Wednesday, June 26, 2019

Weekly Stories #5 - Tinggal di Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia

Illustrasi kota Jakarta : Source: Freepik
Jakarta pagi ini, kembali lagi menduduki peringkat #1 kota dengan polusi udara terburuk. Baru saja tadi malam saya bahas soal issue ini di Instagram, dan banyak yang baru mulai 'ngeh' dengan kondisi ini. Pembahasan teman-teman terdekat berubah jadi bagaimana kagetnya mereka saat download AirVisual dan melihat angka 219 pagi tadi di Jakarta dan teman-teman Tangerang Selatan melaporkan angka 171 untuk area mereka di pagi hari. Seburuk itu kah udara di kota Jakarta?


Mungkin memang kalau dilihat-lihat, dampaknya terasa biasa saja. Keadaan ini tidak ada yang menghambat aktifitas masyarakat pada umumnya, tapi menurut saya pribadi hal ini akan sangat menganggu di jangka waktu yang lama. Anak-anak tidak dapat menghirup udara yang bersih, dan nantinya berdampak ke tumbuh kembang mereka. Sesungguhnya ini bukan kali pertama terjadi di Jakarta, seharunya sudah ada sedikit pembenahan yang at least bisa lah membantu penurunan kualitas indeks udara dari Unhealthy sampai di Moderate area.

Entah lah apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta untuk masalah ini. Yang aku tau, sudah ada beberapa organisasi yang sudah sangat sering menyuarakan opini mereka terkait hal ini, dari mulai Akupolusi.org dan juga Greenpeace.

Sharing aku tadi malam, niat nya adalah membantu pihak-pihak yang telah bersuara tadi, dengan menggerakkan hati para masyarakat untuk ikut turut serta dari hal kecil yang mungkin nih ya, meskipun tidak berdampak terlalu besar, bisa membantu menurunkan sedikit saja AQI (Air Quality Index) di kota Jakarta.

Beberapa hal yang aku suarakan tadi malam aku rangkum juga ya di blog ini demi mempermudah kalian bacanya. Dimulai dari hal-hal sederhana saja ya:

1) Bijak dalam berkendara

Sudah tau kan pilihan transportasi umum kita saat ini sudah sangat beragam. Belum lagi fasililitasnya juga sudah enak-enak banget. Aku bisa bicara begini karena memang since i'm working again, aku terbiasa menggunakan transportasi umum. You named it, kadang MRT kadang KRL kadan JR Conexxion dan Busway. Hampir semua sudah pernah aku gunakan karena merasa lelah dengan kemacetan kota jakarta dan merasa nyaman dengan alat alat transportasi umum tersebut.

Kalau kalian bawa anak-anak, MRT dan KRL pilihan menyenangnkan kok jika bukan di jam-jam sibuk. Lagian kalau bawa anak-anak memang sebaiknya menghindari jam sibuk, bukan? Aku sudah cukup sering bawa Naaya Naura berkendara dengan MRT dan Busway. Untuk KRL masih bisa dihitung jari, tapi setidaknya aku sudah membantu menanamkan mindset ke mereka bahwa public transportation is fun.

2) Kurangi rokok dan penggunaan produk kemasan
Yes, sudah pada tau dong ya rokok itu salah satu penyebab polusi udara. Mungkin bagi yang sudah berkeluarga, bisa mulai diedukasi tentang AQI di kota kita ini, supaya pasangan kita 'melek' dan beritahukan juga dampaknya buat si Kecil. Pelan pelan kita pasti bisa kok mengingatkan pasangan.

3) Pintar dengan sampah

Poin nya adalah sampah-sampah kalian dirumah tuh ya perlu dikelola dengan baik melalui sistem pemisahan, daur ulang dan penggunaan kembali. Gimana caranya?  Mulai deh dari misahin sampah-sampah dirumah sesuai tempatnya. Kalau belum pakai mas-mas pengangkut sampah, gapapalah yuk keluar uang dikit untuk mereka karena bisa dipastikan sampah-sampah kan akan sampai ke TPA alias tempat pembuangan akhir, dimana disana akan dipilah melalui sistem pemisahan.

Kalau mau kelola sendiri, sana banyak baca bagaimana cara mengolah sampah-sampah organik dan anorganik. Bisa jadi pupuk sama kompos itu! Ada juga nih cerita dari tetangga teman, kalau mereka bikin lubang biopori sendiri dirumah untuk jadi wadah atau tempat membuat sampah-sampah yang mudah terurai alias si sampah organik. Keren banget!

Nantinya, sampah-sampah organik yang dimasukkan dan dibiarkan di lubang tersebut lama-lama bisa menjadi… Kompos. Itu definisi pinter sampah buatku, bukannya udah males panggil tukang sampah, mau ala-ala kelola sendiri eh ujung-ujungnya dibakar sampahnya. Bikin polusi udara tau ga? *dehh hh sewot*

So now what?
Sambil kita berupaya untuk mengurangi tingkat polusi di Jakarta, tadi malam aku sempat share beberapa pencegahan yang sudah aku lakukan untuk keluarga. Sederhana tapi setidaknya mengurangi paparan polusi ke anggota keluarga.

Selalu gunakan masker.
Saat ini aku pakai SENSI Duck Bill Premium Mask, dia bisa filter debu, virus, partikel partikel kecil lah pokoknya sampai 95%. Banyak banget yang bilang masker keluaran 3M yang model N95 itu lebih bagus karena sudah terstandarisasi National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) - cuma memang kemarin belum banyak research karena maju mundur beli nya mengingat harga box nya cukup pricey. Tapi dengan kondisi seperti ini dan udah mulai banyak baca soal n95, jadi kayanya aku mau berpaling dulu dari si SENSI.

Gunakan air purifier.
Baik dirumah maupun untuk pribadi. Dirumah untuk kamar keluarga aku pakai air purifier buat bersihin udara, dan untuk pribadi aku pakai personal necklace purifier, jadi kaya digantungin dileher tiap aku aktifitas diluar. 

Personal Necklace Purifier
Tadi malam banyak banget yang nanyain soal produk ini, tapi sungguh aku tidak bisa rekomendasikan beli dimana karena ini waktu itu untuk pameran B2B show yang sedang cari distributor di Indonesia, and i ask them to sell the purifier to me at the last day of event. Mungkin bisa coba cari di beberapa e-commerce kali ya Necklace Purifier gitu.

Perbanyak tanaman indoor dirumah untuk membersihkan udara.
Lidah mertua, aloe vera, beringin karet, palem kuning, you named it all.

Pastikan sirkulasi udara dirumah baik.
Saat udara segar jendela dibuka agar oksigen masuk, saat terpolusi seperti ada orang yang bakar sampah disekitar bisa langsung ditutup.

Banyak minum air putih.
Hubungan air putih sama polusi apa? Ih kalau kadar air cukup kan itu membantu proses pembuangan racun ditubuh, polutan yang berbahaya juga termasuk yang dibersihkan sama air putih di tubuh kita. Jadi 2 liter perhari jangan pernah lupa ya!

Jadi siap bantu Jakarta berkurang polusinya? Jangan lupa sebarkan informasi ini ya!



Post a Comment

OLD
© Family and Lifestyle Blog