Monday, February 6, 2017

Maternity Photoshoot with Toddler


I'm sure most of the moms out there pernah melakukan maternity photoshoot dengan pasangannya saat kehamilan pertama. Tapi bagaimana dengan maternity photoshoot kedua bersama kehadiran si Kecil alias si Kakak?


Beberapa hari yang lalu saya baru saja melakukan photoshoot bersama dengan @endarivan_pictures yang memang selalu ada di setiap moment keluarga saya sepertinya, haha. Berhubung kali ini akan mengajak si Kakak, saya lebih merasa santai jika photoshoot dilakukan dengan orang yang sudah memahami saya dan keluarga. Selain itu photoshoot juga dilakukan di rumah dimana saya bisa memastikan kondisi aman terkendali kalau saya ataupun Naaya kelelahan di sela-sela photoshoot.

Nah, kendala terbesar kami kemarin ternyata adalah cuaca. Karena saya sudah pernah foto maternity studio sebelumnya, kali ini saya benar-bener kepingin untuk foto outdoor saja untuk mendapatkan hasil yang juga natural dengan cahaya matahari. Photoshoot ini sudah tertunda 2 hari karena tiba-tiba hujan yang tidak kunjung henti di hari Rabu dan mengakibatkan semua jadwal photoshoot kami jadi kacau balau. Saya harus merembukkan kembali jadwal bersama Enda, Arsya (adik ipar saya yang juga selalu setia bantu make-up setiap ada acara :p) bahkan suami saya yang hampir semua dari mereka punya jadwal yang cukup padat. Untungnya hanya berselang 2 hari mereka semua memiliki jadwal yang kosong. Hampir ga bisa dibayangkan jadwal yang sudah saya atur dari beberapa bulan sebelumnya harus diundur berminggu-minggu kalau seandainya mereka sibuk semua. Duh, bisa keburu lahiran saya! T_T

Di hari Jumat pun, jadwal yang semula direncanakan jam 9 pagi mendadak berubah haluan karena kurang nya persiapan di pagi hari. Saya dan anak saya kesiangan bangun, Arsya pun kesiangan bangun. Make up pun molor sejam dari jadwal yang saya sudah diperkirakan. Padahal hari rabu kemarin semua sudah saya pasang alarm reminder untuk mengingatkan semua pihak, namun karena ganti hari saya jadi lupa memindahkan reminder alarm nya ke hari Jumat.

Saat kami semua sedang siap-siap, hujan ternyata berhasil mengguyur area rumah dan bikin saya frustasi. Pasalnya sekitar jam 9 pagi tadi area rumah saya langitnya sangat cerah jadi meskipun jadwal foto kami molor, saya optimis hujan baru turun di sore hari. Untung pesanan balon helium saya sudah disiapkan pagi-pagi buta karena si abang balon takut kalau tiba-tiba saja hujan balonnya bisa kempes semua huhuhu, saya juga takut kalau balon nya kempes atau pecah karena sudah pesan balon jumbo dari jauh-jauh hari itupun pesan online karena ga ada yang jual di dekat rumah saya. Akibat hujan dadakan itu pun terpaksa photoshoot kami yang sudah molor sampai jam 10 pagi harus mundur lagi akibat cuaca yang tidak mendukung. Dan balon helium pun yang saya isi belasan sempat pecah 3 karena terlalu lama dibiarkan mungkin, alhamdulilah bukan pecah semua T_T

Photoshoot akhirnya mulai dilaksanakan sekitar jam 12.30 dan langit berubah menjadi sangat cerah namun tetap gerimis. Aneh dan menyebalkan, akhirnya saya nekat aja memaksa semua foto begitu gerimis sudah mulai berkurang sedikit. Ternyata ga lama kok, selang beberapa menit gerimis mulai berhenti dan kami sudah mulai melakukan photoshoot bersama. Inaaya sih benar-benar sudah cranky siang itu karena terlalu lama menunggu proses foto dan sudah masuk jam tidur siang. Dibilang frustasi sih iya, karena saya juga kelelahan akibat waktu yang terbuang, tapi alhamdulilah semua bisa saya kendalikan dengan baik dan dengan kesabaran dari si om fotografer, Enda, juga sih alhamdulilah saya tidak terlalu panik jadinya.

Well, belajar dari pengalaman kemarin, aku mau sedikit kasih tips untuk Maternity Photoshoot bersama si Kakak disini. Semoga bisa membantu pasangan lain yang sedang menanti buah hati selanjutnya :D

1) Menentukan Jadwal Photoshoot
Kapan sih waktu yang tepat untuk Maternity Photoshoot? Sebenarnya bisa kapan saja sih, ada yang 6 bulan juga sudan foto. Tapi kalau saran saya lebih bagus di minggu ke 32, karena kan point utama nya adalah untuk menunjukkan kehamilan dan perut, and the belly is at its roundy best at around 32 weeks.

Kalau menunggu lebih dari itu misalkan minggu ke 35/36 saya rasa ibu hamil sudah mulai kehabisan tenaga kalau harus foto dengan beberapa pose dan menghindari juga kalau tiba-tiba harus menghadapi kelahiran secara lebih awal, yang ada malah jadi gagal foto.

Untuk jam pun sesuaikan dengan jam bangun si Kakak jadi dia tetap merasa fit dan kalau bisa jangan molor terlalu lama dari jadwal yang telah ditentukan. Best time sih pastinya pagi sekitar jam 8, anak masih segar sehabis bangun dan mandi serta sarapan. Bisa juga di jam 3 sore anak selesai mandi sore dan jam nya bermain serta mendekati jam golden hour dimana matahari sedang bagus-bagus nya (untuk yang outdoor).

2) Memilih Tema Photoshoot
Banyak browsing, saya merekomendasikan untuk sering lihat-lihat di Pinterest untuk beberapa ide foto karena ide kreatif banyak sekali disana. Bisa searching dengan keywords Maternity Photoshoot, Family Maternity Photoshoot atau Maternity Photoshoot with Toddler. Saya sendiri punya 2 tema sekaligus Gender Reveal yang nanti akan di post di Instagram juga hihi.

3) Cek Perkiraan Cuaca
Ini nih kendala terbesar saya kemarkn karenasaya lupa kalau memang akhir-akhir ini sedang musim hujan. Sebaiknya cek dahulu perkiraan cuaca di area rumah kalian dan buat tema yang kira-kira tidak berbenturan dengan prakira cuaca. Jika memang sedang musim hujan, coba pilih tema yang mengusung tema indoor jadi tidak asal membuat referensi tema foto padahal cuaca tidak mendukung (ya kayak saya ini :p) atau kalau memang kekeuh mau outdoor tapi sedang musim hujan, bisa diakali dengan standby team dari pagi, jadi setiap hujan reda bisa memulai memanfaatkan moment untuk mengambil gambar. Namun kalau saran kedua saya tadi rasanya sih sulit sekali pasti kalau sudah ada anak, haha.

4) Tentukan lokasi foto
Kalian bisa memilih lokasi foto dirumah, di cafe, di hotel, atau manapun yang membuat kalian nyaman dan sesuai dengan tema. Saya sendiri memilih rumah dengan pertimbangan jika saya Naaya kelelahan kami bisa langsung tidur.

Kalau kalian sudah memilih tempat nya, pastikan tidak terlalu banyak spot yang akan digunakan. Saya sendiri memilih kurang lebih 3 spot foto namun ternyata ketika mulai foto di 1 spot saja saya sudah kelelahan luar biasa dan akhirnya disitu aja terus foto nya ga ganti-ganti spot, haha. Jadi alangkan baiknya memilih satu titik lokasi saja karena dijamin bumil akan kelelahan kalau sibuk pindah sana-sini.

4) Memilih outfit yang nyaman.
Mulai diskusikan outfit yang akan dikenakan dari jauh-jauh hari terutama kepada suami. Kadang suami suka dadakan baru mulai menyiapkan baju mendekati hari photoshoot jadi usahakan kita sudah merembukkan terlebih dahulu tema dan warna pakaian yang akan digunakan supaya memudahkan suami untuk mencari. Kalau suami saya kebetulan tipe yang mau cari sendiri jadi ga mungkin saya yang belikan karena takut tidak cocok.

Untuk si ibu tentukan apakah ingin memakai dress atau memang menunjukkan bagian perut secara terbuka. Saya sendiri punya banyak sekali stretch marks dan sangat tidak pede kalau harus menampilkan perut saya untuk difoto. Kalau pun di edit, saya jadi merasa foto tersebut tidak natural jadi saya memilih untuk memakai dress hamil yang super loose supaya saya juga ga gerah dan nyaman selama foto.

Inaaya sendiri saya pesankan dress dari salah satu online store favorit saya, @happyelm, yang sudah saya infokan dari satu bulan sebelum photoshoot.

Yang terpenting, siapkan dari jauh-jauh hari. Ibu hamil besar itu sudah gampang lelah jadi ga bisa aktif langsung memilih dan menyiapkan semua outfit secara bersamaan dalam satu hari. Misalkan hari ini mencari dress anak, besok lusa dress sendiri dan minggu depan baju si Ayah. 

5) Siapkan props foto
Props untuk foto juga perlu disiapkan dari  jauh-jauh hari. Kali ini saya menggunakan balon helium, balon jumbo, pita balon, confetti dari kertas crepe, flower crown, pita balon, dan beberapa props lain nya. 

Jangan lupa untuk merapikan props ini didalam satu kotak supaya tidak bercecer dan kelupaan. Jika dirasa ada props yang sulit dicari atau tidak ada waktu untuk membeli, bisa coba pesan online namun pastikan pesanan dilakukan jauh-jauh hari. Hampir semua props foto saya kali ini saya pesan online karena keterbatasan waktu dan tenaga, dan saya pun pesannya 2 minggu sebelum photoshoot untuk menghindari kendala seperti stock habis atau masalah di ekspedisi.


6) Buat plan photoshoot
Kalau saya sih ini hukumnya wajib. Jadi saya bukan hanya sekedar make up dan di foto. Saya sudah menyiapkan beberapa contoh foto maternity untuk bahan referensi fotografer saya. Fotografer sendiri pasti sudah punya arahan untuk foto namun pasti ada beberapa referensi gaya yang kita inginkan dan daripada membuang waktu memikirkan posisi atau style foto, alangkah baiknya jika referensi tersebut di simpan di gallery atau di print agar mudah dilihat.

Make up dan outfit juga perlu untuk di plan mau seperti apa. Misalkan mau make up seperti apa, natural kah atau smokey eye look, serta warna lipstick yang cocok dengan pakaian sudah bisa di diskusikan/di plan dari jauh-jauh hari. 

Setiap outfit pun sudah di plan akan dipasangkan dengan sepatu atau aksesoris apa ,sehingga nantinya juga akan menghemat waktu.

Oh iya, di plan photoshoot yang saya jelaskan sebelum nya, saya membuat beberapa plan cadangan which is menyiapkan beberapa referensi foto untuk case yang tidak terduga. Misalkan anak cranky maksimal, saya sudah menyiapkan referensi dan plan untuk foto hanya berdua dengan suami. Atau malah si anak ga memperbolehkan kita berdua suami karena mau nya sama ibu nya terus? Ya sudah mau ga mau maternity photoshoot sendiri dan berdua si anak aja sambil colongan sesekali sama suami, jadi saya sudah siapkan referensi foto berdua saja dengan anak. Pokoknya bakal banyak case tak terduga, sambil dipikir-pikir deh sambil bikin back up plan :p 

7) Snack and iPad
Nah ini ga kalah penting dari semua unsur diatas tadi. Pastikan snack dan susu banyak dirumah, khusus hari photoshoot kemarin semua snack yang jarang saya kasih seperti beberapa jenis coklat saya siapkan dan juga susu. Ipad pun yang dikeluarkan di hari tertentu terpaksa nongol diatas dalam keadaan full battery untuk menghibur si Kakak. Well, meskipun molor sampai 3 jam dan Naaya ngantuk, snack dan iPad ini berhasil bikin anaknsaya tetap happy selama menunggu.

7) Stay calm
Salah satu jurus yang udah diingat dari awal supaya terus tenang selama foto karena saya sudah yakin pasti akan ada hambatan. Anak rewel sudah pasti, yang jelas mood ibu harus tetap terjaga dan jangan sampai terpancing emosi karena hanya akan merusak mood/suasana foto.

Kira-kira begitu sih tips maternity photoshoot with toddler dari saya. Mungkin kalau ada yang ingin ditambahkan atau ada pengalaman maternity photoshoot bersama si Kakak yang riweuh, feel free to leave a comment below ya!

Thank you for reading and have a nice day! :)

Post a Comment

© Life at Arcilland - Family and Lifestyle Blog