Saturday, January 14, 2017

Pregnancy Updates #2ndTrimester




Here's a few updates from my 2nd Trimester Pregnancy:
13 weeks
Sepertinya sudah mulai ada beberapa tampilan stretchmark di bagian perut dan payudara, mulai panik karena sudah rajin mengoles beauty oil tapi masih keluar si stretch mark ini padahal utang stretch mark dari kehamilan pertama masih banyak sekali T_T

A pregnancy sympton that i hate most in this phase was the horrific dryness of my skin. Hampir seluruh bagian muka saya mengelupas, terutama dibagian bawah mulut. It's awful! :( Untuk kedua masalah tadi saya masih coba pakai Bio-Oil dan belum sampai sih sebulan pemakaiannya jadi belum terlalu keliatan signifikan perubahannya.


14 weeks
Bagian payudara sudah mulai terlihat semakin membesar yang pastinya karena pengaruh hormon, kaki pun mulai menambah sizenya dari 36 menuju ke 38 huhuhu dan terpaksa harus mencari beberapa flat shoes / sandals dengan ukuran saya yang baru sementara waktu. Bye heels, sejauh ini on top of my list sudah pasti di FitFlop karena ga bikin saya cepat pegal dan nyaman juga kalau dipakai/ I think i'm gonna start collecting 'em.

15 weeks
Saya rasa di minggu ini saya mulai merasakan ada nya tendangan kecil atau mungkin lebih ke seperti gerakan-gerakan di perut saya. It feels amazing, saya sendiri masih ragu apakah si baby ini sedang menendang atau hanya sedang bermain atau malah sugesti saja hahaha, but i'm sure she/he was there! :D

16 weeks
Babymoon-time! Setelah cukup pusing dengan beberapa keluhan kehamilan serta mood yang naik turun selama hamil (mostly naik pitam terus sih, haha sorry bey!) akhirnya saya berhasil membujuk suami untuk pergi babymoon atau lebih tepatnya familymoon karena Inaaya tetap ikut terus bersama kami :p Meskipun plan nya dadakan, saya menyempatkan diri untuk kontrol ke obygn saya untuk memastikan kondisi saya aman untuk terbang dan mendapatkan surat ijin terbang.

Saya sendiri cukup banyak berjalan-jalan selama 5 hari berada di Bali, dan bisa dibilang super aktif. Memang saya akui disela-sela perjalanan saya beberapa kali istirahat, jadi memang tidak bisa disamakan kondisi fisik nya saat hamil dan saat sedang tidak hamil. Di hari ke 5 menuju Jakarta, kaki saya ternyata benar-benar membengkak dan saya rasa karena kecapekan. Saya sempat merendam kaki di air hangat dan bath salt selama 2 hari dirumah dan kaki mulai mengempis.

17 weeks
Di minggu ini saya terserang batuk, sepertinya karena kecapean sepulang dari Bali. Batuknya sih belum cukup menganggu hanya saja tidak enak karena setiap batuk perut saya jadi agak keram. Rencananya saya mau ke dokter sekaligus minta ijin terbang lagi minggu depan, jadi sementara saya hanya mengkonsumsi air hangat saja dirumah dan banyak istirahat.

18 Weeks
Di usia kandungan ini karena sudah benar-benar merasa fit, saya kembali melakukan trip ke Singapore bersama teman-teman arisan saya di salah satu lembaga pengembangan anak, RG. Kebetulan obygn saya sedang cuti keluar kota dan saya malas bertemu obygn lain sehingga kali ini nekat terbang tanpa meminta surat ijin terbang lagi (jadi saya memakai surat ijin terbang 2 minggu lalu saat ke Bali) dan masih membiarkan batuk yang menyerang saya karena belum sempat bertemu si ibu obygn.

Selama 2 hari di Singapore, ternyata saya jauh lebih lebih lebih aktif ketimbang saya di Bali. Karena memang niatan ke Singapore ini adalah karena saya ngidam membeli pernak-pernik pelengkap home office saya di salah satu store disana, HAHA. Iya, kesel ya denger ngidamnya..... :p Meskipun hanya 2 hari 1 malam tapi dengan NONSTOP jalan kaki sepanjang orchard, saya berhasil pulang dengan kaki bengkak dan digotong di bandara hahahhaha. Kesal sekali karena di soetta saat landing tidak disediakan wheel chair, jadilah saya naik trolley barang T_T Untung para ibu-ibu yang pergi bersama saya ini super pengertian mau dorongin dan bawain belanjaan dan bagasi saya, hehe.

19 Weeks
Sepulangnya dari Singapore, keesokan harinya saya memasuki weeks 19 dan langsung check up ke dokter karena batuk saya semakin parah (berdahak dan gatal), perut keram, badan rontok, pokoknya benar-benar ambruk. Obygn saya hanya menginfokan kalau saya terlalu capek dan hanya perlu beristirahat dan wajb meminum air putih 3 liter sehari sampai saya merasa baikan. Untuk batuknya saya diresepkan fluimucil untuk mengencerkan dahak juga, dan di trimester kedua ini saya diberikan kalsium serta tambahan supplemen ibu hamil.

Dalam waktu 3 hari badan saya sudah mulai berasa enakan tapi batuk belum kunjung reda padahal obatnya si fluimucil sudah habis.

20 weeks
Di minggu ini saya sakit pinggang parah. Nyeri luar biasa sampai saya kesusahan untuk bergerak. Saya memutuskan untuk pijat di mom and jo dan kebetulan therapis langganan saya yang saya panggil kerumah karena saya tidak sanggup bepergian.

Berhasil teriak-teriak nyeri beberapa kali saat titik nyeri nya kesentuh dan si therapis pun cuma berani mengelus saja tanpa pijat karena takut salah-salah.

21 Weeks
Sepertinya ini minggu terburuk dalam sejarah kehamilan saya, dalam kurun waktu 5 hari semenjak sakit pinggang saya tiba-tiba ketika bangun tidur siang saya dilanda nyeri sangat hebat di bagian pinggang kanan mendekati punggung. Saya berhasil teriak-teriak dan menangis kesakitan serta meminta suami segera pulang dan mengantarkan saya ke obgyn terdekat.

Perjalanan ke obgyn terdekat yang hanya 5 menit dari rumah pun memakan waktu 1 jam karena untuk keluar kamar, turun tangga sampai masuk mobil pun saya kesulitan sampai meronta-ronta kesakitan dan suami pun tidak bisa menggendong saya siang itu. Sesampainya disana saya sudah benar-benar tidak bisa melakukan apa pun, obgyn langsung memasukkan semacam pain killer bernama Ket..... Hmm ket apa ya saya juga lupa, yang pasti melalui anus dengan dosis double agar saya tenang terlebih dahulu sebelum kondisi bayi dan saya diperiksa dan menghindari adanya kontraksi. Selang 15 menit, pinggang saya masih nyeri namun bisa tertahankan pengaruh dari si obat tadi. Obgyn langsung memeriksa kondisi bayi yang alhamdulilah sehat, normal dan aktif sekali. Lanjut beliau melakukan pemeriksaan urin lalu pemeriksaan untuk radang usus buntu karena kecurigaannya ada pada usus buntu namun hasilnya nihil.

Setelah berada selama kurang lebih 3 jam disana, saya langsung dirujuk ke Spesialis Orthopedi untuk pengecekan di tulang saya, karena bisa saja ada kemungkinan HnP atua saraf terjepit. Saya dan suami langsung menuju RS. Premier Bintaro yang kala itu masih ada 1 dokter ortho yang masih bertugas, disana saya kembali nyeri hebat dan dipersilahkan untuk mendahului pasien-pasien yang lain karena sudah 'urgent' dan ditakutkan adanya kontraksi. Dokter mendiagnosa tidak ada saraf terjepit namun kemungkinan masalah otot atau pembengkakan di bantal sendi dan menyarankan saya untuk segera melakukan MRI, namun saya masih menolak karena kondisi hamil dan saya was-was sekali karena takut ada radiasa (meskipun dokter sudah meyakinkan tidak adanya radiasi pada MRI). Dan saat itu juga saya diminta untuk rawat inap namun saya menolak karena menurut saya, saya lebih merasa nyaman dirumah.

Dokter pun memberikan beberapa resep obat untuk bengkak di bantal sendi saya dan penghilang nyeri yang aman untuk ibu hamil jika tiba-tiba nyeri hebat datang lagi. Meskipun saya tidak jadi melakukan MRI, dokter menyarankan jika sampai 2 minggu nyeri masih datang dan saya masih kesulitan berjalan, saya diwajibkan untuk MRI. Huh, jadi kesel sama takut sendiri membayangkan saya harus masuk ke mesin MRI bersama baby diperut T__T Hopefully i can get better in 2 weeks so i don't have to deal with MRI :(

22 Weeks
Minggu ke 22 ini saya mulai merasakan kaki dan tangan saya mulai bengkak. Saat kecapean pasti kaki saya membengkak, dan entah kenapa ada fase dimana ka dang tangan saya ikut membengkak namun tidak lama kemudian kembali normal. Agak aneh sih tapi sepertinya kalau baca di beberapa forum kehamilan, i think its normal and fine.

Di minggu ini, bayi ku pun gerakannya semakin aktif. Jauuuuh lebih aktif daripada Inaaya dulu, rasanya bener-bener meriah karena hampir setiap saat kayanya saya bisa merasakan baby ini seolah lagi main akrobat didalam perut. Awalnya agak tidak nyaman sih, tapi lama kelamaan karena saya menganggap dia ini aktif dan happy didalam perut, saya jadi senang sendiri setiap kali dia jumpalitan di dalam :p

Update untuk pinggangku, alhamdulilah obat dari ahli orthopedi kemarin sangat membantu. Saya merasa jauh lebih. Baik dalam waktu kurang lebih 1 minggu, jadi saya tidak perlu mengkhawatirkan tindakan MRI selama saya merasa pinggangnya sudah aman. Hanya saja saya memang belum bisa kecapean karena kalau jalan cukup lama, nyeri pinggang luar biasa nya pasti kambuhlagi. 

23 Weeks
Mood swing. Kalalu kecapean saya benar-benar gampang sekali marah atau kesal dan bikin saya dan suami sering ribut. Alhamdulilah suami termasuk orang yang sangat sabar dan kadang sering mengalah mungkin karena memang melihat kondisi mood saya yang kurang stabil di usia ini.


Saya mulai merasakan ketidaknyamanan saat tidur, meskipun sudah memiliki bantal hamil dengan ukuran U shape, tetap saja kadang saya bangun dengan nyeri di beberapa bagian badan seperti punggung dan paha.

24 Weeks
Kontrol kandungan kali ini alhamdulilah berjalan lancar. Beberapa keluhan saya sampaikan ke obygn saya salah satunya nyeri di bagian vagina/selangkangan. Menurut obygn itu termasuk wajar karena berat rahim yang bertambah atau bisa karena gerakan janin yang kuat dan saya dianjurkan untuk berolahraga lagi supaya badan tidak terlalu kaku. Obygn menyarankan untuk melakukan Yoga Hamil atau Renang.

Week 24 ini saya langsung melakukan renang yang sederhana dengan gaya kayak yang dianjurkan obygn krena kebetulan beberapa area yoga hamil yang saya ketahui sedang libur Natal sampai tahun baru nanti.

Di usia kandungan ke 24 ini juga saya makin sering mengalami insomnia. Jadi kadang kalau Naaya dan Papa sudah ngorok saya kebingungan juga harus apa, jadi sering menyicil tulisan blog atau kadang browsing dan baca buku. It sucks karena sebenernya pengen banget tidur cepet supaya bisa jalan pagi, tapi selalu gagal 😂

Post a Comment

© Life at Arcilland - Family and Lifestyle Blog