Saturday, November 4, 2017

#ASI - Breastfeeding and ASI Booster




Belakangan ini memasuki usia Naura 7,5 bulan, saya ingin bercerita bagaimana saya cukup stress dan kelelahan sehingga ASI saya seret. Tekanan pekerjaan dan lingkungan yang sepertinya berhasil bikin saya at the lowest poin sampai saya sering menangis ini menjadi suatu titik dimana saya ingin memaksakan diri melakukan kegiatan menyenangkan demi ASI Naura.
Dulu sepertinya jarang sekali saya mengalami yang namanya ASI seret, entah kenapa anak kedua ini, sering kali saya temui waktu dimana ASI saya bisa berkurang cukup drastis. Saya bisa merasakan hal tersebut juga karena melihat Naura yang cukup rewel setiap habis menyusu seolah belum kenyang atau juga melihat hasil pumping yang cuma ngotor-ngotorin botol padahal biasanya penuh. Situasi yang cukup sulit ini lah yang membuat saya mencoba memutar otak untuk mengembalikan semangat ASI dan berusaha untuk tidak menyerah karena perjalanan ASI Naura masih cukup panjang untuk sampai ke titik 2 tahun. Dari anak pertama saya selalu mencoba untuk menanamkan pikiran positif mengenai ASI dan sebisa mungkin menghindari stress demi bisa memberikan anak-anak hak mereka yaitu, Air Susu Ibu. Apa pun itu saya lakukan dari mulai menghindari stress berlebih, mengkonsumsi berbagai jenis ASI Booster untuk menemukan yang cocok sampai melakukan kegiatan yang membuat diri saya happy dan relax.

Kali ini aku mau share pengalaman menyusui belakangan ini dan usaha apa saja yang saya lakukan demi mengembalikan produksi ASI untuk adik Naura.

Stay Happy and Positive
Salah satu upaya utama yang saya lakukan sudah pasti mencoba untuk tenang, rileks, dan tanpa henti meyakinkan diri saya bahwa ASI saya cukup untuk Naura. Banyak yang bilang kondisi hati seorang ibu yang bahagia dan positive adalah booster ASI yang paling ampuh.  Namun percayalah, jika lingkungan ibu tersebut tidak mendukung 100% pasti nya sulit untuk meningkatkan produksi ASI.

Ini terjadi hampir di semua kehidupan para ibu, saya mendapati kisah ini di salah satu komunitas yang sedang saya dirikan. Bagaimana mereka menceritakan kondisi mereka yang orang sekitar tanpa sadar menganggu suasana hati mereka. Dari komentar sederhana seperti “susu nya terlalu cair, anak nya ga akan kenyang", "Seret tuh ASI-nya, kenapa ga mau dikasih sufor”, atau suami yang tidak bergantian menjaga anak sampai ibu kelelahan, atau keributan besar yang terjadi dirumah sampai si ibu pun memiliki beban pikiran, wah macem-macem cerita disana.

Selain lingkungan sekitar, ada lagi lah pengaruh Social Media. Lihat postingan stock ASIP orang iri, lihat postingan hasil pumping 10 menit ada yang sampe 5 botol lah, udah deh tutup mati hati dan telinga aja saran saya, haha. (Real experience from our members) You're not alone, baca aja cerita-cerita mereka yang senasib jadi kalian para ibu tau kalau kalian punya teman seperjuangan. Itu membangkitkan semangat kok.


Mengkonsumsi sayur, buah-buahan, kacang.
Percobaan lainnya sudah pasti dari yang paling common dan selalu diingatkan oleh orangtua kita, mulai rutin konsumsi sayur dan buah-buahan: Dari mulai daun katuk, jantung pisang, bayam, labu siam, semangka, pepaya, dll. Kadang juga saya disiapkan kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, edamame, sampai ke yang herbal seperti habbatussauda dan sari kurma. Beragam lah pokoknya. Awal awal sih setiap hari saya konsumsi sayuran minimal sepiring biar ASI-nya banyak dan pencernaan lancar. Tapi semakin kesini dengna kesibukan yang cukup padat kadang sering kelupaan makan sayur dan buah, jadilah bablas. Kurang praktis aja gitu menurut saya, kalaupun dibekelin yaampun saya males banget pergi-pergi bawa bekel. Rasanya cuma menuh-menuhin barang bawaan saya aja dan berujung lupa dimakan.


Mengkonsumsi ASI Booster
Nah kalau ini udah bener-bener opsi paling simple yang ditemukan zaman sekarang. Sudah banyak iklan, review, testimoni mengenai berbagai jenis ASI booster dan sebut aja silahkan satu-satu dari mulai Blackmores, Asifit, Molocco B12, Milmor, itu sudah semua saya coba dan berujung malah ketumpuk di laci. Why oh why? Karena saya males dan suka lupa nelen pil, hahahah. Berujung saya memutar otak ke bagaimana caranya biar saya ga lupa.
Akhirnya mulai dapat ide untuk mencoba mengkonsumsi produk yang ga mungkin saya lupakan karena merupakan ritual pagi hari saya; yaitu Teh dan Kue, haha. Dasar saya anaknya suka nyemil, mau lagi ngapain juga entah sedang kerja, menulis atau pun streaming biasanya saya selalu punya cemilan di setiap sudut kantor, jadilah kalau dipikir-pikir better aku stock ASI Cookies di setiap jar dan saat ini saya sedang pakai yang Milky Mama ASI Booster Cookies. Selain itu, salah satu kebiasaan saya di pagi hari adalah mengkonsumsi teh ataupun kopi, masih dengan merk yang sama yaitu Mamabear aku stock di pantry, lanjut deh saya pesenin ke mbak dirumah kalau tiap pagi teh saya suruh ganti sama si Mamabear ini, kopi terpaksa skip dulu untuk malem. Menurut aku cukup praktis aja ternyata kalau Teh dan Kue karena bisa dikonsumsi dimana saja. Belum lagi kalau kue, busui kan doyan banget nyemil jadi sepertinya ini sulit buat dilupain dan gampang dibawa kemana-mana. Sekilas sekalian aku bantu review ya barangkali diperlukan untuk opsi ASI Booster:


Mamabear Teh Pelancar Asi
Komposisi nya Fenugreek seed, Anise seed, Fennel seed, Habbatussauda Moringa Leafs, Curcuma Zanthorrhiza, Curcuma Longa ini di klaim oleh produsen terbukti membantu meningkatkan produksi dan kualitas ASI. Efeknya di aku? Ngaruh banget, karena ini bener-bener rutin sih aku minum setiap pagi. Karena bentuknya teh, tinggal di seduh dengan air panas, nunggu pekat, siap minum deh. Buat saya yang mobile banget pun ini gampang dibawa-bawa cukup aku taruh di plastik ziplock kecil. 1 dusnya itu isi 20 kantung  dan harganya sekitar 45.000. Untuk rasanya mirip seperti jamu, saya cuma mau minum ini kalau pakai madu, kalau tanpa madu beneran saya ga mau nelen hahaha. Kembali lagi ke selera masing-masing individu sih, temen saya malah doyan banget minum ini.


Milky Mama ASI Booster Cookies
Cookies ini berbahan dasar Superfood seperti Flaxseed, Chia seed dan Almond yang dipadukan dengan butter. Tersedia dalam 2 varian rasa, ada Choco Chips dan Oreo. Favorit saya sih yang oreo. Rasanya? Enak banget. Gagal paham saya kenapa bisa seenak ini, jadi bikin hati galau antara mau naikin produksi ASI atau nambahin angka berat di timbangan. Ini satu toples aja bisa saya habisin dalam waktu 1 jam.... kemarin sempet khilaf beneran sejam abis setoples. Besokan nya saya pindahin per sajian ke ziplock kecil daripada khilaf lagi, haha. So far saya paling seneng sama si cookies karena penyimpanan nya mudah dan tahan lama, serta bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu diseduh atau apapun, simple dibawa pergi untuk yang mobile seperti saya karena ukuran wadahnya juga tidak makan tempat.



Kira kira dengan usaha sederhana yang saya lakukan diatas, sebenarnya cukup membantu terutama dari bagian mulai rutin ASI Booster. Mungkin saat ini hanya tinggal perlu meninggalkan lingkungan yang kurang kondusif untuk bikin otak tetap fresh otaknya, hihi. Doakan semoga ASI kembali lancar ya! Feel free to share your breastfeeding journey here ataupun ASI Booster favorit mama. Thank you for reading and have a nice day!

No comments:

Post a Comment