Thursday, December 14, 2017

My Diet Journey #1

Untuk menjawab pertanyaan kalian soal diet saya dari mulai DM, Comment, Chat yang belakangan mulai menyadari kalau saya mulai mengecil, monggo silahkan dibaca dengan seksama dan khusyuk ya, mama ;p Ini hanya sekedar sharing, tidak saya anjurkan untuk langsung diikuti tanpa berkonsultasi dengan ahlinya.
Mohon maaf aku baru sempat posting pagi ini sembari menunggu Naaya pulang sekolah. Sebagian akan aku jabarkan disini dan kalau kurang jelas silahkan leave a comment and i'll be happy to answer it. As you guys know, belakangan ini saya sedang menjalani diet Ketofastosis. Nah pertama saya jelasin dulu ya apa itu Ketofastosis.

Ketofastosis merupakan gabungan dari Ketogenic dan Fastosis. Ketogenic merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan Fastosis sendiri adalah Fasting on Ketosis yang artinya Puasa dalam kondisi ketosis. Fastosis bukan sebuah pola makan tapi merupakan sebuah gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup. Nah apa itu Ketosis? Ketosis adalah kondisi dimana liver manusia memproduksi yang namanya “ketone” untuk digunakan sebagai bahan bakar “fuel” atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketosis terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. (Source: ketofastosis.com)

Dimana awalnya saya kenal Ketofastosis? Beberapa tahun lalu saya dikenalkan dengan founder komunitas Ketogenic Indonesia (KETOFASTOSIS) Agus Prasetyo, atau kadang saya manggilnya mas Agus. Bukan baru-baru ini kami mengenal Ketofastosis, bukan karena keto mendadak ngetrend sampai semua pelaku usaha diet catering belakangan sibuk mengeluarkan menu keto. We've been doing keto beberapa tahun lalu sebelum hamil Naura, then we stop waktu saya hamil Naura karena saya belum punya acuan wanita hamil yang melakukan keto. We? Yes, suami saya juga ketofastosis untuk alasan kesehatan, dan sekarang mama dan mertua saya juga ikutan. Jadi happy aja gitu kalau sekeluarga ketofastosis semua bisa saling mendukung satu sama lain.

Kalau kalian berkesempatan suatu hari nanti bertemu dengan Mas Agus, beliau pasti awalnya akan menjelaskan mengenai Manusia Modern vs Manusia Tempoe Doeloe. Sedikit ringkasan dari yang selalu beliau sampaikan; Saat ini banyak sekali penyakit yang diderita manusia modern. Yes, i agree. Kalau dipikir-pikir sih secara sense lebih ke karena berkurangnya kemampuan survival manusia. Di zaman modern ini, tubuh manusia malah semakin primitif karena tidak bisa jauh dari makanan. Lewat waktu makan sedikit saja kepala sudah pusing & badan gemetaran. Sama kok manusia zaman dulu dan manusia modern, kita sama-sama cari makan, tapi bedanya apa? TIMING.

Saat manusia zaman dulu mendapatkan makanan yang sifatnya "opportunistic" dimana ya kalau ada makanan mereka makan, kalau ga ada makanan ya mereka puasa dan semakin gencar mencari makanan. Manusia zama nsekarang? Kita disuguhkan makanan dengan sangat mudah. Kiri kanan makanan berlimpah baik di mall, warung atau supermarket. Bahkan sekarang ada GOOO.... MAKAN hahaha tinggal duduk dirumah aja makanan bisa dateng nyamperin sendiri. People used to Eat to Live, but now most people are Live to Eat. Got the point?

Padahal, menurut mas Agus, manusia zaman dahulu memiliki kemampuan fisik yang luar biasa. Tidak makan adalah hal biasa. Bayangin deh, nggak mungkin kan manusia zaman dulu bangun tidur langsung dapet bubur atau roti? Yang ada mereka harus berburu hewan dulu yang akan mereka makan dalam keadaan perut kosong baru menjelang sore atau malam mereka duduk untuk menikmati hasil buruannya. Kalau di sambungin sama pepatah zaman modern "The best meal of the day; Breakfast", masa iya manusia jaman dulu lemes ga makan pagi, disaat jam 9 pagi dia cari buruan ga dapet dia udah pusing, jam 12 ga dapet juga mulai gemetaran, jam 3 pas binatang buruan nya lewat udah keburu pingsan dong mereka, ga jadi makan deh. Point nya disini, semakin lama mereka (manusia zaman dulu) tidak makan, mereka tidak semakin melemah, justru mereka semakin mengeluarkan potential energy mereka untuk fokus berburu alias mencari makan.

Langsung kita ke point bagaimana saya menjalankan diet ketofastosis ini ya. Bahasa simple nya adalah; Konsumsi Lemak yang tinggi, dan sedikit protein. Tidak boleh ada asupan karbohidrat dan gula (glukosa) Hitungan harian nya begini: 80% Lemak : 20% Protein + “Net Karbohidrat” selalu di bawah 10g per hari.
Ada 3 fase di dalam Ketofastosis itu sendiri, aku akan jabarkan disini, tapi tolong digaris bawahi ya kalau dari hasil konsultasi saya dengan mas Agus, saya yang Ibu menyusui ini langsung loncat ke fase maintenance, tidak dari fase awal.
Fase 1 : Fase Induksi (3 hari - 2 minggu)
Fase Induksi = Fase yang bertujuan untuk memicu agar tubuh dapat beradaptasi untuk menggunakan lemak sebagai energi. Fase ini dilakukan selama minimal 3 hari hingga 2 minggu atau hingga gula darah puasa < 80 mg/dL). Dalam Fase Induksi, jumlah asupan karbohidrat perhari ditekan hingga dibawah 10g perhari sehingga mempercepat pengosongan "Glycogen" diliver yang akan membuat metabolisme tubuh berubah ke Ketogenesis.

Buat yang ikut ketofastosis normal (i mean tidak dalam keadaan menyusui seperti saya) Fase Induksi harus dikombinasikan dengan puasa selama 16 jam hingga 18 jam dengan menu makanan yang sangat rendah karbohidratnya. Menu makanan dalam Fase Induksi bersumber dari Hewani (bagian berlemak dan sedikit daging) dan Lemak Nabati (minyak kelapa, minyak zaitun, santan dsb). Selama Fase Induksi menu makanan tidak mengandung unsur "sayuran" ataupun "buah" (Nanti ada fase nya sendiri masuk sayur dan buah, Sabar!).

Pertanyaan temen saya kebanyakan; "Jadi di fase induksi makan apaan dong?"
Nih ya, sumber utama menu makanan Fase Induksi hanya berasal dari sumber Hewani seperti Ikan (Seafood), Ayam (Unggas), Telur dan Daging (Ternak). Lebih oke lagi kalau proses masaknya menggunakan unsur lemak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, mentega, santan, gajih, krim susu (cooking cream / whip cream / heavy cream), keju (cheddar, cream cheese, mascarpone, ricotta) dan sebagainya.  Contoh menu bisa dilihat dibawah:


Fase 2 : Fase Konsolidasi (1 minggu - 1 bulan)
Fase Konsolidasi = Fase dimana unsur Nabati seperti sayur mulai dimasukkan dalam menu makanan. (Ingat 3 kata kunci untuk sayuran, "Bunga, Daun dan Batang" contohnya seperti Bayam, Sawi, Bok Choy, Kangkung, Kol, Buncis, Kacang Panjang, Brokoli, Kembang Kol dan sebagainya. Buah belum boleh dimasukkan pada Fase ini. Fase Konsolidasi ini otomatis menambahkan jumlah karbohidrat perhari dari sayuran itu, namun harus tetap dibawah 15 g ya perhari. Dikira-kira aja  atau timbang sekalian kalau mau niat :p Di fase ini, tubuh sudah mulai menggunakan lemak sebagai energi.

Dalam Fase Konsolidasi, bagi yang berpuasa durasi puasa nya bisa ditambahkan menjadi 18 jam hingga 20 jam. Fase ini dilakukan selama minimal 1 minggu hingga 1 bulan dengan selalu mengontrol gula puasa 3 hari atau perminggu, untuk melihat efek terhadap penambahan karbohidrat dari sayuran ini (gula puasa tidak boleh lebih dari 80 mg/dL). PS: Rajin cek gula darah memang kalau lagi diet keto ini, bisa cek di Century / Guardian atau beli alatnya sekalian.

IMPORTANT NOTE: Jika penambahan sayuran dalam fase konsolidasi ini menyebabkan naiknya gula puasa dari angka optimal gula puasa yang aku tulis sebelumnya yaitu 80 mg/dL, maka harus mengulang kembali ke fase induksi untuk menurunkan si gula darah lagi.


Fase 3 : Fase Maintenance
(Selama Program Berlangsung / Gaya hidup sehat / Fase yang saya jalani sebagai Ibu Menyusui) Fase Maintenance = Fase dimana buah mulai dimasukkan dalam menu makanan. Dalam Fase ini sayur dan buah HARUS memperhatikan jenis dan takaran saji perhari. Buah yang dapat dikonsumsi merupakan buah yang tinggi serat dan rendah karbohidrat seperti alpukat, zaitun, strawberry, blueberry, mulberry, raspberry, cranberry, blackberry, belimbing dan sebagainya

Oh iya untuk Buah alpukat dan zaitun yang tinggi lemak dapat dikonsumsi dalam jumlah besar dan bisa di semua fase ya mau Induksi ataupun Konsolidasi semua boleh. Daftar takarannya bisa dilihat dibawah ini:

Dalam Fase Maintenance, durasi puasa bisa ditambahkan menjadi 20 jam hingga 23 jam. Dalam Fase ini please note; Ibu Menyusui seperti saya tidak boleh berpuasa karena kita butuh asupan kalori yang banyak. Tetap makan sesering mungkin hanya saja jauhkan karbohidrat dan Glukosa.


Kurang lebih itu sedikit penjelasan mengenai diet yang sedang saya jalani beserta contoh menu nya. Pertanyaan umum yang paling sering aku dapat juga akan aku tulis sebentar ya sebelum artikel ini aku sudahi;

1) Apa itu Immunator Honey?
Immunator Honey merupakan “Alat” yang digunakan untuk memicu “Sensitifikasi” sistem immune, dimana hal ini dapat terjadi disaat “Tubuh” mengalami “Ancaman”. Immunator Honey menggunakan protein yang berasal dari Colostrum Sapi, yang diproses secara “Ultrafiltrasi” sehingga menghasilkan ukuran partikel yg sangat kecil (Dalton Size). Ukuran yang sangat kecil untuk bisa meniru ukuran protein pada “antigen” Virus. Antigen Virus merupakan protein yg dilapisi Glukosa (Glycosylated Viral Protein – Glycoprotein), sehingga agar protein dari colostrum sapi ini bisa meniru bentuk dari antigen Virus, maka protein yang telah di “Ultrafiltrasi” ini di “Infused” (Inkubasi) dengan madu, sehingga akan membentuk proses “enzymatic” yang memicu perekatan Glukosa dari Madu pada permukaan protein tersebut. (Source: http://www.ketofastosis.com/apa-itu-immunator-honey)

2) Kenapa harus minum VCO?
VCO merupakan jenis lemak yang memiliki rantai karbon yang pendek yang mudah di pecah oleh Liver menjadi “Glycerol” (bahan pembuat glukosa) dan “Fatty Acid” (sebagai bahan metabolisme lemak dan untuk diproses lebih lanjut menjadi “Ketone” di liver). Supplementasi dengan VCO ini, jelas akan menolong proses transisi tubuh menuju metabolisme lemak, dimana Liver akan lebih cepat memproduksi “Ketone” untuk segera menggantikan posisi glukosa yang mulai hilang ditubuh dalam Fastosis atau kondisi puasa. (Source: http://www.ketofastosis.com/kenapa-harus-rutin-minum-vco)

3) Amankah untuk Ibu Menyusui? Efek yang didapat saat menyusui?
Aman banget untuk saya, toh saya tidak berpuasa dan tidak kehilangan asupan kalori. Efek paling jelas sih badan saya jadi lebih fit, dan untuk ASI sendiri sekarang ASI saya jadi berlemak atau kebanyakan si hindmilk daripada foremilk which i think is good for the baby. Naura sendiri berat badannya naik dengan sangat baik setiap bulannya jadi saya tidak perlu mengkhawatirkan Naura kekurangan gizi. I eat with a completed nutritions, from fat, protein, a little carbs from vegetables and fruit (sayur dan buah keto seperti yang saya mention diatas) 

4) Berapa banyak berat badan yang sudah hilang?
Di bulan pertama saya menghilangkan kurang lebih 10 kg, di bulan kedia 5 kg dan saat ini baru jalan bulan ke 3 baru sampai di 2 kg.

Oh iya satu lagi, saya gemes sama yang mulai diet cut carbs tapi gatau carbs itu apaan, nah sekarang kan udah ada yang namanya Google. Please please please, do your research before you eat. Karbo itu apa saja dibaca dulu. Nah kalau mau makan sesuatu, apalagi kalau ragu sama kandungan karbohidrat dan gula nya, kalian tinggal ketik misalkan, Nutrition Facts Singkong : Nah dari situ langsung ketemu jawaban berapa persen tuh karbohidrat nya si singkong ( tinggi banget jadi singkong ga boleh ). Toleransi paling kecil yang bisa kita makan misalkan; Kita beli keju 100 gr, nah minimal 10% dari berat keju tersebut karbo nya boleh dimakan. Jadi kalau si keju 100 gr tadi di tabel nutrisi mengandung 8gr karbo, ya boleh aja dimakan, toh dibawah 10% ini. Tapi kalau misalkan beli whipped cream 250 gr, karbo di tabelnya 35 gr? Boleh ga? Gaboleh soalnya udah diatas toleransi 10% diatas berat si whipped cream itu. Paham ya? Paham dong.....

Nah, buat yang resolusi tahun 2018 nya adalah memiliki tubuh ideal, boleh banget loh diet ini dicoba, tapi sekali lagi ingat banyak - banyak cari informasi dulu atau kalian bisa search di Facebook Group Ketofastosis Indonesia, disitu banyak senior-senior yang dengan baik hati membantu kalau ada pertanyaan dan kebingungan. If you have any questions for me feel free to leave a comment below, i'll be glad to answer it! Thanks for reading and have a nice day!

6 comments

  1. Kak itu menu fase induksi sama konsolidasi kok sama persis ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf kemarin sempat salah file cuma sudah diganti kok :) Makasih ya! :*

      Delete
  2. halo mba cindy, aku mau nanya beli IH & VCO yang mudah di dapatkan dmn ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau VCO sih pasar atau supermarket udah banyak yang jual. Kalau IH sih aku belum pernah menemukan di supermarket, cuma di online sudah lumayan banyak yang jual :)

      Delete

© Family and Lifestyle Blog