Sunday, March 31, 2019

DAY 1 - Yogyakarta Bagian Selatan



Hutan Pinus Imogiri

Weekend kami di yogyakarta memang terasa sangat menyenangkan, rasanya betah sekali ada di kota Pelajar ini dan dengan menulis cerita ini saja, saya rasanya sudah ingin lagi kembali bertandang ke kota ini. Aku mau rangkumin hari pertama ku di yogyakarta dulu ya buat referensi kalian para keluarga yang ingin main-main kesini.

Hutan Pinus Imogiri
Malam pertama di Yogyakarta, kami sudah mencatat rekomendasi netizen yang aku sempat lempari pertanyaan tentang yogyakarta di Instagram. Akhirnya setelah berunding dengan papa Arga, pagi itu saat keluar hotel kita langsung menuju ke Hutan Pinus Mangunan / Imogiri - Ini pure rekomendasi dari netizen ya, jadi kita berangkat jam 8 pagi kurang lebih 30 menit sudah sampai di hutan pinus ini. Sesampainya disini kami amenyaksikan ribuan deretan pohon pinus yang sangat memanjakan mata, ada sinar-sinar matahari yang menyusup dari celahnya ditemani dengan angin-angin yang masuk meniup ranting pohon dan juga entah kenapa saya seolah bisa mencium aroma pinus terpancar dari sekeliling saya. It feels.... great.

Dilokasi ini juga banyak disediakan fasilitas seperti tempat-tempat duduk yang dibuat dari kayu pinus itu sendiri, ada ayunan, menara kecil dengan tangga-tangga bagi kalian yang ingin mengambil gambar dari ketinggian tertentu, sampai gubuk kecil untuk area meneduh jika hujan turun. Kalau ditanya soal kids friendly atau tidak, sepertinya sih tidak terlalu ya kalau bawa toddler, mengingat tempatnya di hutan, area menanjaknya cukup sulit, dan tidak ada fasilitas yang memadai untuk toddler. Saya pun memang sedikit kewalahan gendong Naura naik keatas sini, paling bergantian sama papa nya saja deh.

Untuk masuk ke sini dikenakan biaya mobil sebesar Rp 5.000 dan juga tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang, murah meriah. Oh iya, saranku kalau mau berwisata ke sini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi ya karena kawasan ini tidak dilewati oleh kendaraan umum, seperti angkot dan lainnya.

Samas, Bantul
Nah ini rute utama kita tadinya, jadi si hutan pinus kebetulan pit stop berdasarkan rekomendasi netizen yang kami pilih karena memang searah dengan area Samas ini. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Cinta, taman tempat bunga-bunga matahari ini jadi tujuan utama saya foto-foto karena waktu trip ke Thailand, saya itu kepingin sekali foto di Sunflower field di Lopburi, Thailand tapi tidak kesampaian karena waktu tidak memungkinkan untuk mampir kesana.

Taman Cinta, Samas

Sayang sekali, sunflower disini rusak-rusak dan terlihat tidak segar, bisa dihitung jari lah mana yang seger dan tidak rusak. Padahal kalau liat instagram, foto orang tuh bagus bagus banget disini dan ga ada sunflower yang layu. Jadi ya memang pinter-pinteran papa Arga ngambil foto aja nih. Sehabis foto-foto di sunflower field, kita mampir ke area taman sebelahnya dimana banyak sekali bunga Celosia yang sangat indah dan memanjakan mata. Area ini masih jauh lebih baik ketimbang area Sunflower.

Area Celosia yang masih jauh lebih segar ketimbang area sunflower

Area masuk disini adalah Rp 5.000 per orang, kamu bisa sembari sewa topi sebesar Rp 2.000 disini jika ingin foto-foto dengan topi. Worth the price.

Pantai Goa Cemara, Samas, Bantul
Tidak jauh dari lokasi Taman Cinta tadi, kita menuju ke Pantai Goa Cemara yang terkenal dengan Pasir Hitam dan Penangkaran Penyu nya. Bisa dibilang ekspektasi kami akan penuh sesak disana, tapi ternyata hanya kami dan 2/3 pengunjung lainnya disana.  Kami main sebentar di area pantai, tapi memang agak seram sih karena ombaknya tinggi dan tidak ada orang di pinggir pantai sehingga anak-anak ga aku bolehin main air. Kita pun sempat mencari lokasi Penangkaran Penyu namun ga ketemu, sulitnya adalah kita susah nemuin orang lokal jadi bingung mau nanya kemana......

Pantai Goa Cemara

Sayang banget jadi ga bisa lihat penyu-penyu dan akhirnya kami mendadak secara random memutuskan untuk pindah ke Pantai Parangtritis.

Sebelum pindah, kami makan dulu di Bebek Goreng Umar Plenteng, salah satu kuliner yang direkomendasikan di daerah Samas. Tempatnya masuk ke gang dan di rumah warga, cukup luas dan besar juga area parkir nya. Kami pesan 4 porsi bebek, bebek tersebut disajikan bersama sambal terasi dan sambel bawang, tidak lupa ditambah lalapan berupa timun, daun papaya rebus dan kemangi. Surprisingly memang ENAK POL bebeknya, bumbu nya super meresap sampai ke tulang-tulang dan kami cuma bayar Rp 110.000 untuk 4 porsi bebek.... Sayang kamera dan hp semua lowbatt jadi saya tidak bisa mengabadikan gambar bebek goreng nan montok itu. Yang jelas, syok akutu beb murah-murah banget makan disini :(

Pantai Parangtritis
Ide super random adalah pindah ke pantai yang ramai pengunjung supaya anak-anak pun bebas dan ga takut main sendirian di pantai. Kurang lebih 20 menit dari Samas kami sampai di Parangtritis. Entahlah ini termasuk yogya bagian mana, tapi jelas pantai nya lebih hidup ketimbang Pantai Goa Cemara tadi. Disini orang-orang lebih banyak, tapi ga serame itu! Bahagia karena pantai tetap terlihat kosong, beberapa anak anak main di pinggir pantai jadi Naaya dan Naura keikut main di pinggir pantai. Kami sampai tepat pukul 05.00 sore sehingga kekejar untuk melihat sunset.


08 Maret 2019, Dia berulangtahun yang ke-2 tepat hari ini

Hal selanjutnya yang kami lakukan adalah mencari kuda untuk dibawa berkeliling di pinggir pantai bersama anak-anak sambil melihat sunset, disini sih sudah papa Arga on duty karena mama males naik kuda hahaha. Mama nya bersantai saja menikmati sunset di tumpukan pasir. It was one of the most beautiful sunset in our life, alhamdulilah.


----------------------------------------
Sepulangnya ke hotel, kami semua mampir ke salah satu restoran rekomendasi netizen, Raminten's. Funny story, karena most people said Raminten, kami hanya menulis kata Raminten saja di Waze dan berakhir di Raminten's Kitchen. Sampai disini shock liat menu nya yang cuma Ayam Geprek (more like KFC ditumbuk dan dikasih sambel), Mie Geprek, sampai Steak Geprek? For real?

I swear i was shocked by netizen choice karena makanan begini menurut aku belum bisa dibilang kuliner wakakkaak, and then we end up very dissapointed with the food. Jelas ga ada yang kita abisin, dan gemes banget pengen komplen haha. Di perjalanan pulang kami mencoba googling tentang keistimewaan Raminten and we realize, kalau maksud nya para netizen itu HOUSE OF RAMINTEN, doh! Asli, diperjalanan ke hotel kita pas banget ngelewatin itu... dan antriannya rame banget. Menyesal aku tuh nyasar ke Raminten's Kitchen hiks.

Nah, sekian cerita hari pertama di Yogyakarta! Sampai ketemu besok di postingan hari kedua dimana kami menjelajahi Yogyakarta bagian Kota!

Thank you for reading and have a nice day!

Post a Comment

© Family and Lifestyle Blog