansi, dsb)
  • Bagaimana metode pembayaran yang diberikan? Secara full, atau dapat melalui cicilan?
  • Apakah biasanya ada kenaikan SPP setiap tahunnya? Kisaran kenaikannya berapa?
  • Apakah ada biaya daftar ulang/ biaya tahunan? Berapa besarannya?Termasuk apa sajakah uang total yang disebutkan tadi? Biasanya biaya tersebut terdiri dari Uang Pangkal, Uang Bulanan, Kegiatan (Field Trip), Seragam, Buku, Perkumpulan Orangtua.
  • Apakah ada biaya lain diluar total yang nantinya akan dikeluarkan orangtua misalkan untuk ekstrakulikuler, catering, atau jemputan?

Pastikan tidak ada biaya-biaya tambahan yang akan diminta tanpa sepengetahuan kita secara tiba-tiba.

Curiculum
Nah ini salah satu point yang biasanya selalu bikin orangtua galau. Apalagi ditambah banyaknya pilihan kurikulum atau metode belajar di Indonesia dimana masing-masing pihak saling menggembor-gemborkan keunggulan mereka. Disini aku juga berniat untuk membuat list jenis kurikulum dan sekolah yang aku dapat sewaktu mulai pilih-pilih sekolah kemarin. Untuk sekolah sendiri ada beberapa jenis:

Nasional
Menggunakan standar kurikulum nasional dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Bayangin sekolah di jaman kita dulu aja seperti ada upacara, pendidikan kewarganegaraan, bahasa pengantar murni bahasa indonesia dan biasanya masih ada sistem rangking. Ujian yang digunakan tingkat akhir adalah Ujian nasional saja.

Nasional Plus
Kurikulum ini mengikuti kurikulum pemerintah plus ada sertifikasi tambahan kurikulum seperti IB atau Cambridge setahu saya yang paling populer. Sekolahnya harus disertifikasi dari lembaga-lembaga tersebut dan menggunakan bahasa pengantar Inggris. Sekolah dengan kurikulum ini biasanya lebih mahal karena mereka harus melatih gurunya, melengkapi persyaratan dari lembaga yang bersangkutan, sampai melakukan sertifikasi. CMIIW, pokoknya si National Plus ini mengkombinasikan international curriculum dan national curriculum, dimana mereka masih mengikuti kurikulum nasional, juga ada ujian nasional, tapi sembari mengadopsi kurikulum international.

International
Sekolah harus mendapat sertifikasi kalau ga salah minimal A, saya sendiri lupa-lupa ingat dan harus memakai salah satu kurikulum internasional yang diakui (IB, IGCSE, IPC, dll). Berbeda dengan kurikulum nasional, di kurikulum internasional minat anak lebih diperhatikan dan diarahkan (misal: musik, seni, olahraga)

Untuk perbedaan dari IB, IGCSE, IPC sendiri saya sedikit tahu karena belum pakar banget ya :p Cuma takut salah-salah kalau share disini jadi moms bisa google aja ya, haha. Dan setahu saya dari perbincangan dengan bebeapa guru dan pakar, anak-anak yang sudah start di kurikulum international biasanya agak kesusahan untuk mengikuti kurikulum nasional, namun sebaliknya tidak akan menjadi masalah selama tidak ada masalah di bahasa.

Nah pilihan saya memang jatuh ke National Plus yang berbasis Cambridge di daerah Bintaro, kalau ditanya mengenai apa bedanya IB, A Level, Cambridge, terus terang i have no idea what's the difference. Sepengetahuan saya nasional dan nasional plus itu versi Depdikbud sedang IB School dan Cambridge pakai kurikulum berstandar global. IB School lebih ke activity based learning, sedang Cambridge lebih text book. Karena banyak aktifitas, sekolah IB jauh lebih mahal daripada sekolah dengan kurikulum Cambridge. Well, please CMIIW. Awalnya tertarik sekali dengan sekolah Montessori di dekat rumah yang sangat favorite di daerah sini,

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa ditanyakan disini menurut aku:

  • Apa visi misi sekolah?
  • Basis kurikulum sekolah?
  • Apakah sudah mendapatkan sertifikasi?
  • Apa core competence anak yang menjadi perhatian sekolah?
  • Rata-rata lulusan sekolah tersebut meneruskan pendidikan kemana?
  • Apakah ada keharusan anak bisa membaca sebagai persyaratan masuk sekolah? (Untuk SD)
  • Bagaimana sistem belajarnya
  • Bagaimana system evaluasi yang diterapkan?
  • Apakah sekolah menerapkan system rangking?
  • Apakah sekolah memiliki bagian konseling atau bahkan psikolog? Ekstrakulikuler apa yang ada di sekolah?
  • Bagaimana pemilihan ekstrakulikuler oleh siswa? Apakah ada penelusuran minat dan bakat?
  • Bagaimana cara sekolah menegakkan disiplin? Hukuman apa yang biasanya diberikan?
Lokasi
Saya memfokuskan diri untuk mencari sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Padahal banyak sekali list sekolah-sekolah yang saya inginkan hanya saja letaknya jauh-jauh sekali dari rumah. Saya sendiri melihat kondisi si Kecil, memang sepantasnya mencari sekolah yang jaraknya dekat agar energi dan waktu mereka tidak terbuang di perjalanan. Belum lagi kalau seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mobil masuk bengkel atau saya tiba-tiba tidak bisa menyetir karena sesuatu hal, sekolah bisa dijangkau dengan mudah tanpa perlu pusing. Jadi, cobalah untuk memikirkan:
  • Berapa jarak tempuh dari Rumah ke sekolah?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesana dalam situasi macet/tidak macet.
  • Alternatif apa saja yang bisa digunakan untuk sampai sekolah selain kendaraan pribadi?
  • Sulitkah untuk mendapatkan transportasi umum didaerah sekolah? Taksi/Ojek?
  • Apakah berada di dalam perumahan atau di pinggir jalan raya?
Kegiatan Tambahan/Extrakulikuler/Fasilitas
Salah satu faktor tambahan yang perlu diperhatikan juga nih. Saat ini kan banyak sekali sekolah yang menawarkan berbagai macam fasilitas untuk siswanya. Biasanya semakin banyak fasilitas yang mereka tawarkan, harganya juga semakin tinggi. Nah, kembali lagi ke orangtuanya untuk berfikir mengenai fasilitas tersebut diperlukan atau tidak. Sudah bayar mahal ternyata fasilitas tersebut tidak terlalu diperlukan jadi buat apa?

Sebaiknya pilih sekolah yang memiliki ektra kurikuler yang dapat membantu mengembangkan bakat dan minat anak. Misalnya les komputer, bahasa, fisika, matematika, melukis, menari, menyanyi, karate, berenang, dan lain sebagainya. Selain menunjang bakat dan minat anak, ektra kurikuler juga dapat membantu mengembangkan kreativitas anak. Kegiatan sekolah tambahan ini juga berkaitan dengan fasilitas yang ada di sekolah untuk menunjang kegiatan-kegiatan tersebut, seperti laboratorium yang bagus, perpustakaan yang lengkap, gedung sekolah dalam kondisi yang baik, lapangan olah raga yang luas dan lain sebagainya.

  • Ekstrakulikuler apa yang ada di sekolah?
  • Bagaimana pemilihan ekstrakulikuler oleh siswa? Apakah ada penelusuran minat dan bakat?

Karakteristik Guru
Nah, ini juga penting untuk diperhatikan. Saya sendiri cukup mendetail mengenai guru-guru yang akan mengajar anak saya nantinya karena mereka merupakan pendamping yang kita percayakan untuk menjaga dan membimbing anak-anak kita layaknya anak mereka sendiri diluar rumah. Apa saja hal yang saya tanyakan?
  • Apa latar belakang pendidikan guru-guru suatu sekolah? 
  • Apakah guru-guru tersebut memiliki sertifikasi?
  • Guru kebanyakan Senior atau Fresh Graduate?
  • Adakah pelatihan berkala yang dikhususkan untuk guru-guru di sekolah ini?
  • Apakah guru dapat menangani anak secara individual, dalam kelompok kecil maupun besar?
  • Apa ada pertemuan guru-orang tua setiap semester?
  • Kalau anak mengalami kesulitan di sekolah, apakah orangtua diberi tahu?
Sampai saya juga memperhatikan kepribadian mereka setiap kali saya berkunjung. Apakah mereka ramah atau terlihat cuek. Ini berlaku untuk semua guru yang saya lihat disana loh ya, bukan hanya si guru yang diajak ikut untuk mempromosikan sekolah karena pastinya mereka dituntut untuk selalu tersenyum saat bertemu calon orangtua murid. Jadi perhatikan baik-baik :p

Perbandingan Guru & Murid
Mungkin bagi sebagian orang, hal ini sering sekali terlewatkan. Untuk saya jumlah guru/pendamping yang ada saat proses belajar mengajar diruang kelas itu memegang peran penting untuk membuat saya tetap tenang meninggalkan anak saya di sekolah. Saya lebih prefer ke sekolah yang memang menyediakan cukup guru dan pendamping dalam satu ruang kelas

Misalkan, dalam satu ruang kelas ada 15 anak, dan mereka hanya menyiapkan 1 guru dan 1 pendamping, saya sudah dipastikan akan pikir-pikir 2-3 kali sebelum memasukkan anak saya kesana karena hal ini sangat penting terutama dalam segi pengawasan anak karena pastinya tidak semua akan diawasi dengan baik. Untuk usia preschool mereka saat ini, saya rasa saya akan lebih tenang jika dalam ruang kelas yang (misalkan) berisi 15 anak, akan ada 2 guru dan 1 atau 2 pendamping sehingga memang ada 3-4 orang dewasa diruang kelas. Jadi hal ini tidak pernah luput dari pertanyaan saya,
  • Ada berapa murid kira-kira  dalam satu kelas?
  • Akan ada berapa guru dalam 1 kelas?
  • Apakah di setiap kelas nantinya ada pendamping? Jika ada akan ada berapa pendamping?"
Mendetail? Yap, namanya juga ibu-ibu.

Keamanan
Do not forget about this one. Saya akan memperhatikan dengan jelas segala upaya atau bentuk keamanan yang disediakan pihak sekolah untuk muridnya dari mulai adanya CCTV, Child Gates (Pagar pembatas di beberapa titik yang berbahaya), Pagar Pembatas antara Murid dan Jemputan, Fire Extinguisher, Satpam, dsb. Segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan anak juga perlu ditanyakan seperti:
  • Bagaimana persiapan sekolah dalam menghadapi bahaya jika ada kebakaran, gempa bumi, dan bencana lainnya?
  • Bagaimana sekolah menanggapi insiden disekolah terhadap anak? Misalkan, anak terjatuh yang berakibat cukup fatal, akankah orangtua dihubungi saat itu juga atau menunggu sampai anak dijemput orangtua? Dan siapa yang memberikan kabar?
  • Adakah kerjasama dengan rumah sakit terdekat jika ada insiden berbahaya terjadi?
  • Bagaimana prosedur penjemputan anak? Jika ada orang lain yang 'diutus' menjemput si kecil bagaimana prosedurnya dari pihak sekolah?
  • Pernahkah terjadi kasus penculikan, narkoba, kekerasan (bullying) atau kasus lainnya?Jika iya, bagaimana sekolah mengatasi kasus tersebut?
Untuk keamanan sendiri saya pasti akan se 'bawel' itu, karena mencegah itu jauh lebih baik. Jangan lupa juga untuk mngecek isu-isu yang beredar mengenai sekolah tersebut misalnya saja, isu kesejahteraan guru, kasus yang pernah ada di sekolah tersebut, dan cara sekolah mengatasi masalah-msalah yang ada. Terima informasi dari banyak pihak tapi tentunya cek kembali kebenarannya.

So far, beberapa hal itu yang bisa saya share disini. Saran saya, list terlebih dahulu kebutuhan apa yang moms rasa sangat diperlukan untuk si Kecil. Misalkan sedari awal saya sudah memepunyai list tersendiri sebagai gambaran sekolah mana yang harus saya datangi tanpa perlu membuang-buang waktu, berikut kriteria pribadi saya:
  1. Sekolah tersebut mengajarkan nilai nilai iman kepercayaan dan moral dalam pembentukan karakter Inaaya
  2. Sekolah memiliki guru yang punya passion terhadap anak
  3. Sekolah yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal
  4. Sekolah yang berbahasa pengantar inggris secara keseluruhan
  5. Sekolah dengan kurikulum international
  6. Sekolah yang memiliki tingkat keamanan yang ketat
Nah, dari kriteria saya diatas saya berhasil listing beberapa sekolah yang mendekati kriteria saya tanpa saya perlu mendatangi seluruh sekolah yang ada di wilayah saya, wasting time soalnya. Akhirnya beberapa bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai saya sudah bisa break down ke hanya 2 sekolah saja baru memutuskan untuk trial tanpa perlu bawa Inaaya trial sana-sini. Finally, kemarin dapat sekolah idaman yang berhasil memicut hati suami dan saya juga hehe meskipun ternyata di poin 5 harus sedikit miss, karena susah sekali mencari sekolah islam yang full english namun berkurikulum international. Sekolah yang saya dapat kebetulan adalah sekolah islam, menggunakan bahasa pengantar full english, dengan kurikulum cambridge namun mengadaptasi national plus bukan international dimana mereka combine kurikulum international dengan kurikulum nasional. Setidaknya sudah sangat mendekati harapan saya :)

Semoga apa yang aku tulis disini bisa cukup membantu para ibu memilih sekolah terbaik buat anaknya. Ingat, setiap sekolah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak ada lho sekolah yang sempurna. Satu hal lagi yang mungkin sering terlupakan menurut aku, jangan lupa tanyakan kepada anak apakah dia mau bersekolah di tempat tersebut. Ingat juga, orangtua yang tau mana yang terbaik buat si Kecil, jadi menurut saya jika orangtua memilih berdasarkan beban paksaan dari pihak luar atau bahkan pihak keluarga sendiri misalkan suami/istri, nenek, kakek, dsb saya rasa itu adalah bentuk ketidakbebasan dan nantinya hanya akan menghambat proses pemilihan sekolah. Jadi, lebih baik memilih sekolah berdasarkan pilihan anak dan orangtua ya moms! Jangan lupa juga, orangtua tetap memegang peran terbesar daripada sekolah maupun lembaga institusi apapun jadi anak anak pasti belajar langsung dari orangtuanya, selalu diingat ya moms! Selamat mencari sekolah!


2 comments:

  1. Saya Widaya Tarmuji, saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah TRACY MORGAN LOAN FIRM. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir 32 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Tapi Tracy Morgan memberi saya mimpi saya kembali. Ini adalah alamat email yang sebenarnya mereka: tracymorganloanfirm@gmail.com. Email pribadi saya sendiri: widayatarmuji@gmail.com. Anda dapat berbicara dengan saya kapan saja Anda inginkan. Terima kasih semua untuk mendengarkan permintaan untuk saran saya. hati-hati

    ReplyDelete