Monday, June 19, 2017

Our Very First Artwork


Our Dining Room

As you guys know, dari akhir tahun lalu saya sedang menyicil untuk mengisi perlengkapan rumah kami yang saat ini sudah mulai terisi hampir 50%/. Yes, progress nya selama itu karena kesibukan mengurus keluarga, dan sedang hamil, plus mengurus si Kakak. Jadi meskipun lama, begitu rumah sudah mulai terlihat 'berisi' rasanya bahagia bukan main :D Dari mulai kosong melompong, akhirnya ruang tamu mulai ada furniture, kantor mulai cerah dengan perlengkapan kerja saya dan suami, kamar anak-anak mulai lengkap dan juga kamar pribadi saya dan suami.
Emang dasar ibu-ibu, begitu perlengkapan rumah sudah mulai lengkap selanjutnya 'mupeng' untuk cari perintilan buat hiasan rumah. Segala dari mulai tanaman, hiasan lucu yang ga penting saya beli supaya saya nyaman dirumah. Tiap sudut rumah sepertinya sudah mulai penuh dengan tanaman, saya lanjut cari nampan lucu, vas bunga lucu, iya semua yang serba lucu, namanya juga perempuan... ;D

Sampai akhirnya saya punya pikiran untuk beli artwork untuk dipajang dirumah. Agaknya berat ya keluarga muda udah bergaya cari artwork, suami pun nyaris kena heart attack begitu saya bilang mau mencari artwork buat pajangan dinding. Akibat pelototan suami keinginan untuk punya artwork kece pun jadi maju mundur karena kalau dipikir-pikir bener juga, gimana orang awam kaya saya bisa milih artwork yang bagus dan murah, lalu dimana? Kayanya terlalu boros jika harus beli artwork di gallery karena bayangan saya lukisan-lukisan di gallery itu mahal sekali plus agak kurang ngerti juga kalau harus ke gallery mesti milih yang mana hahaha bisa bisa saya diketawain para pecinta seni disana :D. Niat pun diurungkan. Lanjut cari perintilan lucu aja yang sama sama aja boros.....

Waktu hamil tua saya iseng iseng lagi browsing tentang gallery yang menjual lukisan murah saking saya bener-bener mengisi beberapa titik kosong dirumah. Setidaknya suami pasti bakal mengiyakan kalau istrinya laagi hamil HAHA. Nice trick! Patut dicoba para calon ibu. Nah saya ketemu beberapa penjual lukisan online yang saya pelajari satu persatu seperti apa sistemnya dan artwork apa yang mereka punya. Kecanggihan teknologi pokoknya benar-benar memudahkan ya zaman sekarang, untuk cari artwork pun ga perlu susah susah sekarang. Disaat lagi browsing itu saya juga sudah terpincut dengan salah satu website yang menjual artwork yaitu, Spasium

Kenapa saya kepincutnya sama website Spasium? Setelah cukup lama browsing website mereka, saya perhatikan mereka yang menyediakan artworks yang sangat affordable dari seniman-seniman terpilih Indonesia. Yap, semua karya merupakan karya seniman Indonesia (ada artisnya), bukan cuma beli image bebas di online trus mereka produksi limited copy. Dan saya bener-bener baru tau nama nama semua seniman itu, karena sebelumnya saya ga pernah tau dan ternyata artworks mereka keren-keren.

Sayang banget kayanya ga banyak yang tau, coba kalian browsing deh pasti takjub liat beberapa karya seniman Indonesia. Pilihannya juga banyak, saya jadi tau beberapa nama seniman muda indonesia dan malah asik sendiri mempelajari style mereka terakhir yang makin bikin kepincut sudah jelas pasti harganya bersahabat, tinggal pilih sendiri ukuran dan media apa yang kita mau.

Next step, kepo. Namanya juga masih awam, saya mencoba kepo ke semua social media mereka, termasuk Instagram. Akhirnya saya menemukan keseruan proses dari pemilihan artworks melalui Spasium, disini saya bisa konsultasi dan tanya-tanya, yes bertemu langsung dan di assist oleh team dari Spasium untuk pemilihan artwork yang sesuai dengan kebutuhan rumah. Saat ketemu saya pun berbincang bincang mengenai kebingungan saya memilih artworks, harga yang takut kemahalan kalau ke gallery, dsb. Ga kerasa sih perbincangan jadi berjam-jam karena mendadak saya jadi curhat soal pemilihan artworks sampai mendadak ngerti style beberapa seniman indonesia saat mereka tunjukkan beberapa karya nya di sebuah portfolio. Suami saya... ya manggut manggut aja karena mungkin bukan passion nya di art, tapi saya kaya ga mau udahan ngebahas soal hasil karya seniman indonesia yang bener-bener saya baru tau. Mendadak saya jatuh cinta sama karya-karya Natisa Jones yang abstrak dan unik.



Ada tampilan figur-figur dengan anatomi abstrak. Wajah yang tak tampak bulat, kaki yang tak lurus, gestur tubuh yang mencondong ke sisi yang agak aneh, tapi gatau kenapa saya suka, ga bisa dijelaskan dengan kata-kata hahaha. Dan baru tau dari spasium kalau Natisa ini sudah cukup well-known lah di dunia seni, hehe ternyata selera saya oke juga :D


Saking serunya mengurus si artworks di ruang tamu, saya lanjut deh ke kantor dan kamar Naaya. Janjinya sih cuma satu area aja, tapi melihat koleksi dan varian style artwork yang bisa dipilih cukup banyak di Spasium rasanya mending sekalian aja. Toh juga hemat waktu mesen nya kan karena kita beli nya online dan nantinya juga ready to hang which is sudah tercanvas sesuai pilihan saat datang. Saya tinggal duduk manis kan milih-milih dari hp/laptop, haha



Di home office saya sendiri merupakan area yang paling membingungkan buat saya. Area ini yang awalnya benar benar perlu artworks agar suasana nya lebih hidup apalagi saya banyak menghabiskan waktu disana. Galau berat mau taruh apa, akhirnya saat konsultasi dengan team dari Spasium dan saya dapat saran untuk meletakkan karya Romo Jack. Waktu saya liat karyanya, reaksi pertama yang keluar langsung, "Iya! Itu itu!". Itu reflek hati yang mendadak menemukan mood yang pas untuk home office saya.



Romo Jack ini adalah salah satu creative photographer yang menciptakan dunia nya sendiri melalui photography. Nah dia ini terkenal dengan karya nya "What My Hands Doing". Apa sih karya nya yang ternyata cocok sekali sama saya? Pekerjaan saya bisa dibilang "making things" which apa saja saya buat. Saya menulis suatu blog untuk para ibu, saya membuat hal-hal kreatif dirumah untuk anak-anak saya through a creative DIY, dari mulai menjahit, membuat hiasan rumah, menenun bahkan quilting. Yes anything that could inspire me is from making something.

Di salah satu karya Romo Jack yang berjudul Pain Killer ini terlihat ada tangan yang sedang menenun. Tersebar di sekitarnya juga benang, kancing, gunting, dan peralatan craft lainnya. Ya, itu benar-benar kegiatan sehari-hari saya saat saya sedang jenuh. Saya bisa pergi menemui mesin jahit saya atau alat tenun kecil saya yang terbuat dari kayu. Saat lelah dan malas untuk membuat sesuatu yang rumit, saya bisa menemui lem, kertas, gunting dan membuat hal sederhana lain nya. Ah, kalau tidak konsultasi atau tidak menemui website Spasium ini, home office saya mungkin belum menemukan pasangan nya untuk hidup supaya bisa menambah kenyamanan saya bekerja :D

Proses yang menyenangkan saat menemukan artworks untuk home office saya pun berlanjut ke kamar kakak Naaya. Lagi-lagi saya galau, kepingin sesuatu yang colorful tapi tidak terlalu childish. Saya mencoba mengkonsultasikan dengan pihak spasium sembari browsing di website mereka saya menemukan salah seorang graphic designer based in Jakarta, Marcilea Adinda

 Fotonya beda cuma karena sudah ganti sprei ya :D

Dia menunjukkan karya nya dengan gaya "dreamy conceptual images". Warna yang digunakan adalah warna-warna cerah, selain itu komposisi gambarnya benar-benar minimalis membuat karya nya membangkitkan mood ceria di area kamar Naaya tersebut tanpa harus terkesan childish dan keramean. Yang tadi nya area tidur nya terlihat kurang 'hidup', mendadak saya merasa kamar nya sudah lengkap denga artworks yang baru. Gemes ya!


Nah di next artikel aku akan ceritain lagi proses si artworks ini dikerjakan sampai kerumah dan dipajang dengan cantiknya disudut rumah ya. Ga sabar untuk share cerita selanjutnya mengenai pemilihan artworks pertama kami dirumah karena seru banget sekarang bisa belanja artwork untuk kebutuhan isi rumah dengan mudah, hemat waktu karena online, terjangkau juga. Setidaknya keluarga muda kaya saya ga perlu mikir artworks itu sesuatu yang mahal banget kaya pemikiran saya diawal awal ketika ingin mengisi rumah. Dan yang terpenting artworks itu something valuable, bukan dilihat fisik / medianya (print, cuman cat, cuman foto, dll). Artworks is something beyond that karena itu merupakan buah kreasi dan pemikiran orang-orang kreatif.

Kalau ada platform seperti Spasium ini menurut saya pribadi sangat membantu untuk mendorong perkembangan talent-talent kreatif Indonesia di bidang art. Coba deh bayangin, dengan adanya apresiasi art yang meningkat di masyarakat, hopefully talent kreatif di negara kita ini bisa lebih percaya diri untuk berkarya lebih jauh. Karena bisa jadi loh suatu saat anak kita sendiri yg nantinya akan memilih jalur art untuk berkarir. Who knows?

No comments:

Post a Comment