Friday, January 19, 2018

Perjalanan Alergi Naura


Rasanya saat kita menjadi ibu, kita nonstop diberikan pengalaman baru dimana kita harus benar-benar belajar sendiri lagi dari awal. Seperti kisah dimana saya mendapatkan pengalaman baru mengenai Dermatitis pada Anak yang pernah saya ceritakan di post tentang dermatitis on baby

BACA:
D e r m a t i t i s  O n  B a b y

I literally have no idea about what to do, atau pun siapa yang harus temui selain DSA. Namun seiring berjalannya waktu, melalui trial and error, kunjungan ke DSA, bertanya kepada para ibu di forum sama ke Instagram saya (part ini yang paling membantu juga) rasanya saya benar-benar berterimakasih akan kecanggihan teknologi yang membantu saya semakin cepat dalam mempelajari sesuatu. Malam ini, setelah berbulan-bulan alergi Naura ga pernah kambuh, eh tiba-tiba kambuh dong out of nowhere. Sembari saya iseng deh malam ini nostalgia mau ceritain seluruh pengalaman alias kisah bagaimana saya membawa Naura untuk cek ke beberapa DSA mengenai alergi Naura. Well, artikel ini lebih ke DSA siapa saja yang saya temui dan pendapat mereka mengenai dermatitis itu sendiri ya, kalau kisah alergi nya di post yang aku link diatas tadi!
Semua berawal dari hari dimana kita meninggalkan rumah sakit setelah lahiran, day 1 Naura pulang kerumah. BACA:

U n e x p e c t e d   B i r t h   S t o r y
U n e x p e c t e d   B i r t h   S t o r y (II)

Begitu kita pulang, besok pagi nya sehabis Naura berjemur mendadak muka nya merah-merah. Saya sih pede itu hanya karena kena ASI saja dan saya hanya lap dengan air hangat. Malamnya gatau kenapa itu matanya dia bengkak di sebelah kanan dan saya pun menyadari kalau badan nya makin merah. Bahkan keesokan pagi nya jadi seperti kaya bruntusan gitu dan kasar banget kalau di pegang.
Nah, setiap bulan saya selalu mengontrol Naura di Bintaro Woman and Children Center di sektor 9 dengan Dr. Novi, Sp.A. Kebetulan beliau satu-satu nya dokter dari Harapan Kita yang praktik di area Bintaro jadi saya memutuskan untuk selalu periksa ke dia. Jadi in case something happen lalu harus ke harkit setidaknya ada Dr. Novi yang punya medical record lengkap Naura karena saya ga selalu bisa ke area Harkit. Akhirnya selang 1 hari saya liat badannya kok merah banget, langsung deh kunjungan pertama saya saat itu langsung ke Dr. Novi dan disitu beliau memberikan penjelasan pertama nya mengenai alergi yang timbul dari Air Susu Ibu (ASI). Technically, bukan ASI nya melainkan makanan yang dikonsumsi si ibu dan terserap ke ASI. Beliau akhirnya menjabarkan cukup banyak jenis alergen yang saya post di artikel Dermatitis pada Bayi dan saran pertama yang diutarakan adalah mengeliminasi makanan-makanan yang beresiko alergi sesegera mungkin dan selalu mengobservasi makanan apapun yang masuk ke tubuh ibu lalu menunjukkan tanda alergi pada Naura.


Selama sebulan lebih saya mengobservasi (yang saya rasa sudah sedetail mungkin) tapi bintik dan ruam merah masih kunjung timbul beserta batuk pilek nya. Saya kembali lagi ke Dr. Novi saat Naura mulai ada Caddle Cap dan Kerak Kuning seperti yang saya ceritain di post Dermatitis On Baby dan beliau menjabarkan lagi secara detail kali ini mengenai makanan pemicu alergi yang disebut "hidden products". Saya diberikan contoh makanan yang harus dihindari sekali lagi karena mengandung hidden products seperti kue, cake, donat yang didalam nya ada mentega dan telur, atau mungkin sambal-sambal yang didalam nya ada terasi, kangkung cah yang ternyata didalam nya ada saus tiram. Pokoknya beliau menjabarkan dengan cukup detail deh. Selain itu saya diresepkan cream ceradan untuk luka-luka ruam di ujung kaki Naura. Untuk pileknya Dr. Novi hanya memberikan pengobatan luar seperti Breathy, Transpulmin dan Vaporin. Vaporin ini semacam aromatherapy balsem dalam bentuk kapsul mirip vitamin rambut Elips. Simple deh, saat mau dipakai tinggal robek lalu tuang ke tissue atau kain bayi untuk dihirup-hirup.

Nah itu pencegahan singkat pertama yang aku lakukan setelah Naura disimpulkan alergi. Lalu trial and error kembali berjalan sampai satu bulan ke depan, ternyata merah masih cukup sering hilang dan timbul ditambah batuk pilek Naura kadang semakin berat di malam hari membuat dia sangat rewel. Akhirnya saya memutuskan untuk membawa Naura ke klinik Archa Medica di Plaza BSD. Jadi klinik ini adalah klinik milik Okky Oktafandhi, Sp. OG. It was my first time going there dan tempatnya cukup cozy loh ternyata. Nah saat itu saya menemui Dr. Nita Sp.A untuk memeriksakan nafas Naura yang berat sekali sampai bunyi-bunyi di malam hari dan cukup menganggu karena dia rewel tidak bisa tidur. Dokter Nita memeriksa area dada lalu melihat ke beberapa bagian tubuh Naura. Disitu dia melihat area luka kering mengelupas agak kemerahan di kedua kaki dan dia bilang, "Dari jenis luka/ruam nya ini seperti alergi telur dan seafood perkiraan saya. Tidak perlu eliminasi terlalu banyak, coba fokus di dua hal tersebut dulu saat ini" Oke noted. Setelah itu kita diresepkan dosis Nebu untuk di nebu sehari 3x sampai keesokan hari nya karena banyak reak menumpuk. Dr. Nita tidak meresepkan obat apapun saat itu.

Setelah mengeliminasi telur dan seafood dengan ketat, saya akui memang sedikit berkurang bintik dan ruam nya. Berkurang sedikit loh ya, bukan hilang. Saya benar-benar agak waswas untuk makan makanan kesukaan saya apalagi dessert huhu karena rata-rata mengandung telur dan mentega. Jujur rasanya ga enak banget, keinginan buat nyemil kadang bikin saya pengen colongan gitu tapi takut Naura susah nafas atau merah-merah huhu.

Until one day, belum lama ini sih kira-kira waktu Naura masuk 7 bulan... tiba-tiba badannya semerah gambar yang aku post dibawah ini. Gapapa ya di foto buat jadi referensi aja soal alergi pada anak. Nah, kagetnya bukan main waktu itu karena tadinya ada bentol semacam itu 2 biji di tangan dan di punggung. I thought itu semacam gigitan nyamuk, lalu in just 2 days it spread all over her body. Lalu hal pertama yang terlintas pasti nanya ke orangtua dong dan beberapa suhu lain nya kaya bibi dirumah juga yang lebih tua, lalu jawaban nya random aka ajaib semua, haha...asli. Ga ada satu jawaban pun yang menenangkan. Ini pertama kalinya alergi nya beneran heboh di badan.



"Wah itu pasti campak"
"Itu mah biduran. Pasti kena gigitan serangga kaya semut api gitu makanya jangan dibawa pergi keluar. Dirumah aja aman"
"Itu badannya pasti kotor, kena debu, mungkin area bayi dirumah nggak bersih"
"Udara kotor diluar pasti, harusnya ga boleh kena udara luar dulu"

Saya sendiri mikir udah pasti alergi nya kumat. Tapi saya makan apaan ya? Perasaan di catet di notes HP aman-aman aja semua cuma protein hewani, nasi dan sayur. Nyemil pun jajanan pasar aja sesuai anjuran Dr. Novi karena jajanan pasar mostly ga pakai telur atau mentega. Saya sendiri langsung panik saat itu dan karena posisinya itu hari minggu saya terpaksa bawa Naura ke UGD, padahal anaknya ga rewel, cuma saya baru sekali liat badan naura merah, bentol, dan bengep. Ternyata memang harus remain calm ya, karena gondok sendiri bawa anak alergi ke UGD. Sore itu saya bawa ke RS baru di Bintaro, tau ga jawaban dokter jaga nya apa? Ini sih kayanya alergi bu.... ITU AJA DIULANG-ULANG. Ya saya tau juga alergi, untuk tuh dokter bukan bilang itu kecoret spidol merah *KZL*..... Akhirnya dengan kekesalan ga dapet jawaban menenangkan saya keluar bilang saya ga mau bayar cek or kontrol, karena anak saya ga dapat perawatan atau jawaban apa apa cuma diliat dan dijawab alergi yang saya juga tau itu alergi. Ealah ya iya dong ga bayar loh saking saya keselnya ngoceh di depan wkwkw bukan gimana-gimana nih, apa kek suruh gausah pakai ac, jangan sabunan, kasih saran cream kek :'D

Pulang dari RS itu tiba-tiba kepikiran untuk nanya di Instagram saya @lifeatarcilland .  Wah saya cukup amaze juga sama banyaknya ibu-ibu yang menjawab pertanyaan saya karena rata-rata anaknya atau dirinya pernah mengalami alergi. Dari yang biasa sampai yang akut. Saya jadi mikir, "Apa emang dulu anak-anak juga pada alergian semua? Kenapa banyak bener anak yang alergi ya?"

Kurang lebih saya menghabiskan waktu hampir 2 hari untuk membaca DM yang masuk mengenai alergi. Selain alergi banyak juga jawaban mengenai kemungkinan kaligata. Pada akhirnya saya menemukan 1 jawaban yang hampir semua followers ku ajukan yaitu segera mengunjungi salah satu dokter ahli Alergi dan Immunologi. Tidak cukup banyak kok nama-nama yang diberikan karena untuk 1 nama dokter saja yang suggest bisa banyak. Ternyata setelah saya baca-baca memang di Indonesia masih minim ahli alergi-imunologi. Dari seluruh Indonesia, untuk alergi-imunologi anak, bisa dihitung lah ada beberapa ahli dan itu pun hanya terkonsentrasi di kota-kota tertentu. 

Akhirnya saya memilih satu nama yang paling buanyak di rekomendasikan yaitu Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K). Saya penasaran banget sih secanggih apa dokter ini karena begitu banyak yang rekomendasikan. Awalnya ragu karena dia praktik di RSCM, tapi karena followers menginfokan kalau sepulang nya dari RSCM beliau menerima pasien di rumahnya di area Larangan, Ciledug. Kalau dipikir-pikir memang agak jauh lokasi nya tapi ga yang  jauh-jauh amat dari rumah saya cukup lewat tol baru dari area Bintaro ke Ciledug dan pas banget jam nya malam kan jadi papa nya bisa ikut menemani. Setelah berkonsultasi dengan suami saya berani untuk mencoba check up kesana dan pagi-pagi sekali sekitar jam 8 pagi saya menelfon dan membuat reservasi. Beliau praktik jam 7-9 malam, dapetnya nomor urut 15 aja loh :p Langsung mikir, yaudah deh datang jam 9 malem aja.

Nyomot foto beliau dari website RSCM :p

Sesampainya disana sekitar pukul 9 malam, saya masih harus nunggu 2 orang lagi. Takjub beneran banyak antrian anak alergi yang merah-merah, kirain masalah alergi itu ya ga sebanyak anak-anak batpil gitu loh, pantesan antrian nya panjang, haha. Sambil menunggu disana saya ngobrol-ngobrol sama beberapa ibu yang lagi nunggu hasil tes darah setelah 3 hari lalu di tes. Unik unik banget alerginya; ada yang alergi Daging Sapi, ada yang Sosis dan Nugget. Ada juga yang alergi Epitel Kucing, hmm ini saya kurang paham mungkin bulu nya kali ya? Bahkan ada yang ternyata ga allergie apa-apa.... Nah case ini kita bahas nanti aja ya.

And then, saat giliran Naura dipanggil saya langsung disapa dengan ramah oleh Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K). Dokternya ramah sekali, dan langsung menanyakan keluhanan adik Naura. Saya langsung curhat, dari awal diagnosa pertama sampai detik itu. Bener-bener didengerin bok, haha padahal intinya cuma anaknya merah-merah dan napas nya ngok-ngok. Naura lalu diperiksa dan beliau menyarankan untuk Naura tes alergi. Kenapa tes alergi? Si Ibu sudah cukup detail dalam hal observasi dan eliminasi makanan, sedangkan anak tetap kambuh. Kalau alergi nya terus berulang maka akan berdampak kurang baik ke pertumbuhan anak. Jadi satu-satunya cara untuk menghindari reaksi alergi adalah dengan mencari pemicu nya yang untuk ukuran Naura saat ini hanya bisa diketahui melalui tes alergi.

Kurang lebih begitu lah jawaban dari beliau. Nah, Dr. Zakiudin menyarankan untuk tes alergi di Pramita, karena cuma disana mereka punya tes alergi untuk 54 jenis alergi dimana rata-rata hanya 24 jenis alergi. Untuk harga nya terbilang cukup pricey, satu kali tes alergi itu biayanya IDR 1.700.000 - Saya pun minta dibuatkan surat pengantar namun dengan catatan kembali ke orangtua apakah bersedia atau tidak. Saya sendiri masih mau menimbang-nimbang dengan suami mengingat Naura masih terlalu kecil dan kami takut kalau Naura akan trauma seperti kakaknya karena darahnya diambil sewaktu masih kecil. Malam itu Naura juga diresepkan Cetrizine, Mucopect dan Obat racikan dari Dr. Zakiudin. Cetrizine ini untuk gatal nya yang memang aman dan perlu diberikan karena jika alergi dibiarkan maka sel-sel alergi nya akan terus bergerak sampai anaknya hiperaktif nantinya menurut Dr. Zakiudin. Mucopect sendiri untuk batuk Naura yang tidak kunjung hilang hanya dengan obat luar yang tadi sempat aku mention, lalu obat raciknya untuk radang karena Naura sudah radang menurut beliau. Selain obat Naura juga diresepkan Atopiclair Lotion untuk kulitnya yang kering mengelupas di bagian kaki serta dianjutkan untuk mengganti sabun ke Cetaphil. Tadinya saya pakai Sebamed namun menurut beliau jika untuk anak alergi jauh lebih baik memakai Cetaphil baby.

Setelah 1 minggu diskusi dengan suami kami memutuskan untuk menunda tes alergi terlebih dahulu mengingat kami tidak mau mengulang kejadian trauma seperti Naaya yang takut sama jarum suntuk karena masih bayi udah segala ambil darah (waktu itu DBD). Jika dirasa sudah urgent sekali dimana alergi nya terus menerusan kambuh maka mungkin kami akan segera membawa Naura tes. Keputusan ini diambil dengan pemikiran yang panjang, jadi please don't judge hihi. Setelah keputusan itu bulat saya mencoba menggabungkan seluruh tips tips para dokter yang saya kunjungi (sok ide) dari mulai:

  1. Menghindari seluruh makanan pemicu alergi seperti Telur, Kacang, Susu, Keju dan Seafood
  2. Mengganti semua sabun, shampoo, dan detergent Naura dengan yang non parfume untuk yang cocok untuk kulit sensitif/kering. Sabun dan Lotion masih menggunakan resep dari Dr. Zakiudin yaitu Cetaphil dan Atopiclair Lotion.
  3. Kalau lagi ga sanggup banget mau ngemil saya mencoba untuk mengkonsumsi makanan berlabel Gluten Free, Dairy Free, Egg Free, Nuts Free. Ini cuma sok ide aja sih supaya ga kecolongan makan aneh-aneh padahal saya doyan banget nyemil. Untuk susu saya coba ganti Almond Milk, Soy Milk atau Rice Milk.

Hal diatas saya terapkan selama 1 minggu awal setelah konsultasi dengan Dr. Zakiudin. Berkurang sih bruntusannya, berkurang jauh malah. Tapi ada saat dimana bruntusannya timbul tiba-tiba tanpa jelas pemicu nya apa. Kadang juga merah tapi ga merah tomat lagi kaya dulu, masih kecil-kecil lah bisa saya tolerir. Jadi meskipun sudah jauh berkurang saya masih ngerasa si alergi ini gengges banget karena masih tetep nongol. Beberapa minggu kemudian, saya akhirnya menerapkan diet ketofastosis dimana saya hanya mengkonsumsi Lemak, Protein Hewani, dan Sayur. No carbs ataupun gula sedikitpun demi mencegah alergi secara maksimal pikir saya.

BACA: M y  D i e t  J o u r n e y

Dan ternyata it works! Sebulan pertama saya diet ketat ternyata alergi nyaris hilang, hampir jarang deh kambuh, saya tulis hampir jarang karena ada 1-2 kali kambuh tapi cuma seperti merah ruam saja ga ada bentol ataupun bruntusan yang saya rasa kemungkinan kambuh kalau saya lagi makan makanan restaurant yang saya gatau bumbu atau hidden products nya apa saja atau bahkan kena deb.. Jadi sebisa mungkin saya stick ke plan keto dan makan makanan rumah yang terdiri dari 3 komponen penting tadi; Lemak, Protein Hewani, dan Sayur. Udah say goodbye deh nyemil-nyemil ah. Hahaha.

Minggu depannya saya kembali berkonsultasi dengan Dr. Zakiudin, saya mengutarakan keraguan untuk tes darah juga menceritakan diet ketat yang saya lakukan. Beliau pun membebaskan pilihan pasiennya dan juga meminta saya untuk tidak perlu takut makan apapun, semua bisa dicoba dan dilihat reaksi alerginya secara perlahan. Beliau pun memberi masukkan jika dirasa kita tidak setuju untuk tes alergi, bahwa bayi seumur Naura sebenarnya yang utama adalah menjaga kelembaban sebadannya saja jika memang dirasa kulitnya sensitif, kemungkinan juga berasal dari sekitar seperti debu, udara, suhu. Lalu ada juga penjelasan mengenai keturunan dimana suami saya memang memiliki kulit teramat sangat kering dan begitu juga dengan Naura, dimana kulit mereka itu permukaan nya kasar dan sensitif dengan hal apapun. Jadi wajar saja jika reaksi merah, kering atau bruntus timbul karena hal apapun disekitarnya bisa memicu, bukan hanya makanan.

Yang saya lakukan selanjutnya hanya mengingat pesan Dr. Zakiudin untuk terus membuat badan Naura lembab. Saya memastikan produk yang digunakan juga memang untuk kulit sensitif seperti no parfume atau ya pokoknya yang memang untuk anak dermatitis seperti si Beauty Barn tadi atau racikan Minyak Kelapa + EO. Then saya stick ke menu diet saya supaya ga ada makanan aneh-aneh masuk ke badan dan terserap ke ASI saya. So far sampai 3 bulan kemarin tidak pernah kambuh sama sekali. Rasanya membahagiakan, liat muka Naura mulus terus udah ga seperti pas awal-awal lahir. Merah, kasar, ada titik titik putih bikin wajahnya ga semulus bayi pada umumnya.

Nah, beberapa hari yang lalu nih yang saya share di instastory, mengundang banyak banget pertanyaan kenapa alergi Naura tiba-tiba bisa kambuh lagi padahal ga pernah tuh namanya kambuh kambuh semenjak saya diet ketat. JADI, ceritanya ada di Highlight Instastories...... karena saya agak mager nih ngetik ulang, kita capture aja ya wkwkkwwk.




Terus kemarin saya sempet post juga kalau in 3 days alergi anak ku sudah sembuh meskipun belum dibawa ke dokter, mungkin hasil observasi dari kejadian yang lalu-lalu juga sih saya mulai ga panik dan mencoba beberapa cara natural dulu sebelum ke dokter. Beberapa hal yang saya lakuin kemarin itu:

  • Pertolongan pertama banget karena di awal awal sempet rewel saya pakaikan Beauty Barn dulu supaya dia bisa tidur nyenyak dan gatalnya berkurang.
  • Setelah nya saya ganti dengan penggunaan minyak kelapa di mix dengan tetesan lavender, ini saya olesin di seluruh badan naura yang merah-merah. Sebenarnnya EO yang trio alergi itu ada Lemon, Peppermint dan Lavender jadi kalau mau di mix 3 itu gapapa setau aku cuma karena peppermint cukup panas buat bayi under 1Y, aku cuma pakai si Peppermint untuk diffuse di kamar aja. Lemon kali ini skip karena belum punya, haha.
  • Hari kedua pasca alergi Naura sempet demam juga, itu saya kompres air biasa (tidak hangat tidak dingin) terus dia ga mandi dulu tuh 3 hari sembari terus saya difuse peppermint aja di deket dia. Lavender nonstop juga di olesin di punggung dan telapak kaki.
So far buat yang nanya pertolongan pertama yang saya lakukan cuma 3 diatas tadi, saya juga sempat WA dengan dokter nya dan memberitahukan kondisi Naura yang sudah membaik jadi memang tidak perlu ke dokter. Suhu tubuh juga saya pantau terus, karena kalau sudah mencapai 39 derajat sebaiknya segera dibawa ke dokter ya mama, atau ada tanda tanda bahaya lain nya seperti kejang, badan kaku, sulit bernafas, itu sih langsung bawa ke dokter gausah mikir-mikir natural lah.

Oh iya ada yang anak nya alergi juga kah disini? Boleh silahkan berbagi cerita atau pengalaman di kolom comment dibawah ya! :)

Thank you for reading and have a nice day!

Post a Comment

© Family and Lifestyle Blog