Saturday, November 19, 2016

Menyusui sambil bekerja?


Beberapa readers saya mungkin penasaran dengan caption saya kali ini, kenapa masih membahas soal nyusui? Inaaya masih menyusui? Hehe, nggak kok, kan Inaaya sudah berhenti menyusui dari 20 bulan :p Aku kebetulan di hamil kedua ini mulai kembali lagi belajar soal per-ASI an. Goals nya masih sama dengan anak pertama nanti, aku mau kasih ASI secara eksklusif untuk anak kedua ku nanti dengan alasan kesehatan juga bonding dengan si anak. Cuma memang setelah difikir-fikir kembali, tantangan ku sudah pasti jauh lebih besar nanti nya jika menyusui anak kedua ini. Kenapa?
Saat ini aku selain menjadi ibu rumah tangga, aku sudah mempunyai pekerjaan baru yaitu full time blogger. Beberapa kalangan mungkin masih penasaran, seperti apa sih pekerjaan blogger itu sendiri? Setelah menjalani hal tersebut kurang lebih 3 tahun belakangan ini, saya baru sadar kalau pekerjaan sebagai blogger itu bukan lah sesuatu yang mudah. Disatu sisi saya harus selalu sadar kalau waktu luang saya (saat anak sekolah, tidur siang, tidur malam) sudah tidak bisa lagi saya pakai untuk tidur, atau nyalon atau leha-leha begitu saja. Ada beberapa hal yang perlu saya perhatikan seperti mengecek email dari client, mengirimkan beberapa dokumen kerjasama, mengecek timeline/deadline post, mempersiapkan artikel, mengedit foto, datang ke beberapa event sekaligus dalam 1 hari, dsb. Jangan kira itu hal yang mudah ya ditengah fokusnya saya dalam mengurus 1 anak, hehe apalagi 2!

Nah, beberapa saat lalu saya menghadiri acara Tupperware Indonesia yang sedang mengadakan Mom's Talk mengenai "Menyusui Sambil Bekerja? Bisa!". Kebetulan topik pembahasan yang sedang diangkat ini sangat sesuai dengan kegalauan yang lagi saya rasakan saat ini, tentang bagaimana nantinya menyusui si anak saat bekerja. Bincang siang itu saya dan para tamu lainnya ditemani oleh Dr. Ariani Dewi Widodo,  SpA(K) dan beliau sharing serta memberikan wawasan mengenai bagaimana ibu bekerja bisa menyusui dan ASI tetap lancar. Dr. Ariani pun segera membuka bincang-bincang kita saat itu langsung dengan membeberkan beberapa alasan tentang kenapa sih ibu bekerja harus tetap memberikan ASI eksklusif untuk bayinya?


Yang pertama dan terpenting adalah karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, banyaknya kandungan dalam ASI yang tidak bisa kita dapatkan dari susu formula tentunya menjadi salah satu alasan bahwa ASI memanglah nutrisi terbaik dan tak tergantikan untuk bayi kita. Bayi kita dapat terhindar dari segala macam jenis penyakit dan bayi tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Sudah terbukti bahwa bayi ASI lebih jarang sakit karena segudang kandungan alami nya.

Dalam proses menyusui ini pun, kita bisa dapat menyusui selama berada di rumah skin to skin, sehingga membantu memperkuat bonding antara ibu dan anak. Selain itu tentunya kita sebagai orangtua pastinya jadi jauh lebih hemat, karena ASI 100% bisa kita dapatkan secara gratis, beda sama susu formula kan dan harga susu formula yang pastinya membuat kita mengeluarkan 'kocek' lebih setiap bulannya. Nah, jadi memang ASI itu tidak perlu diragukan lagi khasiatnya. Selain itu buat si ibu, kita lebih mudah menurunkan berat badan lho jika menyusui. Pssst, lihat aja foto cover depan artikel ini hehe mamacin kurus yes, tenang aja itu foto pas masih menyusui Naaya, berat badan hilang karena disedot Naaya terus. Sekarang sih gede lagi karena hamil :p

Next, Dr. Ariani akan memberikan tips-tips untuk working moms dalam pemberian ASI.

Apa saja yang harus dipersiapkan oleh ibu bekerja dalam menyiapkan ASI?
  • Mempersiapkan cara memerah ASI, ini penting banget. Sekarang banyak sekali metoda memerah ASI yang bisa kita gunakan. Dari mulai penggunaan pompa, ada yang manual ada yang elektrik, ada yang tipe kiri kanan. Ada juga payudara yang sulit untuk dipompa sehingga banyak juga yang menggunakan tangan. Nah untuk pompa juga kan sekarang kan banyak banget ragam pompa ASI, silakan dicari yang paling cocok dan sesuai selera para mommies ya. Saya sendiri dulu memerah sendiri menggunakan tangan karena agak sulit memakai pompa.
  • Penyimpanan ASI sementara / pengantaran ASI. Pilih tempat penyimpanan ASI sementara, bisa memilih kulkas atau termos. Hal ini harus direncanakan matang-matang dulu, jadi setelah ASI diperah sudah tau mau diapakan dulu ASI-nya. Jika anak dirumah dan rumahnya dekat saat ini bisa menggunakan alternatif pengiriman dengan ojek online.  Atau kita bisa menyimpan dulu di kantor jika di kantor ada lemari es yang boleh dititipin ASI. Kalau saya sendiri, karena anak pasti dibawa-bawa kemanapun saya pergi, saya bisa langsung menyimpan di botol kemasan ASI dan menitipkan di kulkas tempat saya event atau dengan menyimpan di Cooler Bag.
  • Menyiapkan alat pemberian ASIP. Alat pemberian ASIP itu ada banyak macamnya ya, mulai dari pipet, sendok, gelas, cawan, dan botol. Paling umum digunakan sih sudah pasti botol, meskipun saya tidak pernah memakai botol tapi banyak sekali kerabat saya yang juga menggunakan botol. Nah ini jadi salah satu alternatif saya juga nantinya untuk menggunakan botol agar tidak kewalahan harus mencari tempat menyusui setiap event.
  • SDM yang membantu pemberian ASI. Ini salah satu hal krusial juga ya, selain si ASI nya kita harus tau siapa saja yang nanti nya membantu kita memberikan ASIP kepada bayi kita, apakah neneknya, suami, saudara dekat atau babysitter? Kita perlu juga untuk brief terlebih dahulu dulu tentang beberapa hal menyangkut bayi kita terutama dalam pemberian ASIP-nya dari mulai cara pemberiannya, cara penggunaannya, cara menghangatkannya, sampai cara penyimpanannya semua harus dijelaskan dari awal agar kualitas si ASI sendiri tetap terjaga dan anak tetap mendapatkan nutrisi terbaik mereka.
  • Komunikasikan mengenai jam pumping ASI. Karena pumping ASI itu minimal tiap 3-4 jam sekali , atau ketika payudara kita terasa sudah penuh, which is jam nya juga suka tidak menentu dan mungkin tabrakan dengan jadwal kerja, jadi menurut Dr. Ariani tidak ada salahnya untuk bicara dengan atasan kita mengenai jam untuk pumping ASI. Kalau dalam kasus saya mungkin saya bisa komunikasikan ke para EO/PIC saya setiap event untuk diberikan waktu sebentar untuk memompa ASI jadi tidak bentrok dan saya sendiri merasa tidak terbebani jika ASI saya kepenuhan. Inshaallah, untuk hal seperti ini pasti banyak sekali pihak yang mengerti dan mendukung kondisi si ibu.
Nah, di event kali ini, Tupperware juga sekaligus memperkenalkan produk terbarunya yang bisa membantu para working mom saat memberi ASIP kepada bayinya, yaitu "CUTIE TWEE" yang merupakan botol susu inovatif dari Tupperware yang sudah dipastikan Food Grade dan BPA Free sehingga aman digunakan untuk bayi kita bahkan botol ini tetap aman dan tidak akan melepaskan partikel kimia apapun jika disterilkan dengan suhu tinggi.


Cutie Twee ini cukup unik buat saya karena botol ini memiliki keunggulan berupa 3 Teat Flow Adjustment pada nipple-nya. Apa itu? Jadi desain nipple nya ini bisa mengatur kecepatan aliran cairan dari nipple. Menurut Mbak Eta, selaku perwakilan dari Tupperware, 3 Teat Flow Adjustment ini terinspirasi dari puting ibu menyusui yang memang memiliki kecepatan aliran ASI yang tidak selalu sama dan juga setiap bayi memiliki pilihan aliran mereka sendiri. Jadi pada nipple Cutie Twee ini terdapat angka 1, 2, dan 3. Untuk mendapatkan aliran 'lambat', moms cukup memutar angka 1 hingga menghadap ke atas, untuk mendapat aliran 'sedang' putar angka 2 hingga menghadap keatas, dan untuk mendapat aliran 'cepat' putar angka 3 hingga menghadap ke atas saat botolnya sedang diminumkan kepada bayi. Keunggulan yang super menarik buat para ibu pastinya karena kita bisa berhemat tanpa perlu membeli beragam botol atau nipple, karena hanya dalam satu produk ini kita bisa mendapatkan bergagam variasi aliran.

Untuk satu set Cutie Twee Frog 270 ml seharga Rp 146.000
dan Cutie Twee Penguin berukuran 150 ml seharga Rp 138.000

Keunggulan lainnya adalah Cutie Twee memiliki nipple yang lembut, dan ada system Anti Colic yang terletak pada bagian nipple nya. Di belakang bagian nipple terdapat 3 lubang untuk keluar masuk udara, sehingga udara tidak akan masuk dari aliran susu untuk menghindari agar bayi tidak tersedak. Selain itu ada oula Hygienic Cap yang menjaga nipple tetap bersih, higienis, dan ketat cairan saat tertutup dengan benar. Design botolnya sendiri dilengkapi dengan karakter frog atau penguin.


Bottle check untuk si adik! :p

Melihat adanya kemudahan yang ditawarkan dalam 1 botol dan keunggulannya, memang untuk anak kedua ini saya merencanakan ASI yang diberikan melalui botol setelah 6 bulan agar memudahkan saya untuk tetap mobile dan bisa bergantian dengan suami atau neneknya ketika saya harus beraktifitas. Saya juga sepertinya tidak perlu kewalahan memiliki beberapa jenis botol dan nipple nantinya.

Well, Mom's Talk "Menyusui Sambil Bekerja? Aku Bisa" ini seru, santai dan bermanfaat sekali untuk saya yang saat ini sedang memikirkan persiapan ASI nantinya untuk anak kedua saya. Alhamdulillah dapet ilmu baru lagi, terimakasih banyak Tupperware. Jadi gimana mommies? Ada yang punya pengalaman sebagai working-mom dan tetap memberi ASI eksklusif untuk bayinya? Feel free to leave a comments below ya. Thanks for reading and have a nice day!

Thank you for the invitation, Tupperware!

No comments:

Post a Comment