Saturday, August 25, 2018

Membentuk Kebiasaan Sehat Ibu Menyusui


Dalam rangka memperingati Pekan ASI, beberapa minggu lalu saya diundang untuk hadir ke acara C Channel dan Bio Oil yang bertema “Healthy Habits for Breasfeeding Mom” yang bertempat di Buba & Bump, Jakarta Selatan. Acara ini dikemas dengan sangat bagus menurut saya dan banyak ilmu-ilmu kece yang saya harapkan dapat dibagikan informasinya kepada masyarakat melalui tulisan ini terutama bagi para mama diluar sana yang sedang berjuang mengASIhi buah hati nya.


Obrolan siang itu dibuka oleh Dr. Dimple Nagrani, Sp.A dengan mitos dan fakta ibu menyusui yang banyak beredar di masyarakat.
  1. Besar Payudara menentukan jumlah ASI - Mitos
  2. Ibu Sakit tidak boleh menyusui - Depends (Apakah penyakit berbahaya atau tidak)
  3. Menyusui dapat menurunkan Berat Badan Ibu - Fakta
  4. Ibu tidak dapat menyusui apabila memiliki puting terbenam - Mitos
  5. Insiasi Menyusui Dini / IMD tidak dapat dilakukan apabila ibu menjalankan operasi SC - Mitos
  6. Susu Formula membahayakan kesehatan bayi - Mitos (Dalam beberapa kasus, susu formula dibutuhkan anak)
  7. Menyusui dapat mengurangi risiko kanker pada ibu - Fakta
  8. Pada hari pertama bayi lahir, mereka tidak perlu minum susu - Mitos
  9. Pada kasus di mana BB bayi tidak naik, ada kemungkinan ASI ibu encer - Mitos
  10. ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali. Fakta
    Wah, menurut saya pribadi informasi ini sangat perlu disebarluarkan mengingat banyak sekali mitos yang beredar diluar sana yang malah terkadang bikin semangat para busui jadi 'loyo'. Kita ambil saja salah satu contoh terdekat, sahabat saya. Dia sempat mengaku minder untuk menyusui dikarenakan payudara nya yang kecil yang menyebabkan ASI nya jadi sedikit. Padahal, banyak faktor yang membuat ASI berkurang, dan menurut dia justru orang sekitar yang menginformasikan soal ukuran payudaranya sebagai penyebab utama, dan saya yakin hal itu terjadi karena kurangnya edukasi tadi.

Menurut Dr. Dimple Nagrani, Sp.A , kita sebagai ibu harus memprioritaskan ASI karena banyak sekali kandungan baik yang terdapat di dalamnya. Dalam presentasi yang beliau share pun dijabarkan betapa banyaknya komponen yang terdapat di dalam ASI yang tidak bisa ditandingi oleh apapun karena semua sudah lengkap dari mulai antibodi, hormon, anti virus, anti alergi, dan lain sebagainya. Bahkan banyak sekali keuntungan yang bisa ibu dapat, bukan hanya si Kecil

Keuntungan Menyusui Bagi si Kecil

  • Menurunkan kejadian SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
  • Kekebalan tubuh menjadi lebih baik
  • Penglihatan mata lebih tajam
  • Juvenile Rheumatoid Arthritis pada sendi rendah
  • Meningkatkan IQ
  • Mengurangi resiko obesitas
  • Kejadian infeksi saluran telinga rendah
  • Mengurangi kejadian infeksi saluran pernafasan
  • Jantung sehat dan kolestrol lebih rendah
  • Menurunkan resiko alergi
  • Mengurangi resiko infeksi

    Keuntungan Menyusui Bagi Ibu


  • Menurunkan resiko depresi / Baby Blues Syndrome 
  • Dapat menjadi KB Alami / Penunda kehamilan 
  • Menurunkan Resiko Kanker Payudara, Kanker Ovarium & Diabetes 
  • Membantu membakar lemak 
  • Praktis dan Ekonomis

Nah, menarik kan pembahasan si Dr. Dimple Nagrani, Sp.A ? Buat para busui seperti ku sih seru banget kalau udah bahas soal ASI. Selanjutnya, beliau memberikan kiat-kiat mengenai kebiasaan yang perlu ibu menyusui bangun sejak dini agar ASI nya tetap lancar nih, which is our biggest problem so far sebagai ibu menyusui ya karena ada kalanya ASI kita suka mandek dan bikin kita galau.

Smile and Put Positive Mindset - Percayalah kalau ternyata pikiran positif itu sangat berpengaruh kepada kuantitas ASI. Contoh nya aja, melihat Instagram Feed freezer si A bisa melimpah ruah sedangkan kita paling cuma 4-5 pack aja diirit untuk waktu urgent. Hal tersebut bisa menganggu produksi ASI karena kita kebawa pikiran. Kalau dari kejadian simple seperti tadi, bisa kok kita akalin untuk tetap Positive Mindset.

Tidak sulit kok, coba pikirkan kalau kita tidak pernah tau struggling yang dihadapi para ibu. Misalkan ibu A dengan freezer sepenuh itu, bisa saja dia sampai kekurangan tidur misalkan atau putingnya penuh lecet. Kita yang hanya sedikit? Bersyukur, dengan sedikit tapi memang hanya segitu yang dibutuhkan anak kita dan nyata nya tetap tercukupi.

Pada intinya, kita harus percaya bahwa kita mampu. Jauhkan diri dari hal-hal yang membuat kita semakin drop. Tanggapan seperti "ASI saya encer, anak nya ga mau" atau "Payudara saya Kecil", "Puting saya terbenam, tidak akan bisa" - Yakinlah kalau kita pasti bisa!

Skin to Skin Contact Alhamdulilah, saya sendiri sudah dua anak masih diberi kesempatan untuk full direct breastfeeding. Kalau Naura sesekali pakai botol kalau saya ada pertemuan urgent yang tidak bisa bawa bayi namun masih 80% direct.

Namun paling kendala terbesar saat ini buat saya adalah untuk fokus saat menyusui si Kecil. Tangan saya masih suka sembari pegang gadget karena sambil mengerjakan beberapa pekerjaan, hehe *ngaku*. Padahal menurut dr. Dimple saat kita fokus dan memberi perhatian penuh kepada si bayi saat menyusui, hal tersebut bisa sangat berpengaruh kepada IQ nya loh! Mari ah kalau gitu perlahan kita coba, wk.

Rutin MenyusuiJadi, karena pemberian ASI itu tergantung pada kemauan bayi / on demand jadi kita harus sering mengosongkan payudara, supaya otak kita pun menerima pesan untuk memproduksi lebih banyak ASI lagi. Nah ada beberapa tambahan dari dr. Dimple untuk hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyusui ni

1) Kenali tanda lapar bayi. Ada 3 fase dari mulai Early Cues nya biasanya dia mulai gelisah, membuka mulut, mulai geleng-geleng kepala lalu Mid Cues biasanya badan nya mulai diregangkan, banyak bergerak lalu menghisap tangan, sampai akhirnya kalau sudah kesal atau Late Cues nya mereka mulai menangis, bahkan sampai muka memerah dan menggerakkan badan ke segala arah.  Nah kalau aku kayanya dari mulai Mid Cues biasanya baru sadar anak minta 'nen' hihi.

2) Usahakan bayi menyusu saat tenang. Jadi apabila bayi sedang menangis, jangan langsung disusui. Tenangkan dulu bayinya.

Diet Sehat - Penting sekali bagi ibu menyusui untuk memperhatikan apa yang kita makan, karena berpengaruh ke ASI yang nutrisinya akan diserap si kecil. Yang perlu diperhatikan menurut dr. Dimple adalah perbanyak konsumsi lemak sehat dan tingkatkan asupan kebutuhan kalori menjadi sekitar 500 kkal/hari. Lalu untuk penambahan vitamin sendiri, diperbolehkan jika memang dirasa pola makan ibu menyusui tidak oke, kalau makannya sudah cukup oke tidak perlu ada penambahan vitamin lagi.

Untuk ASI booster, sah-sah saja jika ingin digunakan namun pastikan kembali bahan-bahan yang terkandung di dalamnya tidak ada pemicu alergi dan bahan-bahannya pun alami.

Memompa ASI - Selain direct breastfeeding, jika ada ibu yang memompa ASI nya si kecil tetap ter-supply seperti aku atau mungkin para working mom yang stock ASIP di kulkasi, tetap harus memperhatikan tekniknya ya agar ASI yang dihasilkan berkualitas dan payudara juga kosong. Berikut ini adalah tips memompa ASI yang baik dan benar:
  1. Pompa sampai payudara terasa benar-benar kosong.
  2. Kompres payudara dengan air hangat sebelum memerah.
  3. Pastikan posisi mama nyaman saat memerah karena akan berpengaruh kepada hasil perah.
  4. Pastikan double pumping dan pijat payudara dengan lembut sebelum dan saat pumping.
  5. Pastikan ukuran corong pompa pas dengan payudara.
  6. Perhatikan frekuensi memompa. 30-60 menit setelah bayi menyusui atau 1 jam sebelum bayi menyusui
  7. Hanya memompa (pemberian ASIP) minimal 6-8x perhari
  8. Lanjutkan memompa selama 5 menit saat produksi ASI terasa sudah berhenti. Jadi jangan langsung di stop
Me-Time - Salah satu faktor penting untuk kesuksesan pemberian ASI yang menurut saya tidak boleh disepelekan. Sebagai ibu, rutinitas keseharian kita itu mudah sekali memicu stress sehingga kegiatan me-time bisa sedikit membantu membuat kita rileks. Yang perlu diperhatikan juga adalah masalah Kualitas vs Kuantitas me-time itu sendiri.

Fokus saja pada kualitas me-time, tidak perlu sering namun bermakna. Contoh: Mama bisa titip anak cukup 15 menit dengan suami, mama bisa sambil luluran di kamar mandi tanpa sedikitpun interupsi dari anak-anak. Mudah dan ga perlu repot pergi jauh-jauh ke spa kan? :p

Lakukan Pijat Payudara - karena sudah terbukti memiliki banyak manfaat, nah berikut ini tips dari dr. Dimple untuk memijat payudara ibu menyusui:
  • Dapat dimulai sejak 2 jam pasca melahirkan.
  • Dapat dilakukan sebelum menyusui dan sebelum memompa.
  • Membantu meningkatkan kadar oksitoksin.
  • Terbukti dapat meningkatkan kadar lemak ASIP.
Selain pijat payudara, para ibu menyusui juga bisa melakukan Pijat Oksitosin yang dilakukan diarea samping tulang punggung (bukan pada bagian tulang punggungnya). dr. Dimple sempat memperagakan contoh gerakan pijat oksitosin tersebut dan memang harus dengan bantuan orang lain karena sulit dijangkau area nya. Asal harus diingat kalau pijat ini tidak dapat dilakukan ke ibu hamil ya karena bisa memicu kontraksi.



Selanjutnya, kita berbincang bincang dengan Ibu Sinthya Dewi, Product Trainer PT Radiant Sentral Nutrindo tentang beberapa perubahan yang terjadi pada kulit sebagai ibu. Begitu banyak perubahan yang terjadi dari mulai kehamilan sampai menyusui, kadang memang saya akui membuat diri sedikit worry. Biar bagaimanapun, saya sebagai ibu masih kepingin terlihat cantik di depan suami, hehe.
Apa saja sih permasalahan yang dihadapi? Kulit kering, peregangan dan penuaan pada kulit, stretch mark, warna kulit yang tidak merata, komedo dimana-mana, ah semua saya alami kayanya sih sejak punya anak.


Kalau untuk stretch mark sendiri, aku sempat sharing sewaktu disana kepada para mom-blogger yang hadir perihal keturunan genetik yang aku punya. Jadi kebetulan hampir semua perempuan di keluarga ku itu bermasalah dengan stretch mark yang cukup parah. Biasanya mereka tuh memiliki bekas yang berwarna biru keunguan sehingga sangat menganggu penampilan. Kebetulan saya dari awal persiapan kehamilan sudah banyak membekali diri soal stretch mark, dan dulu saya keracunan review dari beauty forum hits tentang Bio Oil yang katanya mampu mencegah hadirnya stretch mark.

Around tahun 2012, saya sering nitip ke teman yang bolak balik KL/Spore. Entah sudah habis berapa botol, apalagi saya suka banget bau nya karena lumayan bikin rileks selama kehamilan. Nah karena pemakaian rutin itu tuh saya yakin itu yang jadi faktor utama yang membantu stretch mark saya cukup samar. Memang dengan rutin pakai Bio Oil ini tidak membantu saya terhindar dari stretch mark 100% seperti yang didampakan para perempuan. Setidaknya, Bio Oil ini berhasil bikin stretch mark saya samar-samar putih. Anggap saja, penanda bahwa saya sudah diberikan hadiah luar biasa yaitu kedua buah hati saya, hehe. Tetap syukuri stretch mark mu, ibu ibu! Hihi

Sekedar note racyun tambahan aja nih buat ibu-ibu;
Bio Oil ini direkomendasikan oleh para dokter dan farmasi dan menduduki tingkat pertama do 24 negara sebagai produk spesialis khusus untuk perawatan scars and stretch marks dan telah sukses terjual di 86 negara. Bio-Oil telah mendapatkan 349 penghargaan internasional semenjak peluncurannya di pasar internasional tahun 2002
Oh iya, Bio Oil ini manfaatnya bukan cuma untuk stretch mark, jadi bisa juga untuk menghaluskan bagian kulit yang kering  seperti siku, tumit, dan kutikula. Menyamarkan warna kulit yang tidak merata, sampai memberikan nutrisi dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak pada rambut. Cara pemakaiannya pun cukup mudah, hanya perlu dipakai 2 kali sehari setelah mandi, minimum 3 bulan pemakaian. Lalu pijat dengan lembut menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar arah jarum jam hingga terserap.

Terakhir, ada sedikit tambahan nih untuk kita para Ibu Menyusui agar dapat mencegah beberapa permasalahan kulit yang terjadi setelah menjadi ibu:
  • Rajin membersihkan kulit dari debu dan kotoran serta makeup yang menempel pada wajah, terutama di malam hari
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Rajin memberikan asupan nutrisi ke kulit agar tetap lembab dan halus
  • Gunakan produk spesialis perawatan kulit dengan kandungan yang baik untuk meregenerasi, meningkatkan elastisitas dan tampilan kulit bermasalah seperti Bio oil ini.
With Mom Vinrie and Jean

Semoga tulisan kali ini, bermanfaat ya mama! Thanks for reading and have a nice day! :*





Post a Comment

© Family and Lifestyle Blog