Monday, October 22, 2018

Mengatur Dana Pendidikan Anak Sedini Mungkin



Naaya and Friends

Masih ngomongin soal Dana Pendidikan Anak yang kemarin rame banget sampai hari ini pun masih membanjiri kolom DM ku. Gimana ibu-ibu? Apakah mendadak jadi melek soal pentingnya merencanakan Pendidikan Anak sedini mungkin? Semoga jadi banyak yang tergerak untuk melakukan perencanaan ya. Aku sendiri orangnya memang sedetail dan se 'terencana' itu, kalau pun mau flashback ke jaman aku sekolah dulu, mungkin aku bisa dibilang cukup beruntung karena papa dan mamaku cukup mengedepankan akademis jaidi semua hak aku untuk mendapatkan pendidikan dengan baik bisa dibilang terpenuhi, namun aku bisa liat bagaimana mereka 'kalang-kabut' setiap waktu bayaran datang. Kaya ga ada persiapan apa-apa, ga ada perhitungan yang tepat, cuma mengandalkan dana yang ada pada saat itu aja pokoknya. Ya intinya karena perencanaan mereka yang kurang matang lah, dan itu jadi pembelajaran buat aku sekarang.



Saran pertama dalam hal mengatur dana pendidikan anak seperti yang aku jabarkan sebelumnya:

1) Buat perencanaan yang matang, sebisa mungkin atur dengan baik dan benar. Pakai tools yang bisa membantu kita buat hitung-hitungan, jangan cuma orat oret di kertas. Ini karena desakan para mama-mama yang masih membanjiri DM ku sampai hari ini, weekend ini jadi aku habiskan untuk ngosongin template excel ku untuk segera dibagikan. Kalian bisa pakai template ini dan tinggal masukin data-data yang mau kalian input, kalau ada error bisa DM aku aja nanti aku pandu. Ini jauh dari kata rapih ya, karena sekali lagi aku tidak menggunakan jasa Financial Planner jadi semua serba menghitung dan buat sendiri. Kalau kebingungan dengan template ku, bisa coba cek free template yang ada di Google.

Template Proyeksi Dana Pendidikan Anak

2) Jangan lupakan cashflow. Karena dari situ kita juga bisa mengukur apakah sekolah yang kita incar itu overbudget atau tidak. Dan ingat, jangan sampai lupa hitung inflasi pertahun ya buibuk saat menghitung sekolah anak.

3) Lakukan sedini mungkin, kalau perlu dari si Kecil masih bayi. Bikin kita punya spare waktu cukup banyak dan cicilan tabungan bulanan kita pun ga tinggi-tinggi amat. Kalau liat dari case saya yang ada di Instastory, itu udah jelas banget contoh kalau baru nabung dadakan misalkan setahun sebelum masuk SD, liat jumlah bulanan yang harus saya saving, sangat wadaw bukan...

4) Sebisa mungkin jauhi asuransi / tabungan pendidikan. Selalu ingat kalau dana pendidikan itu adalah sesuatu yang pasti dan bisa kita prediksi nominal serta jangka waktunya. Biarlah asuransi itu tetap pada fungsi awalnya untuk tujuan perlindungan.

5) Mulai fokus pada investasi tapi selalu hati-hati mencari tahu, cari yang sesuai dengan anggaran dan rencana persekolahan. Semua ada plus dan minusnya. Saya sendiri berinvestasi di Emas, Mata Uang Luar, Saham, dan lagi coba-coba Reksadana juga nih. 

6) Berdoa supaya rejeki selalu dilancarkan jadi dompet ga gampang kempes :p

Nah kurang lebih itu aja sih yang mau di share disini, rangkuman dari stories kemarin soal mengatur dana pendidikan anak. Kalau soal memilih sekolah sih beda lagi, aku pernah juga post mengenai bagaimana aku memilih sekolah anak, bisa dicek juga ya disini:

B A C A : Memilih Sekolah untuk Anak

Kakak dan teman teman kelas

PS: Oh iya buat yang mungkin sudah mengisi template dan merasa terbantu, boleh bantu share ya supaya ibu-ibu yang lain juga jadi melek perencanaan pendidikan sedari dini. Thank you dan semoga membantu ya!

Post a Comment

OLD
© Family and Lifestyle Blog