Saturday, November 25, 2017

#ASI - Spectra 9+ vs Spectra S1 Plus


Dari semenjak saya hamil Naura awal, saya sudah memutuskan untuk kombinasi Direct Breastfeeding dengan Pumping. Mengingat kesibukan saya yang saat ini benar-benar menyita waktu dan saya ragu untuk terus membawa anak saya apalagi kalau pulang malam. Saya masih menganut pemikiran bahwa bayi akan berkembang dengan baik saat mereka tidur dengan cukup. Memang sih mereka akan tidur terus selama bepergian, tapi coba deh bayangkan, kita saja orang dewasa yang tidur di jalan bisa tetap capek. Dengan pemikiran itu lah saya memutuskan Naura lebih baik saya tinggal-tinggal dengan neneknya dirumah.


Dari trimester kedua saya sudah banyak membaca soal pompa ASI dan juga botol. Fokus saya saat itu masih ke Pompa ASI karena hal itu ada di dalam list hospital bag saya. Tidak lagi deh say amengulang kesalahan lupa bawa pompa jadi kesulitan saat payudara bengkak pasca hamil dan dulu RS bersalin saya tidak menyiapkan fasilitas breast pump. Setelah baca review sana-sini dan melirik beberapa pompa ASI milik teman akhirnya saya memilih 2 pompa ASI merk Spectra. Saya memilih 2 pompa ASI untuk 2 situasi yang berbeda. Yang satu memang untuk dirumah saja dan yang satu yang lebih ringkes untuk saya bawa-bawa. Berikut review detailnya ya:


Spectra 9+
  • Rechargeable. Specra 9+ ini bisa di charge dan bisa juga diisi batre jadi kita tidak selalu bergantung pada sumber listrik. Kalau saya masih full menggunakan fitur charge karena kalau sudah di charge full bisa bertahan seharian penuh kok.
  • Double Phase. Jadi ada fase stimulasi atau massage dari corong yang sudah termasuk dengan bantalan nya serta ada fase expression untuk menarik ASI lebih kuat. Nah ini bisa kita set dengan mudah karena spectra 9+ hanya terdiri dari 4 tombol, jadi tidak akan membingungkan.
  • Ada LCD Screen pada mesin untuk menunjukkan berapa lama durasi kita saat pumping (timer), seberapa besar kekuatan atau tingkat hisapan dan juga berapa banyak sisa battery.
  • Auto Shut Off kalo kita sudah pumping sekitar 30 menit.
  • Suara mesin halus. Hal ini sudah saya make sure karena sudah pernah memakai Medela Swing & Avent Electric yang notabene lebih berisik.
  • Sedotannya tergolong paling kuat, spectra 9+ bisa mencapai 10 level. Dari paling pelan seperti massage kecil, sampe paling bikin puting tertarik keras. Kalau untuk massage nya bisa sampai ke level 5.
  • Bisa dipakai dua cara yaitu Single Pump atau Dual Pump. Dual Pump nya paling oke buat saya karena kita bisa langsung kita pakai di 2 pd sekaligus, jauh lebih efisien dan lebih cepat.
  • Closed System, jadi semacam ada barrier antara area pengumpul susu dan tube sehingga tidak ada susu atau kotoran yang bisa masuk ke area tube ataupun mesin.
  • Cocok banget untuk pumping on-the go karena ukurannya compact dan ringan
Part yang terdapat di dalam Spectra 9+

Pada saat pembelian akan ada beberapa part didalam box nya yang terdiri dari 2 Breast shields ukuran standard 24mm, 2 bottles, 2 Slow Flow Soft Nipples, Tubing, 2 Disc, 2 Cap, 2 Backflow Protectors, 2 Valves, 1 Power adaptor.  Oh iya, saya punya dua breast shield karena ragu takut kebesaran/kekecilan. Standard breastshield yang didapat itu size S ukuran 24 mm (other sizes yang saya purchased separately agak lebih kecil yaitu XS ukuran 22 mm.


Spectra S1 plus
  • Spectra S1 plus ini sudah hospital grade jadi jelas kekuatan pump nya jauh lebih besar dibandingkan spectra 9+ ya jadi ga bisa disaingin kalau untuk kekuatan pump.
  • S1 Plus ini memiliki karakter hisapan tersendiri yang unik dan tidak bisa ditemui di pompa ASI portable. Jadi dalam 1x hisapan terdiri dari beberapa kali hisapan kecil persis seperti kenyotan bayi. (One of the best feature i think) Jadi saat pakai S1 plus ini saya bisa merasakan LDR jauh lebih banyak ketimbang saat memakai Spectra 9+ and this feature saving lots of my time. Waktu pumping jauh lebih cepat dan ASI lebih banyak.
  • Spectra S1 Plus ini punya 12 level expression mode, lebih banyak 2 level ketimbang Spectra 9+. Saya sih sanggup-sanggup aja sampai level 12 dipertengahan pumping, malah jadi cepet dan banyak banget dapet ASI nya hihi.
  • Ada fitur nightlight, jadi kalau tengah  malam sedang pumping lumayan kebantu banget bisa liat display nya tanpa menyalakan lampu
Spectra S1 plus ini tidak memiliki built-in battery jadi hanya bisa digunakan dengan Adapter
Spectra S1 plus ini tidak compact ya, besar dan berat jadi tidak recommend untuk dibawa pergi.
Untuk suara sendiri S1 plus ini suara nya jauh lebih besar daripada 9+, bukan yang berisik banget sih tapi kalau memang mencoba dua duanya bisa terasa langsung perbedaan suaranya. Berikut part-part yang terdapat di dalam Spectra S1 Plus:


Nah kalau ditanya kenapa saya pakai 2 pompa sekaligus, balik lagi saya perlu untuk dua kebutuhan. On-the-go dan untuk di rumah. Untuk si Spectra 9+ ini selalu ada di mobil mengingat saya pelupa banget jadi beresiko banget kalau mondar-mandir diturunin atau dipindahkan dari mobil. Kalau kelupaan sih gawat bisa-bisa tidak pumping dan supply menurun.

Saran saya sih selalu sewa dulu Pompa ASI sebelum memutuskan untuk membeli, mengingat sekarang harga pompa ASI kan tidak murah juga, sayang banget kalau nanti nya malah tidak nyaman dipakai. Kalau orang bilang Pompa ASI itu cocok-cocokan saya sih setuju banget, saya sendiri sudah mencoba banyak banget merk Pompa ASI yang saya rent masing-masing seminggu sampai 2 mingguan (kalau 1 bulan kelamaan) dan ada yang bikin puting lecet, ada yang berasa ga nemplok banget ke PD meskipun ganti ukuran breastshield, jadi ya dipertimbangkan dulu aja sebelum membeli ya. Any other Pompa ASI yang mau direview? Silahkan comment dibawah ya barangkali bisa membantu para mama lain dalam memilih pompa ASI. Happy pumping!

Thank you for reading and have a nice day! :)

Post a Comment

© Life at Arcilland - Family and Lifestyle Blog