Monday, April 1, 2019

DAY 2 - Yogyakarta Bagian Kota


Hari kedua kami di Yogyakarta, kami memutuskan untuk menjelajahi daerah kota. Kami berangkat cukup siang karena dari pagi anak-anak seems to enjoy the hotel facilities, banyak area yang mereka explore and they think its awesome. Berhubung juga ini hari terakhir kami di hotel ini karena akan check-out dan pindah ke hotel lain, jadi ya aku biarin aja deh mereka puas-puasin harinya di hotel ini.
Kami baru berangkat sekitar pukul 11.00 WIB dan tujuan pertama kami adalah Keraton Ngayogyakarta. Sampai disana kami pukul 12.00 WIB dan anak-anak tertidur pulas karena memang sudah jam tidur siang dan mereka kelelahan bermain di hotel. So we decided to left the kids in the car bersama mbaknya dan kami berkeliling menggunakan becak. Lumayan bisa pacaran sebentar :p

Tempat pembuatan Bakpia Pathok 55

Ada becak yang menghampiri kami dan menawarkan untuk mengajak kami berkeliling dengan harga Rp 20.000. Kami langsung dibawa si bapak pengunjungi Tempat Pembuatan Bakpia Pathok 55 dan alhasil kalap deh beli oleh-oleh bakpia berbagai rasa untuk orang rumah, saudara dan teman-teman kantor. Lanjut si bapak membawa kami ke toko kaos semacam Dagadu bernama Absolut Jogja dan juga toko Batik, dan beliau menunggu kami di luar area yang kami sambangi. Gatel sih pengen beli beli batik, tapi ingat tujuan awal untuk wisata alam dan sudah janji untuk ga beli apa-apa disini, ga mau numpuk banyak barang lagi dirumah dan dilemari. Tahan, tahan......

Terakhir kami diajak ke Museum Satria dimana kami bisa melihat lukisan-lukisan yang dibuat oleh orang-orang di dalam Keraton. Wah, saya kira Rp 20.000 tuh becak hanya membawa kami keliling keraton, ternyata keliling area di sekitar keraton dan beliau pun sabar menunggu kami berkeliling di tiap tempat. Murah banget sih menurut saya.


Kami kembali ke mobil dan mendapati anak-anak sudah bangun, sehingga kami bergegas ke area Keraton sebelum tutup. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB dan kami sudah pasrah kalau area Keraton akan tutup karena kalau baca di internet, operasional keraton hanya sampai jam 14.00 WIB. Untungnya saat itu sedang ada pameran di dalam keraton sehingga keraton tutup lebih sore, alhamdulilah.

Berfoto didepan area pameran

Disini memang niat saya adalah untuk memperkenalkan Naaya dengan tempat tinggal resmi sultan dimana dia bisa melihat tradisi-tradisi kesultanan di Keraton untuk menambah ilmu pengetahuan Naaya. Kalian cukup membayar tiket sebesar Rp 7.000 saja.


Oh iya, mereka manawarkan free Tour Guide ya di area depan Keraton. Disini Naaya belajar cukup banyak sejarah yang membuat dia penasaran, terutama koleksi-koleksi yang membuat dia cukup takjub. Mulai dari koleksi foto kereta kencana yang megah untuk para raja zaman dahulu sampai ratu-ratunya, lukisan-lukisan dan benda pusaka khas Yogyakarta sampai perangkat musik jawa yang dimainkan saat pelantikan raja.


Setelah puas berkeliling dan bermain di area Keraton, anak-anak pun sempat berbelanja cinderamata di depan keraton. Ada pulpen-pulpen, gelang sampai gantungan kunci untuk teman-teman dikelas Naaya dengan harga yang super duper ramah di kantong.


Sebelum pulang, saya mampir kembali ke museum satria untuk mengajak Naaya dan Naura melihat-lihat lukisan hasil buatan orang-orang Karaton, karena kebetulan Naaya sangat menyukai lukisan dan karya seni apapun itu. Lokasinya di gang seberang pintu Keraton, jadi tidak terlalu jauh.

Museum Satria

Perjalanan selanjutnya kami berencana mengelilingi Malioboro dan mampir ke Pasar Beringharjo. Wow, macet juga ternyata daerah sini ketika weekend, padahal dari kemarin kami belum terjebak di kemacetan apapun. Kami hanya menunjuk area Malioboro dan Pasar Beringharjo ke anak-anak dan tidak berniat turun sama sekali, karena memang tidak berniat berbelanja juga sih.

Pasar Beringharjo

Jadi kami pun melanjutkan perjalanan ke area Barat tempat hotel kami selanjutnya, dan mampir ke resto yang paling direkomendasikan para netizen, Jejamuran. Sesampainya di Jejamuran, bisa dibilang saya sekeluarga cukup kalap karena kelaperan. Kita sampai pukul 15.00 WIB dan belum makan sama sekali dari siang. Hampir semua menu kami pesan, dan surprisingly, saya yang tidak begitu menyukai jamur bisa menikmati semua hidangan ini. Let's say, Rendang Jamur, Sate Jamur, dan Tom Yum Jamur mereka berhasil memikat hati saya! Ini baru namanya kulineran beneran, hahaha *trauma akibat Raminten's Kitchen*

Perjalanan sore itu dilanjutkan dengan mengarah ke Barat, saat itu kami sengaja mencari hotel dekat area Borobudur untuk menginap dan sangat mengincar hotel Plataran. Karena kami baru book pagi itu, hanya ada satu hotel saja yang available namanya Shankara. Kami sampai di malam hari sekitar pukul 19.00 WIB jadi tidak terlalu notice dengan suasana disini. Esok paginya baru kami sadar hotel ini nyaman sekali, hotel dengan suasana khas pedesaan, udara nya segar dan dikelilingi padi-padi. Nyaman banget sih kalau buat saya, kamarnya pun bisa dibilang cukup nyaman. Nah,  untuk cerita di hari ketiga akan kami bagi lagi dipost selanjutnya ya, di Day 3 - Yogyakarta Bagian Barat! :)

Thank you for reading and have a nice day! :)


Post a Comment

OLD
© Family and Lifestyle Blog