Wednesday, February 6, 2019

BANGKOK TRIP 3D 2N


Wow. Been a long time.
Banyak banget sebenernya yang sudah nanyain kenapa aku sudah tidak menulis lagi. Well, i was just drown into a messy life yang membuat aku seolah kehilangan ide setiap malam. Padahal biasanya malam hari jadi waktu yang menyenangkan buat saya menulis. Oh, i miss those day.

For a fresh start, aku akan coba mulai menulis kegiatan ku selama di Bangkok. Jadi bulan Januari kemarin aku kembali dapat jatah #MOMCINOFFDUTY (i.e Waktu Bagian Mama Cindy Bersenang-Senang dan Papa Arga Menjaga Anak-Anak) setelah terakhir kali aku sempat ke Singapore di Tahun 2017. Trip kali ini aku membawa 2 orang Mom-Friends untuk explore Kota Bangkok. Begini kira-kira Itinerary selama 3 hari 2 malam disana.


DAY 1
Saya naik Thai Lion Air, berangkat jam 14.00 WIB dari Soekarno Hatta International Airport dan sampai di Bangkok sekitar pukul 18.00 WIB. Sampai di airport, saya langsung menuju gerai True Simcard, SIM Card lokal untuk memudahkan komunikasi saya selama di Bangkok. True ini bisa dibilang salah satu yang paling oke di sini, dan gerai nya ramai terus. Pertama saya tau karena melihat antrian gerai ini benar-benar ramai dibandingkan 2 gerai SIM Card lainnya yang kosong melompong. Setelah browsing, woh ternyata benar provider ini paling direkomendasikan disini. Kami ambil paket 5 hari dengan harga 199 baht.


Dari airport saya langsung menuju ke area Petchaburi dimana hotel kami berada, kami menggunakan taksi berwarna Pink yang memberikan charge sebesar 300 baht menuju hotel. Kalau hotel kalian di area Petchaburi, normal rate menuju area sana jika menggunakan Taxi Meter itu sekitar 200 Baht, sedangkan kalau ditembak bisa berkisar 300-500. Kalau kalian dapat sekitar 500 Baht, itu terlalu kemahalan so find another cab. Karena sulit sekali mencari taxi yang mau menggunakan taxi-meter meskipun mereka menulis Taxi-Meter di mobilnya. Dan jangan lupa selalu pasang Waze/Gmaps saat menggunakan Taxi-Meter ya agar tidak diputar-putar.

Setelah sampai, kami langsung meletakkan barang-barang lalu mencari makan malam di sekitaran Platinum Fashion Mall. Di depan area itu banyak sekali street food yang menggugah selera. Saya langsung menuju ke area Kebab di depan Starbucks Platinum yang dagingnya kaya manggil-manggil, haha. Sayangnya, rasanya biasa aja ;p Ada juga beberapa area sate-sate an gitu tapi rata-rata ga halal. Lanjut kami sempat mengitari sedikit area Platinum Fashion Mall meskipun banyak gerai yang sudah tutup karena kami kemalaman.



Di dekat hotel kebetulan ada Palladium Night Market (kalau ga salah ya) Persis disebrang Palladium, kita sempat mampir mengitari area sana, tapi memang barangnya hanya sedikit sih yang menarik. Dari seluruh area saya hanya tertuju kepada area pulpen anak-anak yang super gemas, lalu ada anting-anting yang harganya murah banget hanya 20 baht (9000 rupiah helloooo!) dan ada street artist yang melukis sketsa binatang seperti anjing dan kucing diatas barang-barang seperti kaos, topi, tas. Cute!




DAY 2
Dimulai dari kami mencari sarapan di luar karena kebetulan hotel kami tidak menyiapkan breakfast. Saya menemukan seorang ibu yang menjual ayam tepung seperti modelan Shihlin dan melihat antrian yang cukup panjang, jadilah aku latah ikutan beli. Turns out rasanya enak banget, jadi saya melipir ke 7/11 buat beli Nasi. Nampol banget pagi-pagi udah makan nasi ayam tepung, haha.

Lanjut pagi itu kita berencana sedikit plesir ke area wisata untuk foto-foto sebelum menghabiskan waktu berbelanja. Kita langsung menuju ke area Wat Arun menggunakan taxi karena saya selalu mencari tahu dulu biasanya transportasi apa yang terbaik menuju kesana.

Kami bertemu dengan supir taxi yang bisa dibilang sangat baik hati dan untungnya bisa sediki berbahasa Inggris, karena bisa dibilang kebanyakan penduduk lokal sulit untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Tiba-tiba dipinggir jalan dia berhenti dan berbicara kepada saya;

"Better no take taxi to Wat Arun, crazy traffic. Boat is cheaper"

Lalu saya sempat berdiskusi dengan driver dan mulai menanyakan detail jam berangkat, biaya yang dikeluarkan, dan jarak tempuh yang katanya hanya 15 menit ketimbang naik taxi. Setelah berunding, kami menyetujui saran driver dan di mengantarkan kami ke salah satu titik dermaga di Chao Praya River.  Kami membayar taxi sebesar 100 baht, dan sesampainya disana kami dimintain 800 baht / orang. Gila ga tuh? Naik kapal kok mahal banget? Mereka bilang sih kami akan diantar keliling (seperti tour) dari mulai Wat Arun sampai Grand Palace.

Teman saya menginformasikan bahwa harga kapal hanya 15 baht dari beberapa tulisan di blog, kenapa ini mahal banget? Bahkan taxi driver nya pun tampak seperti memaksa kami untuk naik. Setelah perundingan yang cukup alot, dan kami juga tidak tahu dimana lokasi kami saat itu, kepalang tanggung juga mikirnya, saya pun mencoba menawar si perahu dengan harga 1800 baht untuk 3 orang. Dan setelah terjadi tawar-menawar yang panjang, kami berangkat dengan harga 1800 baht, bayangin tuh nyaris sejuta buat naik kapal doang.

Kami diturunkan di Wat Arun dan diberi waktu 30 menit sembari si kapal parkir menunggu kami. Saat sampai disana kami membeli tiket masuk sebesar 50 baht dan biaya parkir boat 20 baht/ Wat Arun sendiri bisa dibilang cukup kecil, namun cukup ramai karena disana bagus untuk foto-foto. Setelah beberapa kali mengambil gambar dan melihat jam, kami kembali ke area boat untuk berpindah ke Grand Palace.




Sesampainya di area boat parking, KAPAL KAMI GA ADA.
Ada ibu-ibu yang mengatur parkir kapal di pinggir dermaga dan saya berusaha berkomunikasi untuk mencari kapal saya dan jawabannya;

"Ah, your boat is gone. Take public boat, go go" dengan nada dan gerakan tangan mengusir saya seolah saya kucing yang lagi minta makan. Padahal saya kembali benar-benar pas 30 menit, tidak ada acara terlambat tuh.

WOW. I'm pretty amaze dengan kearifan penduduk lokal disana. Nice.

Dan betul sekali, kami duduk disana menunggu kapal dan kapal kami benar-benar pergi. Mau balik mencak-mencak si penyedia jasa kapal tapi ga tau lokasinya dimana. Sakit hati dan kesal, kita tetap melanjutkan perjalanan ke Grand Palace. Kami mengambil public boat dengan harga 15 baht dan ternyata... dari Wat Arun ke Grand Palace kapalnya cuma nyebrang dan itu less than 3 minutes. Penyesalan banget bayar kapal nyaris sejuta cuma segitu doang jaraknya, bahkan pakai acara ditinggal pula.

Sesampainya di boat station di dekat Grand Palace, kami menemukan restoran kecil bernama AMA yang di depannya ada tulisan Certificate of Excellence by TripAdvisor, jadi kami langsung mampir untuk beristirahat dan makan siang disana. Harganya cukup murah, bisa dibilang kami cuma menghabiskan 300 baht untuk makan bertiga atau kurang lebih 45.000 rupiah/orang. Itu kita sudah memesan menu Tom Yum, Nasi, Pad Thai Seafood, duh enak banget pokoknya. Ramah pula di kantong yang penting.

























Dari boat station kami berjalan kaki menuju Grand Palace dan ternyata, JAUH BANGET. Udah paling bener naik taxi atau tuk-tuk kalau mau ke Grand Palace. Sampai disana kaki kita benar-benar sakit bahkan salah satu teman saya kaki nya sampai lecet. Rasanya males banget mau masuk ke Grand Palace karena dalam nya masih sangat luas untuk dijelajahi. Sudah jauh-jauh datang, kami malah keluar dan memanggil tuk-tuk untuk mengantarkan kami ke Central World. Kami memutuskan untuk istirahat di mall yang adem saja dan tujuan utama nya mau ke Toys 'R Us juga membeli oleh-oleh buat anak-anak.


Tuk-tuk kami menurunkan kami di area mall dan dia bilang untuk menuju ke Central World kita hanya harus naik ke atas (semacam skywalk) dan berjalan. Kondisi nya waktu itu kita tidak pasang Gmaps karena battery habis, dan saat turun kami sempat keliling lihat-lihat dan saat membaca namanya ternyata bukan Central World. Setelah bertanya ke orang, yang kami tangkap kami hanya perlu berjalan sedikit ke arah Central World, dan ternyata jauh banget! Dia menurunkan kami di area One Siam Mall gitu dan memang connect sama Central World, tapi sebenernya kita bisa diturunkan persis depan Central World.

Duh, dalam sehari berapa kali ini ditipu orang lokal sini kalau ga teliti memang. Ini kondisinya kita semua udah kecapean dan harus jalan kaki lagi sepanjang skywalk mencari si Central World. Duh rasanya campur aduk, pengen maki-maki orang sekitar saat itu rasanya. Akhirnya kita sedikit mengitari si One Siam ini dan kita tepat berada di Siam Discovery. Jadi di One Siam ini ada banyak mall nya ada Siam Paragon, Siam Discovery, sama Siam Square. Lumayan deh malah ketemu banyak sale disini dan juga menemukan LINE Village! Hehe dan kita menemukan Madam Tussauds juga tapi tidak masuk sih, cuma foto-foto di depan exhibitionnya for free. Kalau masuk kena sekitar 990 baht, lumayan mahal bok.

Nah begitu sampai Central World, rasa capek langsung hilang karena kita langsung belanja untuk anak-anak. Sale di Toys 'R Us bikin seolah lupa kaki lagi cenat-cenut gara gara jalan jauh banget. Duh sasar emak-emak.

Begitu selesai berbelanja, kami menyempatkan diri untuk kembali ke Platinum Fashion Mall karena memang sangat dekat, tinggal jalan melalui Ratchaprasong Skyline Walk dan 5 menit sudah sampai di Platinum Fashion Mall. Kita menjelajahi gedung B, saya rekomendasi area Nathan dan Oxford di lantai 2 karena banyak baju-baju, tas dan sepatu bagus disana. Setelah cukup kalap berbelanja, kami kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Ini aku share juga map di Platinum Fashion Mall ya, lumayan cukup membantu agar ga bingung mesti kemana pas disana.

DAY 3

Hari ini kami berniat mengejar Chatuchak Weekend Market dan sudah siap-siap keluar hotel dari jam 8 karena menurut cerita orang lebih baik datang pagi untuk menghindari massive crowd di siang hari. Kami kesana menggunakan tuk-tuk dengan harga 150 baht, dan menurut saya pribadi sih karena lokasi Chatuchak cukup jauh dari area hotel, sebaiknya sih naik taxi. Model tuk-tuk kan terbuka ya, jadi karena jauh dan ngebut, itu asap dan angin bener-bener menampar muka, rambut acak awut, pokoknya ga nyaman deh perjalanannya. Masih saya rekomendasi taxi kalau ke daerah Chatuchak, kalau deket sih rekomen naik tuk-tuk cuma memang lebih pricey harganya. Karena kami bertiga patungan jadi tidak terlalu mahal.

Baru 5 menit perjalanan, si driver tuk tuk mendadak berhenti dan bilang kalau kami kepagian dan Chatuchak masih dibuka jam 10 (Hellooo, we already google it, sir!) dan dia mau membawa kami melihat-lihat Honey Bee Farm di area deket Chatuchak. Beliau cukup memaksa, dan saat itu saya yang menegaskan ke supir bahwa kami tidak punya waktu berkeliling, karena harus kembali ke airport siang nanti. Meskipun penerbangan kami masih malam sih tapi perasaan udah tidak enak mengingat pengalaman buruk dengan taxi driver kemarin. Setelah memaksa berkali-kali akhirnya dia memberitahukan kami untuk menolongnya mampir kesana karena dia akan mendapatkan gratis bensin sebanyak 5 liter jika membawa orang berkunjung. Aaaah, i see. Mungkin hal yang sama yang dilakukan taxi driver ya supaya dapat tip atau bensin gratis.

Kami tetap memaksa untuk pergi ke Chatuchak dan akhirnya si driver tuk-tuk menyerah. Jadi, bagi yang pertama kali berkunjung ke Bangkok, bisa lebih berhati-hati dengan pengalaman kami ya.

Sesampainya kami di Chatuchak, saya sudah mempersiapkan map untuk berkeliling di daerah sana. It's really big so you can easily get lost. Berikut peta map Chatuchak terbaik dalam Bahasa Inggris yang berhasil saya temukan di Google. This map helps us save time a lot! Saya rasa sih perlu waktu full satu harian untuk mengitari seluruh pasar ini dengan puas.

Best map i found on Internet!

Pulang-pulang kami semua sudah menenteng koper belanjaan yang isinya segambreng plastik hasil kalap di Chatuchak selama 4 jam! Bayangkan kalau seharian disana, bisa bawa pulang berapa koper itu, haha. Kalap banget deh masuk sana. Soal harga, kalau untuk cenderamata aku sama sekali tidak rekomen beli di sana karena jauh lebih mahal. Better beli di airport atau street area yang khusus jual cenderamata deh, harganya lumayan beda jauh soalnya. Tapi kalau untuk Fashion, Accessories gitu memang oke oke harganya.

Nah sekian rekapan ku selama 3 hari berada di Bangkok. Kebetulan kemarin aku baru balik dari Bangkok dan mengunjungi tempat yang berbeda, jadi nanti aku update lagi di post baru ya! Thank you for reading and have a nice day!

Post a Comment

OLD
© Family and Lifestyle Blog